Strategi Pemulihan Ekonomi Kota Payakumbuh Pasca Pandemi dan Penerapan PSBB

Ditulis oleh : Erwin Yunaz, SE, MM, Wakil Walikota Payakumbuh

Pandemi virus Corona yang telah melanda Indonesia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan saja, melainkan juga sangat mempengaruhi kondisi perekonomian nasional.  Kebijakan antisipasi yang diambilpun mau tidak mau memberi dampak dan memunculkan isu-isu strategis pada bidang ekonomi dan pangan.  

Secara umum semua sektor mengalami dampak berupa penurunan nilai,  beberapa sektor yang paling terdampak, di antaranya adalah rumah tangga; Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM); Korporasi; Pariwisata dan Manufaktur; serta Keuangan.  Keempat sektor ini adalah sektor yang sebelumnya menjadi safety net bagi ketahanan ekonomi, saat terjadi pandemi sektor ini serta merta juga terinfeksi dan terisolasi disebabkan adanya restriksi kegiatan ekonomi dan sosial”. 

Dalam Pelaksanaan kebijakan PSBB pemerintah telah memikirkan hal ini secara matang tidak hanya meminta masyarakat untuk tetap berada dirumah dan melakukan bembatasan berskala besar, pemerintah juga memberikan jaminan pangan bagi msayarakat yang memang membutuhkan melalui stimulus fiskal dengan memberikan berbagai jenis bantuan langsung kepada masyarakat.    

Patarang Sajo Lampu Awak, Jan Dipudua Lampu Kawan

Setelah melewati masa pandemi yang memporakporandakan sebagian besar tatanan kehidupan, kini saatnya memikirkan pemulihan dan dengan optimisme pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya membangun kembali tatanan normal baru produktif dan aman.   

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) tengah menyusun kajian awal pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi virus corona.   Pemulihan dibagi berdasarkan timeline.  Tahapan pemulihan tersebut mulai dijalankan pada awal Juni 2020.  Pada Fase pertama pemerintah mulai menjalankan kembali industri dan jasa yang bersifat business to business. Syaratnya, dilakukan berdasarkan protokol social distancing. Selain itu, sektor kesehatan juga diizinkan beroperasi penuh, dengan memperhatikan kapasitasnya. Sementara, toko serta pasar dan mall belum diizinkan beroperasi, kecuali untuk toko yang menjual fasilitas kesehatan. Selain itu, kegiatan sehari-hari yang sifatnya di ruang terbuka atau outdoor belum diizinkan berkumpul lebih dari dua orang.  

Fase kedua, yang dilaksanakan pada 8 Juni 2020, pemerintah mulai mengizinkan toko, pasar dan mall untuk buka dengan syarat diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Protokol yang dimaksud antara lain, pembatasan shift, menetapkan standar untuk melayani konsumen, serta tidak memperbolehkan toko dalam keadaan ramai. Sementara, usaha dengan kontak fisik seperti salon dan spa belum diizinkan untuk dibuka. Begitu pula dengan kegiatan outdoor lebih dari dua orang masih belum diperbolehkan.   

Pendidikan dan Kebudayaan : Sebuah Mata Rantai Yang Terlupakan

Fase ketiga, perkiraan dijalankan 15 Juni 2020, pemerintah mengizinkan pembukaan toko, pasar dan mall seperti fase kedua. Ditambah dengan evaluasi terkait pembukaan usaha dengan kontak fisik, seperti salon dan spa.   Fase ketiga  pemerintah mulai mengizinkan pembukaan pusat-pusat kebudayaan seperti museum, dengan syarat pembatasan jarak. Kemudian, sekolah sudah mulai dibuka dengan sistem shift sesuai jumlah kelas. Tak hanya itu, pemerintah juga mengizinkan dilakukannya aktivitas outdoor, serta mengevaluasi kemungkinan pembukaan fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk acara seperti resepsi pernikahan, ulang tahun, dan kegiatan sosial. 

Fase keempat diperkiraan akan dilaksanakan pada 6 Juli 2020, dimana pemerintah sudah mengizinkan pembukaan secara bertahap tempat-tempat berkumpul dengan protokol kebersihan yang ketat. Kemudian, kegiatan outdoor, berpergian dan aktivitas ibadah juga diizinkan dengan menerapkan pembatasan sosial. Fase terakhir, perkiraan waktu 20 dan 27 Juli 2020 pemerintah mengevaluasi tahapan fase empat sembari mengizinkan pembukaan kegiatan ekonomi skala besar. Akhir Juli atau awal September 2020 diharapkan sudah membuka seluruh kegiatan ekonomi, dikutip dari Katadata.co.id,24 Mei 2020.   

Pemerintah melalui kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas telah mengkaji ada delapan strategi pemulihan ekonomi pasca Covid-19 yang terdiri dari : Akselerasi investasi, pemulihan industri dan perdagangan, pendalaman sektor keuangan, pembangunan pariwisata, penguatan sektor kesehatan, perluasan program perlindungan sosial, pengembangan infrastruktur,  dan pembangunan sumber daya manusia.   

Perekonomian Kota Payakumbuh yang dikenal sebagai “Kota Randang” ditopang oleh berbagai sektor dan sektor primadonanya adalah UMKM.  Mengacu pada strategi pemulihan ekonomi pasca covid-19 yang digagas oleh kementerian PPN/Bappenas maka yang akan dilakukan oleh kota Payakumbuh akan lebih aplicable dan menyentuh secara langsung pada masyarakat.   

Langkah pertama adalah jaminan ketahanan pangan bagi warga payakumbuh baik dalam aspek ketersediaan dalam jumlah yang cukup, aspek pendistribusian yang merata bagi segala lapisan masyarakat dengan harga terjangkau, dan dari aspek konsumsi mengingat mudahnya penyebaran covid-19  melalui berbagai media maka perlu adanya jaminan bahan pangan yang beredar di Payakumbuh telah layak dan aman untuk dikonsumsi,  

Kesiapan Pangan Kota Payakumbuh Memasuki Masa Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

Langkah kedua dilakukan dengan gerakan membeli produk UMKM, sebagai strategi engine bagi UMKM yang terdampak.  Selanjutnya produk dipasarkan oleh koperasi  dengan strategi pemasaran madani, dalam artian nonprofit secara nyata,  sehingga membantu produsen dan konsumen dalam waktu bersamaan. 

Langkah ketiga yang dilakukan yaitu membangun digitalisasi ekonomi, Memberikan layanan promosi berbasis on-line melalui asosiasi UMKM  yang ada di kota Payakumbuh, dimana dengan ini diharapkan jangkauan promosi dapat menjadi lebih luas melampaui batas wilayah.  Dengan membuka diri menggandeng pemain yang telah berpengalaman media pasaran berbasis digital yang telah ada dan eksis di Indonesia seperti Tokopedia, Shopie dan Bukalapak. 

Langkah keempat adalah dengan menyokong pergerakan UMKM dengan pola padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja yang besar sehingga pada gilirannya nanti dapat kembali meningkatkan daya beli masyarakat. 

Banyak tugas yang harus diselesaikan, banyak komponen yang harus dibenahi, semua mendesak dalam waktu bersamaan seakan-akan semua adalah prioritas utama.  Pemulihan pasca pandemi bukan tanggung jawab satu atau dua institusi saja, kita semua bertanggung jawab di dalamnya,  namun untuk jangka pendek beberapa pemikiran sederhana diatas dapat membantu menggeliatkan kembali perekonomian kota payakumbuh.   

Pemikiran singkat disaat pagi memulai hari, dimana banyak hal harus diselesaikan hari ini disampaikan oleh Mahasiswa pada Program Doktoral Kajian Lingkungan dan Pembangunan Universitas Negeri Padang

 

 

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *