Kabupaten Agam Jadi Bagian Studi Atmosfer Khatulistiwa Dunia

  • Bagikan
Kabupaten Agam Jadi Bagian Studi Atmosfer Khatulistiwa Dunia

SUMBAR24.COM — Kabupaten Agam patut berbangga, pasalnya sebuah kolaborasi ilmiah antara Indonesia dan Jepang dalam studi atmosfer khatulistiwa bakal dilaksanakan di daerah ini.

Setelah sukses beroperasi selama dua dekade, melalui radar canggih yang dirancang untuk mengukur kecepatan angin dan turbulensi itu juga telah mendatangkan banyak manfaat bagi wilayah di Agam.

Hal itu disampaikan Bupati Agam, Andri Warman, saat memberikan sambutan secara virtual pada peringatan 20th Anniversary Eaquatorial Atmosfer Radar (EAR) Koto Tabang, Senin (20/09/21).

Baca Juga : Sembuh 24 Orang Dan Jumlah Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 135 Orang

Bupati Agam menyebut, beroperasinya EAR dengan baik selama 20 tahun terakhir menunjukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Research Institute for Sustainable Humanosphere (RISH) Kyoto University memiliki komitmen yang kuat di bidang riset keantariksaan.

“Untuk itu, Kabupaten Agam sangat bangga bisa menjadi bagian dari kerjasama internasional ini, dengan dipilihnya Koto Tabang sebagai tempat beroperasinya EAR,” ujar Bupati Andri Warman.

Dalam perjalanan EAR selama 20 tahun terakhir imbuh Bupati, Kabupaten Agam juga mengambil peran dalam mendukung kelancaran pengembangan riset atmosfer tersebut bagi dua negara, Indonesia – Jepang.

Peran itu seperti memberikan izin lingkungan, perizinan konstruksi, rekomendasi pengembangan wilayah, serta persyaratan administrasi lainnya terkait pengembangan fasilitas LAPAN di Agam.

Menurutnya, selama LAPAN beroperasi di Kabupaten Agam, khususnya melalui EAR telah banyak menghasilkan penelitian dan pengembangan (litbang) serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi jenjang pendidikan S1, S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri.

“Dengan beroperasinya EAR di Koto Tabang ini, juga memacu pembangunan dan pengoperasian peralatan mutakhir lain di bidang antariksa,” urai Bupati.

Selain itu, LAPAN juga memberi beberapa hasil penelitian yang bisa dimanfaatkan oleh Kabupaten Agam seperti foto citra satelit, data-data antariksa dan atmosfer, serta menerima dan membimbing siswa-siswa yang berkunjung ke LAPAN Agam untuk mengenal tentang Iptek keantariksaan.

“Terkait kopetensi LAPAN yang lain seperti satelit, roket dan penerbangan, kami dari pemerintah daerah mengharapkan supaya Kabupaten Agam menjadi salah satu daerah yang menjadi target penggunanya, kami membuka diri untuk itu,” tutur Bupati.

Ditambahkan bupati, Pemerintah Kabupaten Agam siap mendukung visi LAPAN untuk menjadikan Koto Tabang sebagai Pusat Unggulan Dinamika Atmosfir Equator.

“Keberadaan fasilitas EAR dan peralatan canggih lainnya sangat penting bagi tercapainya visi tersebut. Kami berharap fasilitas- fasilitas tersebut juga dapat menjadi pusat penelitian dunia,” simpul Bupati.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *