Semangat Pingin Kuliah, Disya Tak Jadi Vaksin Karena Belum 18 Tahun

  • Bagikan
Disya Tak Jadi Ikut Vaksin Di Balai Tongah Koto Karena Umur Belum 18 Tahun
Dok. Humas Kota Payakumbuh

SUMBAR24 — Disya, warga Lingkungan Nan Kodok, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Kecamatan Payakumbuh Utara yang baru saja lulus sekolah dari SMAN 2 Payakumbuh harus bersabar satu bulan lagi, pasalnya dirinya tidak jadi disuntik vaksin Covid-19 petugas kesehatan karena umurnya masih belum 18 tahun.

Disya yang mengaku ingin divaksin karena mau masuk kuliah itu menyebut sengaja datang ke PAUD Bougenville Lingkungan Balai Gurun, Kelurahan Balai Tongah Koto, Senin (28/06/21) atas kesadarannya sendiri.

“Sayang sekali, 1 bulan lagi umur saya baru 18 tahun, kata petugasnya sesuai prosedur harus menunggu dahulu, tidak apa-apa sih,” ujar gadis manis berseragam pramuka itu saat diwawancara media.

Ada lagi, Sarah (23) warga setempat yang ikut vaksinasi menyampaikan datang bersama kakaknya. Sarah bertanya ke petugas kesehatan apakah orang yang sudah pernah positif Covid-19 tak perlu lagi divaksin, karena orang tuanya pernah positif Covid-19.

“Ternyata lebih baik ikut vaksin, nanti akan kami bawa orang tua ke tempat vaksinasi selanjutnya. Terkait berita-berita hoax, kita selalu bertanya ke orang yang berkompeten, memang nyatanya setelah divaksin tak ada apa-apa seperti hoax yang beredar itu, tapi ada rasa kebas karena telah disuntik itukan wajar,” kata mahasiswi semester 8 di Universitas Padjajaran Bandung itu.

Menurut petugas Puskesmas Tarok, selain Disya, ada 1 lagi warga berumur di bawah 18 tahun yang datang mendaftar ikut vaksinasi.

“Umur mereka baru 17 tahun, yang satu ulang tahun pada akhir Juli dan satu lagi di Agustus,” kata petugas di meja pendaftaran.

Ketika dihubungi via whatsapp, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal menyampaikan memang usia dibawah 18 tahun belum diperbolehkan ikut vaksinasi, saat ini target pemerintah baru lansia, petugas publik, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan warga berusia di atas 18 tahun.

“Kita mengapresiasi antusias dari masyarakat yang ikut vaksinasi, tetapi untuk patuh aturan, tetap usia di bawah 18 tahun belum boleh ikut,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, vaksinasi tahap ke dua untuk Kelurahan Balai Tongah Koto yang dilaksanakan Puskesmas Tarok dibawah pimpinan Rika Rahmawati itu tampak dikuti oleh anak-anak muda umur 19 tahun keatas dan sebagiannya ibu-ibu rumah tangga.

Menurut Lurah Balai Tongah Koto Ronal Sutan Parmato menyampaikan pelaksanaan vaksinasi di Balai Tongah Koto untuk tahap satu telah selesai dilaksanakan pada pertengahan Juni lalu. Untuk tahap kedua baru selesai dilaksanakan di lingkungan Balai Jariang beberapa hari lalu.

“Pada hari ini dilaksanakan di lingkungan Balai Gurun, setelah ini bakal dilaksanakan di Balai Godang,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Desfitawarni yang selalu mobile memonitor pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya itu ikut mensosialisasikan kepada warga tentang perlunya ikut divaksin. Camat juga berharap warga yang sudah divaksin dapat ikut menjelaskan kalau hoax yang beredar seputar vaksinasi harus dilawan, bukan diterima begitu saja.

“Mari kita sukseskan gebyar vaksinasi di Payakumbuh, semakin banyak divaksin, semakin banyak masyarakat yang imun terhadap dampak Covid-19. Dengan begitu, kita bakal bisa mewujudkan Payakumbuh ke zona hijau dan kita bisa beraktivitas normal kembali, ini ikhtiar kita bersama,” ungkapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *