Kinantan Bird Park Bukittinggi Resmi Dibuka Untuk Umum

oleh -39 views
Kinantan Bird Park Bukittinggi

SUMBAR24.COM — Kinantan Bird Park Bukittinggi secara resmi telah dibuka untuk masyarakat dan pengunjung kebun binatanag kota setempat atau lebih dikenal dengan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK).

Peresmian tersebut ditandai dengan pelepasan burung oleh Wali Kota Ramlan Nurmatias di kadang, Kinantan Bird Park Bukittinggi, yang sangat besar dan luas tersebut Senin (14/09/20).

Wali Kota Ramlan Nurmatias, menjelaskan, revitalisasi TMSBK dilakukan untuk memberikan suasana baru yang alami untuk hewan, sehingga hewan pun sejahtera.

Video peresmian Kinantan Bird Park Bukittinggi

Baca juga :

Video | ASN Balaikota Bukittinggi Ikuti Swab Tes

“Selain itu, revitalisasi juga dilakukan untuk menjadikan Kebun Binatang ini menjadi sarana edukasi dan konservasi bagi pengunjung,” jelas Ramlan.

Dijelaskan Ramlan bahwa , kebun binatang yang ada di Bukittinggi ini dibuat berbeda dengan kebun binatang lainnya yang ada di Indonesia.

“Kinantan Bird Park ini, tidak saja tempat rekreasi, tetapi lebih berfungsi sebagai tempat edukasi dan konservasi. Intinya, setiap pembangunan yang kita laksanakan, harus bermanfaat dan dapat mendatangkan hasil bagi masyarakatnya,” ujar Ramlan Nurmatias.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olah Raga, Supadria, menjelaskan, bahawa TMSBK saat ini memang dalan proses revitalisasi.

“Seperti saat ini untuk tahap I, dibangun Taman Burung yang diberi nama Kinantan Bird Park. Kinantan Bird Park dibangun diatas tanah seluas 2.500 m², diisi 40 sampai 50 jenis burung atau lebih seratus ekor burung,” ungkap Supadria.
.
Dijelaskan Supadria Kinantan Bird Park atau Taman Aviari ini merupakan taman burung terbesar di Sumatera. Dilengkapi dengan 13 kandang yang nyaman untuk burung burung yang dilindungi.

Baca juga :

Seorang Pegawai Balaikota Bukittinggi Positif Covid-19

“Pembangunan master plan ditahun 2018 dan pekerjaan fisik baru dilakasanakan tahun 2019 tahap I dan Tahap II tahun 2020, dengan total anggaran sebesar Rp 10,34 milyar yang berasal dari APBD Kota Bukittinggi,” sebut Supadria.

Saat ini Pemko Bukittinggi juga tengah melaksanakan pembangunan zona reptil yang berada di bawah tanah. Juga ada zona karnivora, seperti harimau, singa, macan dahan, dan kucing emas serta hewan karnivora lainnya.

Untuk zona reptil dan zona karnivora ini dibangun dengan anggaran Rp 12 milyar lebih yang bersumberkan dari APBD Kota Bukittinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *