Berwisata Ke Sumbar, Gubernur Irwan: Patuhi Protokol Aman Covid-19

Patuhi Protokol Aman Covid-19

SUMBAR24.COM — Berbagai kebijakan dikeluarkan pemangku kepentingan agar masyarakat tetap patuhi protokol aman Covid-19. Seperti yang dilakukan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam mendongkrak kembali dunia pariwisata ditengah pandemi.

Melalui Surat Edaran Nomor 556/550/Dispar-Dest/VIII-2020 tanggal 27 Agustus 2020 tentang Persyaratan Wisatawan Nusantara Berkunjung ke Sumatera Barat, Gubernur mengatakan, pembangunan kepariwisataan Sumatera Barat berpedoman kepada potensi budaya dan keluhuran adat dengan filosofi adat basandi syara, syara basandi kitabullah, syara’ mangato adat mamakai.  

Dijelaskan Irwan, saat ini pariwisata Sumbar berorientasi pada kearifan lokal (local wisdom) yang mengedepankan aspek kesehatan, kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan. Dan ini sebagai sebuah persyaratan bagi yang berkunjung dimasa pandemi Covid-19.

Update 30 Agustus, 89 Orang Positif Covid-19 di Sumatera Barat

“Para pelancong yang akan berkunjung ke Sumbar wajib mematuhi beberapa persyaratan. Dan itu tertuang dalam surat edaran Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju  Masyarakat Produktif dan Aman  Covid-19,” ujar Irwan dalam pesan singkatnya, Jumat (28/08/20) lalu.

Dikatakan Irwan, uji swab di bandara ataupun pusat pelayanan kesehatan pemerintah diberikan gratis.

“Sementara untuk biaya rapid test menjadi tanggung jawab wisatawan masing-masing,” tambah Irwan.

Tak dipungkiri pariwisata merupakan salah satu sektor utama penggerak perekonomian Sumatera Barat.

Dari data BPS Sumatera Barat saja, kurun waktu April hingga Juni 2020 tak ada kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumbar. Dengan dibukanya lagi kebebasan bepergian membuat pariwisata Sumbar kembali bergeliat. Dimana tingkat hunian hotel periode Mei hingga Juli telah menunjukkan progres kenaikan.

Update Data Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, 29 Agustus 2020 Petang

Persyaratan tersebut meliputi penunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 hasil negatif uji Swab berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction), atau minimal hasil non-reaktif rapid tes dari instansi yang berwenang dimana masa berlakunya selama 14 (empat belas) hari sejak surat keterangan dikeluarkan. 

Bagi wisatawan yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan hasil uji Swab berbasis PCR, dan saat rapid test hasilnya reaktif, diwajibkan mengikuti uji Swab termasuk yang berkeinginan menghilangkan status OTG (Orang Tanpa Gejala).

Gubernur juga mengingatkan, selama di Sumatera Barat pelancong berkewajiban melaksanakan protokol kesehatan, seperti selalu menggunakan masker atau pelindung wajah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau handsanitizer. Serta menjaga jarak minimal 1 meter pada saat berinteraksi dengan siapa saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *