Peradaban Silam Anatolia di Turki, Terungkap Sejarah Kota Kuno Syedra

Terungkap Sejarah Kota Kuno Syedra
Salah satu bangunan kuno di Syedra. Dok: Alaturka.info

SUMBAR24.COM — Sejarah peradaban kuno Anatolia di Turki sangat menarik untuk dikenal. Pasalnya daerah ini telah menjadi tempat kelahiran banyak peradaban dan kerajaan besar. Kota-kota kuno dan situs arkeologi negara terus mengungkapnya, salah satu tempat yang kurang terkenal adalah kota kuno Syedra di provinsi Antalya, pantai Mediterania.

Hasil penggalian baru-baru ini menjelaskan periode Helenistik, Romawai, Bizantium, dan Anatolia Seljuk di Syedra. Proses penggalian mendapat izin dan dukungan dari Direktorat Jenderal Aset Budaya dan Museum Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Menurut hasil temuan, kota kuno Syedra berasal dari abad ketiga sebelum masehi (SM). Sementara pemukiman berlanjut hingga abad ke-13. Masa kejayaan Syedra pada abad kedua masehi, ketika tembok kota didirikan.

Salah satu reruntuhan bangunan kuno di Syeda, Turki. Dok : alaturka.info

Kota kuno Syedra terletak di distrik Alanya terkenal akan sistem infrastrukturnya yang dibuat untuk air bersih, jalan bertingkat, kolam, waduk, kuil kuno, dan bengkel. Ada juga gua yang menarik tempat pembaptisan berlangsung di era Kristen awal. Gua itu menonjol dengan lukisan dindingnya. Reruntuhan tempat-tempat tersebut dapat dikunjungi wisatawan secara gratis.

Baca juga : Arsitek Kena Covid, Peluncuran Cetak Biru Masjid Ayodhya Ditunda

Kepala Tim Penggalian, Ertuğ Ergurer mengatakan Syedra adalah salah satu kota terpenting di wilayah Kilikia. Ini mengacu pada fakta bahwa penggalian pertama di kota tersebut adalah penggalian penyelamatan pada tahun 1994-1999. Ergürer menyebut jalan berjajar yang dianggap sebagai jantung Syedra terungkap selama periode ini. Para tim juga lebih fokus pada bangunan utama selama penggalian tahun 2019 di pusat kota.

“Kami menemukan contoh arsitektur kuno di Syedra. Karena medannya yang menantang, fakta bahwa masyarakat Syedra dapat menghiasi kotanya dengan elemen arsitektur ini menunjukkan keasliannya. Ketinggian tiba-tiba naik 400 meter atau 1.300 kaki dari permukaan laut di sini,” kata Ergürer, dilansir Daily Sabah, Rabu (2/11).

Pemandangan kota kuno Syedra dengan laut Mediterania. Dok : alanya.com.tr

Seluruh kota didominasi oleh arsitektur Romawi dan Bizantium. Ergurer menyatakan mereka juga menemukan potongan keramik milik Seljuk Anatolia dalam penggalian baru-baru ini. Artefak yang ditemukan dalam penggalian sebelumnya berasal dari abad ketiga SM.

“Pada penggalian tahun 2020, kami menemukan keramik yang berasal dari abad kesembilan SM atau Zaman Besi di satu area. Sebagian besar bangunan di kota kuno telah dilestarikan hingga hari ini karena orang-orang di wilayah tersebut menyesuaikan struktur geologis dengan arsitektur dan sebaliknya,” ujar dia.

Sistem distribusi air di kota disiapkan dengan menghubungkan saluran ke waduk sebelum bangunan besar didirikan. “Kita bisa melihatnya di pemandian khususnya. Mereka menggunakan sumber daya air kota dengan sangat baik dan menyimpan air,” ucap dia.

Namun, Ergürer dan tim belum mengetahui fungsi dari beberapa bangunan di kota. Dia menambahkan penggalian telah diintensifkan di area pemandian yang merupakan struktur paling terawat. Menurut Ergürer, koin dan prasasti Romawi yang digali di daerah ini juga mengungkap keberadaan kompleks olahraga gulat.

Sambil menunjuk jalan berbaris dengan arsitektur megah yang terletak di jantung Syedra, Ergurer menjelaskan, daerah ini memiliki kolom granit yang pernah berdiri ditutupi dengan atap dan toko-toko besar dibangun di belakangnya. Selain itu, sejumlah tempat kerja yang terdeteksi di kota itu menunjukkan penduduk di sana giat terlibat dalam pembuatan minyak zaitun dan anggur.

Bagaimana, Sahabat? Tertarik untuk jalan-jalan ke Turki, Kota kuno Syedra?

Sumber : Ihram.co.id

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *