Rebranding Payakumbuh Sebagai Kota Randang, Tidak Hanya Sekadar Isapan Jempol Belaka

  • Bagikan
Rebranding Payakumbuh Sebagai Kota Randang, Tidak Hanya Sekadar Isapan Jempol Belaka
Dok Humas Kota Payakumbuh

SUMBAR24.COM — Tidak hanya isapan jempol belaka, sejak dideklarasikannya rebranding Kota Payakumbuh menjadi Kota Randang pada Desember 2018 silam, berbagai upaya luar biasa dilakukan Pemerintah Daerah untuk terus menggaungkannya ke tengah masyarakat.

Untuk itu Pemko Payakumbuh melalui sejumlah dinas terkait berkolaborasi untuk terus memasyarakatkan branding Payakumbuh Kota Randang dengan berbagai strategi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. 

Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan membangun Sentra IKM Randang yang dikelolal Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja pada UPTD Pusat Pelayanan dan Pengembangan Industri Rendang yang berlokasi di Lingkungan Padang Kaduduak, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Di Sentra IKM Randang berbagai kegiatan produksi dilakukan, mulai dari pembuatan, pengemasan serta promosi. Bahkan baru-baru ini masih di lokasi yang sama diresmikan sebuah showroom produk yang diberi nama Galeri the City of Randang.

Baca Juga : Randang Payakumbuh Akan Berangkat Ke Sumatera Utara

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan di sini. Mengapa tidak, makanan terlezat di dunia tersebut terbukti sampai saat ini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia bahkan sampai ke mancanegara, memberikan magnet tersendiri bagi masyarakat baik itu perusahaan, badan sosial, dan pemerintah daerah lain untuk belajar.

Misalnya saja melalui Sentra IKM Randang, Pemko Payakumbuh mengirimkan bantuan makanan siap saji berupa Rendang yang dikemas sesuai standar dan dikirim ke sejumlah lokasi bencana alam di Tanah air.

Bahkan beberapa pekan lalu rendang khas Kota Payakumbuh tersebut menemani keberangkatan prajurit TNI Batalyon 131/BRS ke Papua sebagai pasukan penjaga perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini.

Dengan membentuk badan usaha berupa Koperasi Sentra Payo. Sentra IKM Randang telah membuat sejumlah perjanjian kerjasama dengan beberapa perusahaan berskala Nasional dan Regional. Sebab perusahaan tersebut melihat ada peluang bisnis yang cukup menjanjikan di bisnis ini.

Lagi pula gaung Payakumbuh Kota Randang pun telah menjalar ke berbagai daerah. Hal ini terlihat saat kunjungan dari pemerintah pusat dan daerah lain ke Sentra IKM Randang seperti dari Kementerian Perindustrian, DPRD Bali, Dinas UKM Kalimantan Barat, Pemkab Bengkalis yang terbaru kunjungan dari Wali Kota Subulussalam Provinsi Aceh dan rata-rata setiap minggu ada dua kunjungan.

Tak ketinggalan dari akademisi serta kampus pun berkunjung ke Sentra IKM Rendang dalam rangka penelitian dan pengembangan atau hanya sekedar kunjungan biasa, seperti dari Universitas Andalas, Universitas Dharmas Indonesia, UNP, dan lain sebagainya.

Keberadaan Galeri The City Of Randang ini, bukan saja sebagai tempat promosi semata saat ada kunjungan pihak lain. Akan tetapi disini pengunjung bisa membeli langsung aneka olahan produk rendang.

Bahkan semua produk rendang yang ada di galeri, sudah berstandar ISO 20000. Sebuah persyaratan yang tak mudah didapatkan, karena untuk meraihnya, kualitas produk harus terukur secara Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sentra IKM Randang tidak hanya memproduksi satu jenis rendang saja, akan tetapi ada sekitar 9 varian randang lainnya juga tersedia dan ditampilkan di galeri tersebut. Di antaranya seperti randang daging sapi, randang jamur, pasta randang, randang suir ayam, randang suir sapi, randang telur, dan randang tuna.

Baca Juga : Dengar Paparan Direktur PT Mutigo, Riza Falepi : UKM Payakumbuh Siap Tembus Pasar Global

Oleh karena itu rebranding Payakumbuh The City Of Randang sangat didukung Wali Kota Riza Falepi. Orang nomor satu di Kota Randang ini  sangat yakin akan keberadaan branding baru ini, mampu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.

Menurut Wali Kota, dengan adanya Kampung Rendang yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian tersebut akan menjadi magnet tersendiri dalam membangun dan mengembangkan Industri kecil dan menengah di Payakumbuh.

“Saya yakin dengan rebranding Payakumbuh City of Randang akan memberikan dampak positif terhadap perekomian Payakumbuh asalkan produk yang dihasilkan benar-benar berkualitas, punya daya saing, memiliki inovasi yang kreatif dalam masalah packaging dan lain sebagainya,” kata Wako Riza Falepi optimis.

Sependapat dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota (Wawako) Erwin Yunaz yang sangat getol mempromosikan rendang dan bertekad mewujudkan brand baru Kota Payakumbuh dengan “The City of Randang” di level Nasional bahkan Internasional  berupaya lebih keras lagi.

“Ini salah satu yang ingin kita capai, bagaimana perekonomian kita terus bergerak positif, walaupun saat ini pandemi virus korona masih terjadi.

Kita tahu pentingnya branding untuk sebuah kota. Dengan apa yang sudah kita lakukan dalam tiga tahun kepemimpinan ini, kita berhasil membuat ikon baru untuk Kota Payakumbuh,” kata Erwin Yunaz.

Wawako Erwin Yunaz menyebutkan, bersama dengan Wali Kota Riza Falepi, Pemko Payakumbuh akan terus mengawal dan menyempurnakan branding yang dideklarasikan sejak 17 Desember 2018 itu.

“Kita harus dapat mengenalkan Kota Payakumbuh sebagai Kota Randang yang mampu menghasilkan rendang dalam skala besar. Dan hingga saat ini kita juga sudah memperkenalkan rendang dan brandingnya ke berbagai pihak, daerah dan negara lain. Mudah-mudahan dengan berjalannya waktu ini akan menjadi lebih populer lagi. Dan pasti, prosesnya tidak ada yang instan melainkan usaha yang keras, bersama-sama dan berkelanjutan ” pungkas Erwin Yunaz.

  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *