Mulai 9 November, Pemko Padang Larang Pesta Perkawinan

oleh -172 views
Mulai 9 November mendatang, Pemko Padang larang pesta perkawinan

SUMBAR24.COM — Mulai 9 November mendatang, Pemko Padang larang pesta perkawinan. Hal tersebut diambil karena masih tingginya angka positif covid-19 di kota setempat.

Untuk itu Pemko Padang mengeluarkan Surat Edaran tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha di Kota Padang

Surat Edaran Wali Kota Padang dengan Nomor.870.743/BPBD-Pdg/X/2020 dikeluarkan karena melihat semakin tingginya angka penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Padang.

Baca juga :

Agar Tak Kena Sanksi, Plt Wako Hendri Imbau Warga Patuhi Perda AKB

Plt Wali Kota Padang Hendri Septa menjelaskan, larangan melaksanakan pesta pernikahan mulai diterapkan pada 9 November 2020 mendatang. Berdasarkan SE tersebut masyarakat dilarang melaksanakan pesta perkawinan di Gedung/Convention Centre, dirumah atau tempat-tempat lainnya.

Sementara, bagi masyarakat yang ingin melaksanakan perkawinan cukup melaksanakan akad nikah di Kantor KUA, rumah ibadah, atau dirumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Bagi masyarakat yang kedapatan melakukan pesta pernikahan maka akan dibubarkan dan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Plt. Wako Hendri.

Lebih jauh dijelaskan Hendri, untuk Batasan Bagi Pelaku Usaha, SE Wako tesebut mengatur, khusus untuk restoran, rumah makan, kafe, bar dan karoke masih diperbolehkan beroperasi dengan ketentuan kapasitas isi hanya 50 persen dari kapasitas ruangan dan tempat duduk sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga :

Pemko Padang Kembangkan Outlet Rendang Zahra Jadi IKM Pangan

“Bagi pelaku usaha yang kedapatan melanggar ketentuan tersebut diberikan sanksi tertulis atau denda administratif paling sedikit Rp. 1.500.000 atau paling banyak Rp. 2.500.000. Larangan untuk retoran, rumah makan, kafe, bar dan karoke sudah diberlakukan dari sekarang, ” jelas Plt Wako Hendri.

Hendri Septa mengatakan, diberlakukannya larangan pesta perkawinan mulai tanggal 9 November 2020. Karena waktu yang efektif dalam memberikan pertimbangan kepada masyarakat yang sudah jauh hari membuat rencana pesta dan telah membayar sewa tenda, cetak undangan dan lainnya.

“Kepada para camat dan lurah serta RT/RW, Saya berharap untuk mensosialisasikan surat edaran Wali Kota Padang tersebut kepada masyarakat banyak. Kita tentunya tidak berharap masyarakat terkejut dan merasa tidak tahu denga adanya SE tersebut,” pungkas Hendri Septa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *