Kabar  

Hasil Swab Habib Rizieq Dipertanyakan, Polri akan Periksa RS UMMI

Hasil Swab Habib Rizieq Dipertanyakan
Habib Rizieq Shihab, Dok : pinterpolitik.com

SUMBAR24.COM — Buntut hasil swab Habib Rizieq Shihab berujung kisruh. Pasalnya kepolisian akan memanggil para direktur dan manajer pengelola RS UMMI, dan sejumlah aktivis kemanusian dari Mer-C Indonesia untuk menjalani pemeriksaan, Senin (30/11).

Dilansir dari Ihram, Ahad (29/11/20), Kepolisian melakukan tindakan tersebut karena adanya laporan LP/650/XI/2020/JBR/Polresta Bogor Kota. Tak dijelaskan siapa yang melaporkan.

Kadiv Humas Mabes Polri Argo Yuwono menerangkan dalam laporan tersebut dikatakan, adanya dugaan pelanggaran Pasal 14 ayat 1, dan 2 UU 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Baca juga : Meski Berjarak 120KM dari Jakarta, Pulau Sebira Kini Terang dengan Listrik Tenaga Surya

“RS UMMI diduga melakukan penghalang-halangan, atau menghambat kerja Satgas Covid-19 dalam penanganan, penanggulangan wabah penyakit menular,” kata Argo Yuwono. 

Mabes Polri menyatakan penyelidikan ini karena adanya dugaan pidana. Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai respon penyidik atas laporan dugaan penghalangan penanganan wabah penyakit menular Covid-19.

Argo menerangkan, pihak rumah sakit yang akan dimintai keterangan oleh kepolisian, Senin (30/11), yakni Direktur Utama (Dirut) RS UMMI Andi Tatat, Direktur Umum Najamuddin, Direktur Pemasaran Utama Sri Pangestu, dan Direktur pelayanan Rubaedah. Kepolisian, dikatakan Argo, juga akan memeriksa Zacki Faris Maulana selaku manajer di RS UMMI, Fitra Sri Lestari, Rahmi Fahmi Winda, yang diketahui sebagai perawat.

Adapun dari Mer-C Indonesia, kepolisian akan memanggil DR Hadiki Habib, dan DR Mea selaku kordinator Mer-C Indonesia.

“Pemanggilan dan pemeriksaan itu, berkaitan dengan laporan dugaan menghalangi atau menghambat penanganan wabah penyakit menular,” begitu kata Argo, dalam keterangan resmi yang diterima wartawan di Jakarta, Ahad (29/11).

Kata Argo, penyelidikan tersebut, akan dilakukan gabungan antara Dirtipidum Bareskrim, Direskrimum Polda Jabar, dan Satreskrim Polresta Bogor.

Penghalangan kerja tersebut, dikatakan terkait dengan keengganan pihak RS UMMI memberitahukan kepada Satgas Covid-19 Bogor terkait  hasil tes usap Habib Rizieq Shihab.

Baca juga : Dukung Peran MUI, Presiden Jokowi: Semangat Dakwah Adalah Merangkul, Bukan Memukul

“RS UMMI Kota Bogor Jawa Barat dinilai tidak memberikan penjelasan yang jelas dan terang terkait proses penanganan pasien tersebut,” begitu kata Argo dalam laporan kepolisian itu.  

Habib Rizieq Shihab diketahui dalam perawatan di RS UMMI. Pada Sabtu (28/11) malam, ia dikabarkan sudah pulang. Keluarnya ia dari rumah sakit, membuat spekulasi baru tentang kondisi kesehatannya.

Karena ada dugaan berdasarkan hasil swab Habib Rizieq Shihab terpapar Covid-19. Akan tetapi, pihak RS UMMI, tak bersedia membeberkan riwayat medis Habib Rizieq Shihab selama perawatan kepada Satgas Covid-19 dengan alasan perlindungan data medis pasien.

Sementara itu Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar kepada Republika, Ahad (29/11) menerangkan, Habib RIzieq Shihab dibolehkan pulang oleh RS UMMI karena memang kondisinya sudah memulih. Dugaan Habib Rizieq Shihab terpapar virus Corona, pun ia mentahkan.

“Alhamdulillah Habib Rizieq sehat wal-afiat. Karena itu, beliau dibolehkan untuk pulang,” terang Aziz.

Sumber : Ihram.co.id | https://ihram.co.id/berita/qkk20j327/buntut-tes-swab-habib-rizieq-polri-akan-periksa-rs-ummi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *