Dipercaya BPOM, Wawako Erwin Yunaz Berbagi Cerita Rebranding Payakumbuh Kota Randang Di Mataram

  • Bagikan
Wawako Erwin Yunaz Berbagi Cerita Rebranding Payakumbuh Kota Randang Di Mataram
Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz saat menjadi narasumber di Mataram. Dok Humas Pemko Payakumbuh

SUMBAR24.COM — Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) mengundang Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz untuk berbagi cerita Rebranding Payakumbuh Kota Randang dan sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Penggalangan Komitmen untuk Pengembangan Pangan Lokal dengan Potensi Pemrosesan Steril Komersial.

FGD yang bertujuan menjalin kemitraan dan sinergisme antar Sektor Pemerintah yang diselenggarakan BPOM di Hotel Santika, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (09/06/21).

Wawako Erwin Yunaz menjelaskan dirinya diundang sebagai Perwakilan UPTD Pusat Pelayanan dan Pengembangan Randang Kota Payakumbuh untuk berbagi pengalaman tentang pembangunan Sentra Rendang Payo-Payakumbuh kepada 25 stakeholder di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga : Jalur Kelok 44 Kembali Normal, Usai Evakuasi Bus Pariwisata Tersangkut di Kelok 10

“Kita berbagi informasi dengan pejabat OPD di Provinsi NTB, ada akademisi, dan ketua asosiasi. Selain berbagi ilmu, ini kesempatan besar kita juga dalam mempromosikan produk Randang kita kepada dunia luas,” kata Erwin Yunaz.

Diinformasikan Erwin Yunaz, pola pengelolaan city branding, (rebranding Payakumbuh Kota Randang – red), yang dilakukan oleh Kota Payakumbuh sudah mendapat pengakuan dari instansi pusat, seperti BPOM dan Kementerian Koperasi dan UKM. Lembaga-lembaga tersebut menilai langkah yang dilakukan Pemko Payakumbuh, sangat tepat untuk kebangkitan pengelolaan UMKM dan dianggap sebagai role model nasional.

“UMKM naik kelas dengan sentralisasi, terlihat jelas bahwa peran pemerintah sangat dibutuhkan. Mereka menilai yang dilakukan oleh Payakumbuh terstruktur. Memberanding adalah sesuatu yang awam di pemerintahan, sesuatu yang baru. Sementara ini adalah pola profesional dibawa ke pemerintah, plat merah rasa swasta,” ungkap Erwin Yunaz.

Menurut Erwin, membranding suatu daerah ternyata sangat berpotensi bagi kemajuan daerah tersebut. Apalagi jika disandingkan dengan potensi yang melekat dengan kearifan lokal dimana UMKM itu berada.

“Salah satu sukses story-nya kita, dengan mewakili Ranah Minang mengklaim randang sebagai makanan khas asal Indonesia. Banyak kearifan lokal lain yang harus dikelola dengan baik. Dengan pola pekerjaan kita selama ini di swasta, kita diterapkan ke pemerintah dan cara merebranding diakui oleh kementerian. Kita juga melibatkan kampus atau akademisi dalam membuat literasi, karena disitulah intelektual berbicara,” cerita Erwin.

Sementara itu Direktur Pengawasan Produksi Pangan Olahan Cendekia Sri Murwani menyampaikan FGD ini digelar dalam rangka mengawal dan mendukung peningkatan daya saing industri, khususnya UMKM Pangan Steril Komersial.

Badan POM melakukan upaya peningkatan sinergisme antar pemangku kepentingan dengan pendekatan konsep ABG (Academic-Business-Government) dengan tujuan mensosialisasikan dan menumbuhkan minat dari stakeholder terkait untuk mengembangkan sentra-sentra fasilitas sterilisasi komersial yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk melakukan proses sterilisasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *