Wako Mahyeldi Panen Perdana Penangkar Padi Sawah di Sungai Sapih

Wako Mahyeldi Panen Perdana Penangkar Padi Sawah di Sungai Sapih

SUMBAR24.COM — Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menyambut baik dan mengapresiasi digelarnya panen perdana penangkar padi sawah varietas Bujang Marantau untuk ketersediaan benih padi di Areal Kelompok Tani Setia Budi, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Rabu (19/8/2020).

Wako Mahyeldi mengapresiasi panen perdana ini. Diperkirakan produksi panen padi di areal Keltan Tani Setia tersebut mencapai jumlah 5,9 ton per panen.

“Kita tentu berharap, sekarang ini di daerah ini minimal dapat melakukan masa panen 5 kali dalam kurun 2 tahun. Dan kita Pemko Padang memang terus berupaya bagaimana mendorong seluruh demplot padi di Padang bisa panen 3 kali dalam setahun,” ungkap Wako Mahyeldi didampingi Kadis Pertanian Syahrial.

Mahyeldi juga menyampaikan, saat ini Pemko Padang tengah mendiskusikan beberapa hal yang perlu dibenahi dalam bidang pertanian. Mulai tentang kawasan persawahan, peralatan mesin pertanian yang dikelola baik serta bisa mempercepat pengolahan tanah sawah.

Gubernur Irwan Prayitno, Tokoh Masyarakat Kota Padang 2020

“Jadi, bila panen padi dapat serentak dilakukan, maka pada satu hari saja bisa dilakukan panen dengan satu alat bisa untuk satu hektare luas sawah. Kalau seandainya ada sekian alat panen, berarti dengan satu alat panen 250 hektare bisa diselesaikan. Tinggal lagi alatnya ditambah lagi menjadi 4 buah sehingga terjadi percepatan,” jelas Wako.

“Kenapa, apabila umur padinya sampai panen yaitu 110 hari. Berarti kalau untuk panen 3 kali adalah 330 hari. Jadi, untuk setahun berarti menyisakan waktu lebih kurang sebanyak 24 hari untuk melakukan pembibitan sampai panen serta pengerjaan lainnya,” terang Mahyeldi Ansharullah.

Lebih lanjut orang nomor satu di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat itu menekankan, dalam rangka untuk ketahanan pangan ke depan maka Dinas Pangan dan Dinas Pertanian perlu melakukan inovasi-inovasi dan langkah-langkah konkrit.

“Sehingga, di Kota Padang bisa kita berikan percontohan terkait panen padi sawah sebanyak 3 kali dalam setahun. Insya Allah, semoga segala upaya yang kita lakukan berjalan maksimal tentunya,” harap alumni Fakultas Pertanian Unand tersebut.

Alhamdulillah, Bantuan Sosial Tunai Tahap II dan III Disalurkan Pemko Padang

Usai panen perdana penangkar padi sawah, dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga melakukan pemberian insentif kepada pemilik sapi betina produktif, sebesar Rp500 ribu setelah melahirkan. Upaya tersebut dilakukan Pemko Padang untuk mendorong peningkatan produksi daging dan sekaligus juga bagaimana sapi-sapi betina produktif tidak boleh dipotong.

Tujuannya adalah agar masyarakat termotivasi untuk memelihara sapi betina serta kemudian menjaga dan merawat kandungan sapi betina tersebut.

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *