Gubernur Irwan Prayitno: Pandemi Covid-19 Di Sumbar Terkendali

Pandemi Covid-19 Di Sumbar Terkendali

SUMBAR24.COM — Pengendalian pandemi covid-19 di Sumatera Barat secara umum masih terkendali. Dan saat ini masih terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi bersama seluruh pemangku kebijakan terkait.

Hal ini mengemuka saat rapat evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Kamis (03/09/20).

“Penambahan kasus positif dalam beberapa pekan terakhir, membuat langkah pemerintah daerah untuk bergerak pada dua sisi. Pertama dari sisi pemerintah dan satunya lagi dari masyarakat itu sendiri,” ungkap Gubernur Irwan.

Nagari Anduriang Pariaman Menuju Satu Data Indonesia

Menurut Irwan dari sisi pemerintah melakukan testing, tracking, isolation dan treatment.

“Tadi sudah saya ingatkan, tetap terus dukung Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, baik dukungan anggaran dan sebagainya,” ungkap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Menyangkut beberapa indikator pengendalian, tutur Gubernur, data menunjukkan positivity rate Sumbar rendah secara Nasional, sedangkan persentase testing rate ditetapkan tertinggi kedua setelah DKI Jakarta.

Selain itu indikator pada mortality rate dan incident rate juga rendah, dimana proses tracking dan tracing dilakukan secara masif. Artinya kinerja gugus tugas berada pada jalur yang benar dalam upaya mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Walaupun kita akui, bahwa evaluasi terus menerus harus tetap dilakukan untuk percepatan penanganan penyebaran virus ini,” ucapnya.

Disinggung tentang kapasitas laboratorium, Gubernur Irwan menuturkan bahwa pihaknya sedang mengupayakan penambahan mesin PCR ke pemerintah pusat.

Update 2 September, 66 Sembuh, Positif 88 Orang di Sumbar

“Kita minta melalui Lab FK Unand untuk menambah mesin PCR ke BNPB, target kita kalau bisa sehari 4.000 spesimen dan InsyaAllah sudah diproses. Semakin banyak yang kita testing, semakin besar pula peluang kita mengendalikan,” tuturnya.

Lebih lanjut kepada koordinator masing-masing bidang, Gubernur Irwan meminta untuk tetap melakukan langkah-langkah yang diperlukan secara terukur. Termasuk memulai sosialisasi penerapan Peraturan Daerah tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, yang dalam waktu dekat segera akan di sahkan bersama DPRD Sumbar.

“Sisi pemerintah InsyaAllah sudah on the track, kita minta gugus tugas terus memantau dan mengawasi. Jangan sampai lengah, sehingga bisa melakukan pengendalian. Semua kemungkinan terburuk sudah kita antisipasi, termasuk penyediaan ruang isolasi dan lain sebagainya. Sejak awal merebak pandemi ini, semua kemungkinan terburuk itu telah kita siapkan sampai Desember ini. Termasuk juga antisipasi di tahun 2021” ujar Irwan dengan optimis.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Sisi kedua dari masyarakat, melalui Perda nantinya pihak Satpol PP bersama Kepolisian akan melakukan tindakan-tindakan hukum yang diperlukan. Apakah berupa sanksi denda maupun kurungan,” jelas Gubernur Irwan.

Terakhir Gubernur Irwan mengatakan bahwa untuk menjawab pertanyaan sejumlah kalangan masyarakat, pihaknya memastikan tidak ada lagi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alasannya telah banyak disampaikan diberbagai kesempatan, termasuk persoalan ekonomi.

“Poinnya, jika seluruh komponen masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, penularan Covid-19 di Sumatera Barat InsyaAllah bisa dikendalikan. Jika semua disiplin, peluang nambahnya kecil, baik menularkan atau ditularkan. Kalaupun ada, pemerintah langsung melaksanakan testing, tracking, karantina dan lainnya,” simpul Irwan Prayitno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *