,

Meteor Timpa Rumah Membawa Berkah, Warga Sumut Jadi Jutawan

oleh -68 views
Meteor Timpa Rumah Membawa Berkah
Dok. CNNIndonedia

SUMBAR24.COM — Ketiban Rezeki mungkin sudah menjadi istilah yang lumrah di kalangan masyarakat Indonesia. Namun apakah ketiban meteor pernah terpikirkan akan membawa rezeki pula? Apalagi meteor timpa rumah!

Warga asal Sumatera Utara Joshua Hutagalung (34) mendapati rumahnya tertimpa meteor yang berada di Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 1 Agustus 2020 lalu.

Meteor yang menimpa rumahnya itu pun tanpa disangka ditawar oleh seorang warga negara asing bernama Mr Jared yang tinggal di Bali. Meteor itu dibeli dengan harga yang lumayan fantastis yaitu Rp200 Juta oleh Mr Jared. Dan membuat Joshua akhirnya menjadi jutawan.

Baca juga : Kisah Bos Kacang Garuda, Dulu Dibully dan Dihina, Kini Jadi Orang Terkaya

Namun dalam sejumlah pemberitaan menyebutkan bahwasannya meteor tersebut dihargai Rp26 miliar. Untuk meluruskan itu dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (19/11/20), Joshua mengatakan bahwa meteor tersebut memiliki berat 1,8 kg dan di beli dengan harga Rp200 juta bukan Rp26 miliar.

“Pembelinya Mr Jared dari Bali. Meteor yang saya jual itu seberat 1,8 kg dengan harga Rp200 juta pada 17 Agustus 2020 lalu. Bukan £1,4 juta atau senilai Rp26 miliar seperti yang disebut di dalam sejumlah pemberitaan,” kata Joshua, Kamis (19/11/20).

Rencananya Joshua yang berprofesi sebagai perajin peti mati akan menggunakan uang dari hasil penjualan meteor tersebut untuk kegiatan amal serta merenovasi dapur rumah peninggalan orang tuanya.

“Uangnya saya bagi kedua dusun. Kemudian buat syukuran. Saya bagi juga ke tujuh bersaudara anak mamak saya. Sisanya untuk renovasi dapur rumah,” ungkap Joshua.

Selanjutnya Joshua menyebutkan meteor kecil itu menghantam rumanhya pada siang bolong dengan berat semuanya 2,2 kilogram dan batu meteorit itu jatih pada tiga titik di sekitar area rumahnya.

“Jatuhnya di persawahan dan beberapa desa sekitar. Jatuhnya dalam waktu yang bersamaan dan menimpa rumah saya. Saat ditemukan, batu itu masih dalam keadaan hangat. Kondisinya masuk ke dalam tanah karena kecepatannya cukup tinggi,” ucap Joshua.

Baca juga : Abdul Halim Perdanakusuma, Kosmopolit Madura dan Pilot Pahlawan Nasional

Sebelum dijual Pria asal Sumut itu sempat memberikan beberapa pecahan dari batu meteroit tersebut ke beberapa warga. Dari warga yang mendapat batu itu ada yang dijadikan batu cincin atau hanya sebagai koleksi saja.
“Sisa 5 gram untuk kenang-kenangan,” pungkas Joshua.

Ternyata sebelumnya Joshua telah menyimpan batu itu cukup lama. Karena kekecewaan atas tidak adanya tanggapan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Hal ini lah yang membuat Joshua memutuskan menjual batu meteor kepada Mr Jared.

“Kecewa kita. Karena kan itu kita simpan sudah lama batunya. Anak-anak juga mainin batunya. Takutnya, dicuri orang. Makanya saya jual saja. Sudah banyak yang menawar batu itu. Tapi akhirnya saya menjual kepada Mr Jared,” papar Jhosua.

Penulis : Raga Tabularasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *