,

Vaksin Corona Pfizer dan Moderna diklaim Efektivitas Tinggi, Tetap Miliki Efek Samping

oleh -11 views
Arab Saudi Siapkan Vaksin Virus Corona Sebelum Akhir Tahun
Dok : prbandungraya.pikiran-rakyat.com

SUMBAR24.COM — Pandemi yang sudah berlansung selama berbulan – bulan ini telah membuat banyak negara mengalami krisis baik negara berkembang ataupun negara adidaya seperti Amerika sekalipun.

Disebabkan oleh krisis yang berkepanjangan ini membuat banyak dari sejumlah perusahaan, peneliti, dan ahli dari berbagai negara berpacu untuk membuat vaksin anti Virus Covid- 19.

Saat ini banyak dari vaksin yang dibuat dan telah memasuki tahap akhir pengujian, yaitu fase 3 uji klinis. Dari sekian produk vaksin ada 2 vaksin yang mengklaim produk mereka memiliki efektivitas yang tinggi dengan rata- rata di atas 90 persen.

Pertama adalah vaksin yang diprosuksi oleh perusahaan Pfizer Amerika Serikat. Sejauh ini, protokol uji klinis Pfizer memberikan detail bahwa vaksinnya memenuhi standar keefektifan dan keamanan yang ditetapkan oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA). Dan Pfizer (AS) juga mengklaim produknya memiliki keefiktivitasan 90 persen.

Baca juga : Arab Saudi Siapkan Vaksin Virus Corona Sebelum Akhir Tahun

Selanjutnya masih dari Amerika yakni Moderna dengan tingkat efektivitas yang lebih tinggi, yakni 94,5 persen. Perusahaan mengklaim bahwa vaksinnya telah melindungi 94,5 persen dari seluruh relawan.

Dalam standarnya FDA merekomendasikan vaksin Covid-19 setidaknya memiliki kemanjuran 50 persen, yang berarti vaksin harus mengurangi kasus Covid-19 pada orang yang divaksinasi.

Walaupun telah memiliki tingkat efektivitasnya yang tinggi. Dua kandidat dari vaksin Covid-19 ini tetap mempunyai efek samping. Hal ini diketahui dari pemantauan yang dilakukan pada para relawan sesaat setelah mereka disuntikkan produk vaksin dalam proses uji klinis.


Pfizer
Profesor di Fakultas Kedokteran University of Anglia, Paul Hunter, menuturkan vaksin Pfizer memiliki sejumlah efek samping seperti sakit pada bagian lengan dan demam. Namun, Hunter menyebut efek samping adalah hal yang biasa terjadi pada proses vaksinasi, diberitakan The Guardian pada Selasa (10/11/20).

Sementara menurut perusahaan mereka, sebagian relawan menyebut mengalami bervariasi efek samping mulai dari ringan hingga sedang setelah menerima suntikan, baik berisi vaksin dari Pfizer atau plasebo.

Efek samping itu bisa berupa sakit otot, panas dingin, sakit kepala, dan kelelahan. Sebagian partisipan yang lain juga mengalami demam, termasuk demam tinggi.

Moderna
Mengutip Business Insider, Rabu (18/11/20), vaksin Moderna yang diproduksi oleh perusahaan yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, ini, memiliki beberapa efek samping bagi penggunanya.

Dalam proses uji klinis vaksin ini disuntikkan sebanyak dua kali. Antara suntikan pertama dan kedua berjarak 28 hari. Kebanyakan efek samping muncul setelah pemberian vaksin yang kedua.

Pada suntikan pertama, keluhan yang banyak (2,7 persen dari total relawan) dilaporkan adalah adanya rasa sakit di tempat bekas suntikan.
Sementara pada suntikan yang kedua, ada beberapa efek samping yang dilaporkan sebagaimana daftar berikut ini:

  • letih (9,7 persen partisipan)
  • sakit otot (8,9 persen partisipan)
  • sakit persendian (5,2 persen partisipan)
  • sakit kepala (4,5 persen partisipan)
  • nyeri di lokasi suntikan (4,1 persen partisipan)
  • muncul kemerahan di sekitar lokasi suntikan (2 persen)

Namun, perusahaan menyebut efek samping yang di sebabkan oleh vaksin ini bersifat ringan-sedang dan tidak berlangsung lama, sehingga masih bisa ditoleransi.

Penulis : Raga Tabularasa

2 thoughts on “Vaksin Corona Pfizer dan Moderna diklaim Efektivitas Tinggi, Tetap Miliki Efek Samping

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *