Kabar  

Tim Vaksin Merah Putih Temui Jokowi di Istana Bogor

Tim Vaksin Merah Putih Temui Jokwi di Istana Bogor
Dok. : Setneg.go.id

SUMBAR24.COM — Tim Vaksin Merah Putih diterima Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (09/09/20).

Presiden Joko Widodo meminta laporan perkembangan vaksin serta memberikan arahan agar tim mampu bekerja cepat dengan tetap mengikuti prosedur pengembangan vaksin yang berlaku.

“Penemuan dan produksi vaksin Covid ini sangat penting untuk dapat segera menangani krisis kesehatan maupun krisis ekonomi. Oleh sebab itu pagi hari ini saya mengundang Bapak dan Ibu sekalian untuk mendapatkan laporan mengenai perkembangan vaksin Merah Putih,” kata Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi berharap sangat pengembangan vaksin Merah Putih tersebut. Apalagi pengembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri juga menunjukkan kemampuan dan kemandirian bangsa Indonesia.

“Kita mampu mandiri dengan vaksin yang kita kembangkan dan kita produksi sendiri,” kata Presiden Jokowi.

Baca juga :

Lawan Pandemi, Presiden Joko Widodo : Fokus Nomor Satu Kesehatan

Kepala Negara juga telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19.

“Saya juga sudah menerbitkan Keppres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan vaksin Covid ini. Saya harapkan ini membantu sinergi dan konsolidasi semua unsur yang ada dalam mempercepat pengembangan vaksin,” ungkap Jokowi.

Presiden menunjuk Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai Ketua Tim Pengembangan Vaksin Covid-19.

Menteri Kesehatan dan Menteri BUMN akan bertindak masing-masing sebagai Wakil Ketua I dan II dengan anggotanya ialah Menteri Luar Negeri,

Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro, memberikan keterangan bahwa Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah memulai upaya pengembangan vaksin Merah Putih.

Lembaga ini menggunakan isolat virus yang beredar di Indonesia dan telah berproses mencapai 50 persen, dengan target uji kepada hewan pada akhir tahun ini.

Perkiraan awal tahun depan tim menargetkan agar bibit vaksin tersebut sudah dapat diserahkan kepada Bio Farma untuk dilakukan formulasi dan produksi dalam rangka uji klinis dari tahap satu hingga tiga.

“Setelah uji klinis selesai dan BPOM menyatakan bahwa vaksin ini aman untuk digunakan dan cocok untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap Covid-19, maka akan dilakukan produksi dalam jumlah massal oleh PT Bio Farma juga.

Perkiraannya di triwulan keempat 2021 kita bisa memproduksi dalam jumlah besar dan nantinya akan melengkapi vaksin Covid-19 yang awalnya akan didatangkan dari kerja sama dengan pihak luar,” sebut Bambang Brodjonegoro.

Baca juga :

Malaysia Tegaskan Lindungi Pengungsi Uighur, Tolak Permintaan China

Tim pengembangan vaksin Merah Putih nantinya juga akan mengajak beberapa perusahaan farmasi swasta. Karena Pemerintah memerlukan vaksin Covid-19 dalam jumlah besar untuk seluruh masyarakat.

“Karena itulah kami mengajak Bio Farma untuk melakukan ekspansi dan perusahaan-perusahaan swasta lain untuk ikut mendukung,” sebut Bambang.

“Bapak Presiden meminta agar kita bekerja dengan cepat tetapi yang paling penting mengikuti segala prosedur karena vaksin itu harus aman, tidak ada efek samping yang membahayakan, dan diharapkan berkhasiat untuk memperkuat daya tahan tubuh kita menghadapi virus Covid-19 yang kita tidak tahu akan berapa lama berada di dunia ini,” pungas BMenristek ambang Brodjonegoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *