Dalam 2 Tahun, Masjid Agung Payakumbuh Segera Terwujud

  • Bagikan
Masjid Agung Payakumbuh

SUMBAR24.COM — Akhirnya pembangunan Masjid Agung Payakumbuh akhirnya disetujui oleh wakil rakyat Kota Randang. Atas insiasi Wali Kota Riza Falepi impian warganya itu akan segera terwujud.

Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Wali Kota dengan DPRD dalam Rapat Paripurna, Rabu (5/8) merupakan tahap awal yang luar biasa. Pembangunan masjid ini direncanakan dalam tahun jamak (multi years), mulai 021 hingga 2022.

Riza menyampaikan pembangunan Masjid Agung Payakumbuh nantinya akan menjadi ikon baru kota. Selain sebagai tempat ibadah, bisa juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial masyarakat, sarana pendidikan adat.

Pembangunan Masjid Agung Payakumbuh Disetujui Wakil Rakyat

“Identik dengan falsafah Minangkabau, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,” kata Riza dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Hamdi Agus itu.

Senada, juru bicara DPRD Maharnis Zul mengungkapkan harapan seluruh fraksi agar pembangunan masjid ini dapat meningkatkan kualitas karakter masyarakat Payakumbuh secara keseluruhan. Masukan yang disampaikan DPRD kepada pelaksanannya nanti agar sesuai prosedur dan tepat waktu.

“Melalui pembangunan Masjid Agung, diharapkan masyarakat Kota Payakumbuh dapat menjadi masyarakat yang lebih religius dan masjid mampu menjadi tempat yang fundamental untuk pembentukan karakter anak,” ujarnya.

Komunitas Sepeda Marak, Payakumbuh Bisa Lahirkan Pembalap Nasional

Antara Wali Kota Riza Falepi dan anggota DPRD saling menyampaikan rasa apresiasi dengan telah disetujuinya Pembangunan Mesjid Agung Payakumbuh. Termasuk kepada masukan dan saran yang telah diberikan selama proses audiensi dengan berbagai pihak.

“Saya berterima kasih atas kritik dan saran dari seluruh pihak yang terlibat yang nantinya akan memberi manfaat untuk pembangunan Kota Payakumbuh yang lebih maju lagi,” pungkas Riza.

Di sisi masyarakat, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh W. Dt. Paduko Bosa Marajo menyampaikan seluruh warga Payakumbuh sudah pasti mendukung terlaksananya pembangunan Masjid Agung ini. Dengan kesatuan antara adat dan agama tak perlu terintegrasi dalam bangunan, setidaknya bagaimana kantor lembaga adat berdampingan dengan kantor lembaga keagamaan disana.

Wawako Erwin Yunaz Ingin Presiden Dan Menteri Kurban Randang Di Payakumbuh

“Bangunan-bangunan LKAAM dan Bundo Kanduang itu jan disolek an sajo lotaknyo, tapi harus betul-betul rancak, layak, dan representatif. Mendampingi bangunan masjid utama dalam satu lokasi, sehingga orang berkunjung dapat melihat bagaimana pembangunan agama dan adat di Payakumbuh. Tergambarlah wujud adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,” ujarnya W. Dt. Paduko Bosa Marajo .

Disamping wisata alam di area Ngalau, ada wisata religi di masjid raya termasuk wisata budaya. Sehingga pengelolaannya melalui dinas terkait, dapat menjadikan potensi penambahan kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Istilah niniak mamak, pembiayaan masjid agung melalui APBD yang mendatangkan PAD, bisa kobek padi jo daun,” ungkapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *