Gaya Hidup Jaman Now, Anak Muda Jepang : Mobil Bukanlah Simbol Status

  • Bagikan
Anak Muda Jepang
Dok. Goikuzo.com

SUMBAR24.COM — Bisa dibilang ironi kondisi yang terjadi saat ini di negara Matahari Terbit itu, pasalnya Anak Muda Jepang tak suka untuk memiliki mobil dalam kehidupan mereka.

Sementara Jepang adalah salah satu raja industri kendaraan bermotor di dunia. Pabrikan otomotif negara ini menguasai dunia seperti Toyota.

Namun industri otomotif Jepang adalah anomali. Disaat mobil-mobil mereka begitu laris di luar negeri, malah sebalinya di dalam negeri sendiri penjualannya justru berbasib buruk.

Bahkan beragam pameran otomotif yang dihadirkan sepi dari pengunjung, terutama anak-anak muda. Para anak muda Jepang lebih suka jalan kaki sebagaimana kita lihat di film-film.

Fenomena ini dikenal dengan kurama banare. Laman Japantimes pada 2008 lalu menulis, kuruma banare secara sederhana dapat diartikan sebagai demotorisasi. Pemikiran ini menganggap mobil atau kendaraan bermotor bukanlah simbol status. Sebaliknya, mereka anggap membeli mobil adalah sesuatu yang sia-sia.

Baca juga : Pisang Raksasa Papua, Tingginya Bisa Capai 25 Meter

Bagitu pula laman Green Car Congress juga pernah menulis fenomena yang telah terindikasi sejak medio 1990an ini. Menurut mereka, fenomena ini membuat Jepang menjadi negara maju pertama dimana warga yang punya mobil justru menyusut.

Contoh generasi kuruma banare adalah pemuda bernama Makino. Dia, dan teman sebayanya, menganggap mobil hanyalah alat, tak beda dibanding alat-alat lain. Menurutnya, mobil bukanlah refleksi dari identitas, selera, atau pendapatan, sebagaimana diyakini pemuda di negara lain, termasuk Indonesia.

Lalu, apa alasan munculnya fenomena ini? Januari lalu, laman Straitstimes melansir laporan survei dari asuransi mobil Sony Sompo. Kesimpulannya, generasi kuruma banare tak melihat adanya alasan untuk membeli mobil pribadi, di tengah angkutan umum yang semakin baik, terutama di pusat kota seperti Tokyo.

Ada pula yang berpendapat bahwa mereka tidak membeli mobil karena tak ingin merusak lingkungan. Kesadaran yang memang masih jarang ditemui.

Meski demikian, bukan berarti tak ada usaha dari pabrikan otomotif untuk mengubah keadaan ini. Tapi nampaknya, usaha mereka belum membuahkan hasil. Apalagi, saat ini regulasi dari pemerintah semakin menyulitkan kepemilikan mobil baru, terutama soal pajak kendaraan yang semakin tinggi.

Namun, bagaimana dengan Indonesai? Kasadaran para anak mudanya terlihat cenderung hedonis dan materialistis. Semoga saja fenomena kuruma banare berimbas ke Tanah Air.

Sumber : Liputan6.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *