Kawasan Ekowisata Penyu Amping Parak, Cocok Bagi Wisata Keluarga

  • Bagikan
Kawasan Ekowisata Penyu Amping Parak Pesisir Selatan

SUMBAR24.COMKawasan Ekowisata Penyu atau dikenal dengan kawasan wisata Pantai Penyu yang terdapat di Kampung Pasar Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan terus berbenah dan semakin ramai dikunjungi masyarakat.

Dimulai sejak 2016 silam, kawasan ekowisata penyu ini sudah menjadi kebanggaan objek wisata di Kabupaten Pesisir Selatan.   

Berjarak 125 kilometer dengan menempuh 3 jam perjalan dari Kota Padang, lokasi ini menyajikan sejumlah keunggulan yang dimiliki bagi pengunjung.

Dilansir dari Sumbarprov.go.id, Sabtu (05/12/20), Ketua Laskar Turtle Camp (LTC) Amping Parak, Haridman Kambang, pengelola kawasan ekowisata penyu tersebut mengatakan dalam sepekan saja hampir seribuan pelancong.

Baca juga : Update 26 November Di Sumbar, 309 Orang Positif Terinfeksi Covid-19, Sembuh 266

“Upaya LTC Amping Parak mengembangkan kawasan yang selama ini gersang dan tidak terjaga, ternyata telah membuahkan hasil. Tidak kurang sebanyak 1.000 orang pengunjung yang datang ke kawasan ini dalam satu pekan,” kata Haridman.

Haridman menyampaikan selain nyaman untuk bersantai bersama keluarga sambil berwisata, di kawasan itu juga terdapat beberapa sarana penunjang yang akan membuat pengunjung akan semakin betah.

“Kawasan ini juga menyediakan beberapa fasilitas paket kunjungan seperti edukasi tentang penyu, edukasi mangrove dan vegetasi pantai, serta paket edukasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) bagi anak,” kata Haridman.
 
Sarana pendukung untuk paket ekowisata edukasi penyu tersebut adalah bak perawatan penyu, rumah penetasan perahu, pondok galeri, pondok diskusi, amphitheater.

“Sedangkan sarana pendukung edukasi mangrove adalah rumah pembibitan mangrove, area penanaman mangrove, tracking mangrove dan fasilitator. Paket edukasi untuk anak, kita disediakan pula sejumlah game bertema pengurangan risiko bencana,” ucap Haridman.

Untuk menambah daya tarik bagi pengunjung yang datang dari luar daerah, di kawasan ekowisata penyu itu juga disiapkan zona camping ground, dan family gathering.

“Bahkan di sekitar lokasi ini juga tumbuh penginapan-penginapan sederhana dan home stay dengan harga terjangkau. Nantinya kita juga merencanakan membuat rumah singgah bagi pengunjung yang ingin bermalam dengan berbagai sarana penunjang lainnya,” ucap Haridman.

Ditambahkan lagi kawasan yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari pinggir jalan nasional itu, memancing keingintahuan masyarakat untuk melihat lebih dekat kehidupan penyu.

“Motivasi pengunjung untuk datang ke lokasi ini tidak hanya sekedar untuk berwisata menikmati keindahan pantai dengan cemara lautnya yang rindang. Tapi juga ingin mengetahui dan melihat secara dekat hewan yang dilindungi jenis penyu yang dilakukan konservasinya di lokasi ini,” ungkapnya.

Wali Nagari Amping Parak, Akpal Rizonly, ketika dihubungi menjelaskan bahwa di Nagari Amping Parak sekarang juga telah terdapat sejumlah fasilitas umum diantaranya SPBU, penginapan, restoran dan tempat kuliner.

“Ekowisata Amping parak juga telah didukung oleh sejumlah regulasi di tingkat nagari. Misalnya Peraturan Nagari (Pernag) tentang ekowisata berbasis PRB, dan Pernag tentang perlindungan penyu dan habitatnya,” ungkap Akpal.

Plt Bupati Pessel, Mardi, ketika ditanya mengatakan bahwa kawasan ekowisata penyu Amping Parak sangat cocok dijadikan pilihan oleh orang tua untuk membawa anaknya berwisata. Sebab banyak ilmu yang akan didapatkan oleh anak sambil berwisata.  

“Berkat berbagai keunggulan yang dimiliki oleh kawasan ekowisata penyu, sehingga saya sangat mendukung pengembangan kawasan yang dilakukan LTC. Sebab lingkungan terjaga, dan ekonomi masyarakat juga tumbuh dan berkembang di kawasan yang memiliki luas sekitar 5 hektare itu,” ujar Mardi.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *