Selamat! Insentif Guru Ngaji Di Payakumbuh Bakal Tingtong Ke Rekening

insentif guru ngaji di payakumbuh
Dok. Humas Kota Payakumbuh

SUMBAR24.COM — Tidak lama lagi, 493 orang para pengajar Alquran di Payakumbuh merasakan kebahagiaan. Pasalnya insentif guru ngaji untuk triwulan I tahun 2021 bakal cair dan ditransfer langsung ke rekening masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Agustion didampingi Sekretaris Azwardi, Kabid PAUD dan PNFI Syafni Hasni didampingi Kasi PNFI Asmar Efendi, Senin (22/03/21) mengatakan tahun 2021 ada 453 guru TPQ, TPSQ, dan MDTQ dan 40 guru Tahfiz di Payakumbuh yang mendapatkan insentif.

“Total dana insentif guru ngaji tersebut pada tahun ini sebanyak Rp. 2 Milyar lebih,” kata Agustion.

Adapun jadwal penandatanganan berkas insentif itu berlangsung sejak Jumat (19/03/21) kemarin, dimulai Kecamatan Payakumbuh Selatan, di mesjid Mujahadah Sawah Padang. Senin (22/03/21) bagi guru ngaji se Kecamatan Payakumbuh Utara di Kantor Dinas Pendidikan dan Payakumbuh Barat di Mesjid Gadang Balai Nan Duo.

Baca Juga : Saat Ramadhan, MUI Minta Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Pada Malam Hari

Hari Selasa (23/03/21) akan diproses bagi guru ngaji se Payakumbuh Timur di Mesjid Muhsinin Tiakar. Dan Rabu (24/03/21) guru ngaji se kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) di Mesjid Muttahidin Parambahan.

Agustion menambahkan, besaran insentif ini tergantung dengan sertifikasi guru mengaji. Dimana sertifikasi A menerima Rp. 450.000, sertifikasi B Rp. 400.000, sertifikasi C Rp. 380.000, dan non sertifikasi Rp. 368.500, sementara itu khusus untuk guru tahfiz dana insentifnya Rp. 350.000.

“Dasar hukum pemberian dana insentif guru TPQ, TPSQ, dan MDTQ ini Perda Nomor 10 tahun 2008 Tentang Wajib Baca Alquran Bagi Anak Sekolah yang dilaksnakan di TPQ, TPSQ, dan MDTQ. Juga bentuk komitmen pemerintah Kota Payakumbuh dalam menghargai jasa dari guru mengaji,” kata Agustion.

Baca Juga : Subhanallah, 104 Pasien Kecanduan Games Dirawat RSJ Provinsi Jabar

Meski seharusnya menerima sekali sebulan, untuk pelaksanaan diawal ini insentif yang diterima guru ngaji ini dirapel 3 bulan karena aliran kas APBD memang di bulan Maret baru bisa dicairkan.

Salahsatu guru TPA dari Balai Gurun, Hj Masni (76) yang sudah mengajar sejak tahun 1980an mengatakan dirinya sangat mengapresiasi Pemko Payakumbuh yang telah memperhatikan kesejahteraan guru ngaji di Payakumbuh.

“Kami merasa senang dan bersyukur, disamping mencari pahala dan ridha Allah, kami juga diberikan penghargaan oleh pemerintah dalam bentuk dana insentif guru ngaji. Hitung-hitung ini juga menambah pemenuhan kebutuhan kami selain belanja yang diberikan oleh anak. Harapan kami kalau bisa dana insentif ini ditambah sama pak wali Riza Falepi dan DPRD kedepan,” ujar Hasni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *