Warga NU Saja Jijik Melihat Film My Flag

SUMBAR24.COM — Dirilis dari sebuah status akun Facebook, Rabu (28/10/20), masih soal Film My Flag yang Dibintangi pendekar NU gus Muwafiq, ” Kita Warga NU Saja Jijik Melihatnya” kata gus hasyim.

GELORA.COMNEWS – Tjetjep Muhammad Yasin, akrab dipanggil Gus Hasyim, alumni PP Tebuireng, Jombang ini mengaku prihatin menyaksikan film pendek “MY FLAG – MERAH PUTIH VS RADIKALISME’ Short Movie tayang di Kanal Youtube NU Channel, Kamis (22/10/20).

“Ini film sadis. Pertama, menjustifikasi bahwa perempuan bercadar, laki-laki celana cingkrang itu anti Merah Putih. Kedua, pertikaian perempuan sampai merampas cadar lalu mencampakannya, ini menunjukkan betapa jahat pembuat film tersebut,” jelasnya di kantor redaksi Duta.co, Senin (26/10/20).

Baca juga :

Abdul Halim Perdanakusuma, Kosmopolit Madura dan Pilot Pahlawan Nasional

Menurut lelaki yang berprofesi sebagai pengacara ini, sutradara film tidak mengerti Islam, tidak paham tentang Islam, tidak mengerti hukum cadar, tidak mengerti celana cingkrang.

“Saya heran, di situ ada Gus Muwafiq. Apa tidak tahu bahwa kakek-kakek kita, para penjuang kemerdekaan Republik Indonesia ini, (dulu) banyak yang bangga dengan celana cingkrang,” tandasnya.

“Begitu juga soal cadar. Hukum memakai cadar, Itu sudah jelas. Ada yang menghukumi wajib, silakan. Ada menanggap sunnah, mongo. Ada yang berpendapat, muka wanita itu tidak bukan aurat, silakan. Semua memiliki hujjah tersendiri,” lanjutnya.

Ia juga mempertanyakan, sejak kapan kita menghukumi pemakai cadar itu anti-Merah Putih. Menurutnya, ini menandakan dangkalnya pemahaman pembuat film terhadap Islam.

“Atau ini skenario ‘jual beli’ untuk mengadu domba umat Islam. Warga NU sendiri jijik melihat film seperti itu. Terbukti respon negatif atas film ini, jauh lebih besar ketimbang yang mendukung,“ pungkasnya.


Ini film lebih tepatnya dikasih judul sebagai film “penyebar ujaran kebencian” bukan film “my flag”. Ada-ada aja si pembuat film ini allohulmusta’an..

boikot film my flag

film yg unfaidah

film penyebar ujaran kebencian.

Demikianlah..
Dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *