Kisah Bos Kacang Garuda, Dulu Dibully dan Dihina, Kini Jadi Orang Terkaya

oleh -121 views
Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto
Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto (Foto: Kumparan)

SUMBAR24.COM — Siapa yang tak kenal dengan nama kacang legendaris “Kacang Garuda”. Nama makanan kemasan ini seakan-akan sudah menjadi jajanan khas Indonesia karena ketenarannya. Namun apakah kita tahu siapa dan bagaimana kisah Bos Kacang Garuda yang terbilang sangat sukses tersebut?

Oiya, produsen kacang kemasan ini pun, mungkin masih ada yang belum tau, ya? Baiklah, nama perusahaan tersebut adalah GarudaFood.

Begini kisahnya. Perusahaan ini dimiliki oleh Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto. Sejak 1958 silam (sebagai PT Tudung), GarudaFood telah memberi pengaruh banyak terhadap Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto.

Diawali dengan taraf hidup yang membaik, menjadi orang terkaya RI versi Forbes. Bahkan saat ini jasanya diminta oleh pemerintah untuk menjadi anggota Dewan Penasihat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Baca juga : Penghargaan Bintang Mahaputera Tetap Jadi Milik Gatot, Meski Tak Hadir Di Istana

Beginilah kisah Bos Kacang Garuda, Dahulu Dihina Miskin dan Aksen Namanya Jadi Bahan Ejeken

Sudhamek lahir di Rembang, Jawa Timur, pada 20 Maret 1956, dua tahun sebelum berdirinya cikal bakal GarudaFood yaitu PT Tudung.

PT Tudung didirikan pada tahun 1958, merupakan pabrik tepung tapioka yang didirikan oleh ayahnya. Meskipun memiliki pabrik, tetapi keuangan keluarga belum terbilang mapan.

Sudhamek bersaudara sebanyak 11 orang, meski punya pabrik, kehidupan mereka belumlah miliki harta melimpah. Bahkan, Sudhamek sering diejek sebagai orang yang miskin dan kere.

Saat masih bersekolah di SMA , Sudhamek pernah bermain ke rumah temannya yang merupakan anak seorang pemilik pabrik teh di Slawi. Alangkah sedihnya Sudhamek, bukannya sambutan hangat, malah ia menerima cercaan dari kakak temannya tersebut.

“Jangan mau bergaul dengan orang kere,” katanya kepada sang adik yang tidak lain adalah temannya.

Lantaran sakit hati mendengar hinaan tersebut ia naik darah, dan langsung menghajar kakak temannya itu.

Sepulang dari Slawi ia menceritakan pengalaman tersebut kepada sang ibunda. dan ibunya kemudian meneteskan air mata karena merasa sakit hati dan sedih karena laporan Sudhamek.

Waktu SMP nama “Sudhamek” sering pula menjadi bahan hinaan. Aksen namanya yang tak biasa selalu menjadi bahan candaan teman-temannya.

Soalnya ketika guru lagi absen, teman-temannya tertawa saat disebutkan nama “Sudhamek”. Bahkan Sudhamek sempat berniat mengganti nama pemberian orang tuanya itu.

Baca juga : Perjuangan Nining, Peserta MTQ Nasional Naik Motor 16 Hari Menuju Padang

Mendapat Tugas Negara Karena Kesuksesannya

Pada 2019 silam, Presiden Jokowi memberikan tugas negara kepada Sudhamek untuk menjadi Dewan Penasihat BPIP. Lembaga ini adalah sebuah lembaga interdependen yang khusus mengawasi soal Pancasila.

Ada kabar burung mengatakan bahwa nama GarudaFood juga terinspirasi dari kegagahan lambang Pancasila.

50 Orang Terkaya RI Tahun 2019

Kegigihannya dalam menjaga ambisinya patut diacungi jempol. Misalnya, di tahun 1998 saat krisis moneter, bisnis Sudhamek justru semakin berkembang dan sukses. GarudaFood malah melakukan ekspansi besar-besaran.

Bermula pada 1997 silam, GarudaFood mengepakkan sayap bisnisnya dengan memproduksi jenis jajanan lain selain kacang. Maka, Sudhamek menambahkan kata “Jaya” di belakang nama perusahaannya: PT GarudaFood Jaya.

Bahkan pada 1998, GarudaFood membeli PT Triteguh Manunggal Sejati, produsen jeli. Sehingga perusahaannya memproduksi semakin banyak jenis jajanan yang dipasarkan di dalam negeri hingga 70%.

Versi Forbes tahun 2019, Sudhamek masuk dalam daftar 50 Orang Terkaya RI. Menurut Forbes Sudhamek memiliki kekayaan senilai Rp 10,5 triliun.

Sumber : Kumparan

One thought on “Kisah Bos Kacang Garuda, Dulu Dibully dan Dihina, Kini Jadi Orang Terkaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *