Lima Kali Berturut, Sawahlunto Memperoleh Predikat Opini WTP

wali kota sawahlunto deri asta
SUMBAR24 — Kota Sawahlunto kembali terima prediket Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kelima. Prediket opini tersebut disampaikan Kepala BPK RI Perwakilan Sumbar, Yusnadewi, dalam sebuah acara penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Sawahlunto tahun 2019, melalui video jarak jauh atau Vidcall dengan Walikota Sawahlunto, Deri Asta, Kamis (18/6/20).
Selain Walikota Sawahlunto, Deri Asta hadir pula Wakil Walikota, Zohirin Sayuti, Ketua DPRD Sawahlunto Eka Wahyu, disaksikan Sekretaris Kota Sawahlunto Ambun Kadri, Kepala Inspektorat Sawahlunto Isnedi, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sawahlunto, Afridarman di ruangan rapat Balaikota Lobang Panjang.
Walikota Deri Asta mengatakan, diperoleh opini WTP adalah keberhasilan bersama pemerintah kota, DPRD dan masyarakat Sawahlunto.
Pemeriksaan terhadap LKPD 2019 berbeda dg tahun sebelumnya. Bedanya, Sawahlunto di tahun buku 2019, BPK RI mengikutkan Kantor Akuntasi Publik dari Jakarta.
Dikemukakan walikota, pemeriksaan di dalam kondisi pandemi covid-19, sangat beda di tahun sebelumnya, yang harus menggunakan zoom, email dan video call disaat libur dan sampai malam. Semua didukung tim OPD yang solid dan kooperatif.
Jadi, sebut walikota, LKPD dengan opini WTP wajib dipertahankan karena sangat membantu kegiatan pemerintah kota.
“Mempertahankan LKPD dengan opini WTP tidak mudah. Kriteria penilaian di masa mendatang semakin kompleks dan jauh lebih sulit, “ujar Deri.
Kepala BPK RI Perwakilan Sumbar, Yusnadewi mengemukakan, ada empat kriteria yang menjadi landasan penilaian, yakni kesesuaian standar akuntansi pemerintah, kecukupan pengungkapan, efektifitas atas sistem pengendalian dan kepatuhan terhadap aturan pengelolaan keuangan daerah.
Sawahlunto, sebut Kepala BPK RI Perwakilan Sumbar, diperoleh opini WTP di saat ini, sudah tahun kelima secara berturut-turut Sawahlunto memperoleh penilaian terbaik ini. “Kami berharap, Sawahlunto tetap punya komitmen berupaya lebih baik lagi dalam pengelolaan keuangan daerah. Bagi DPRD, LKPD ini menjadi bahan pengawasan,” ujar Yusnadewi.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sawahlunto, Afridarman mengatakan, berhasilnya Sawahlunto memperoleh opini WTP tidak lepas dari peran semua pihak, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut berperan aktif dalam menyiapkan dokumen yang diperlukan.
Sawahlunto memperoleh opini WTP berturut-turut lima kali di 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *