Ingat! Anak Usia Dini Belum Boleh Diajarkan Calistung Tapi Pendidikan Karakter

  • Bagikan
Anak Usia Dini Belum Boleh Diajarkan Calistung Tapi Pendidikan Karakter

SUMBAR24.COM — Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) belum boleh diajarkan kepada anak usia dini, melainkan pendidikan karakter harus ditekankan.

Untuk memberikan pemahaman dan persamaan persepsi kepada guru dan orang tua terhadap calistung ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Program Kesiapan Bersekolah di Kota Padang Panjang, Selasa (21/09/21) di Aula Hotel Rangkayo Basa.

Bunda PAUD Padang Panjang, Dian Puspita Fadly Amran, yang menjadi salah satu pemateri di bimtek ini menyebutkan, perlu penyamaan persepsi antara lembaga pendidikan formal, nonformal dan pendidikan dasar. Sehingga ada kesinambungan pola pendidikan secara berjenjang sesuai dengan usia perkembangan anak.

Baca Juga : Di Padang Panjang, SKD CPNS dan CPPK Bakal Digelar 5-9 Oktober

“Sama diketahui, anak-anak usia dini belum diperbolehkan belajar calistung. Jangan sampai nanti di sekolah belum diajarkan, namun di rumah diajarkan oleh orang tua,” katanya.

Memaksa anak usia di bawah lima tahun (balita) menguasai calistung, jelas Dokter Dian, dapat menyebabkan anak terkena Mental Hectic, yaitu anak menjadi pemberontak. Penyakit itu akan merasuki anak saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD), lantaran merusak kecerdasan mentalnya.

“Ia mungkin tampak jenius secara kognitif. Namun fungsi otak lainnya akan terganggu. Otak manusia tidak hanya berfungsi untuk mengolah informasi kognitif, namun juga nalar dan karakter atau akhlak,” ungkap Dian.

Dijelaskannya, untuk tumbuh kembang anak di periode emas ini, anak-anak butuh diajarkan bagaimana berinteraksi dengan teman-temannya.

“Mengenalkan cara menyebut nama sendiri, nama orang tua, saudara dan teman-temannya adalah hal yang bagus diajarkan. Karena pada periode emas tersebut, otak akan paling banyak menyerap apa yang dilihat dan didengar anak,” terang Dian di hadapan 32 peserta yang terdiri dari perwakilan kepala kekolah, guru PAUD serta orang tua murid itu.

Sementara Kepala Disdikbud, M. Ali Tabrani, menyampaikan, kesiapan anak untuk bersekolah, sangat perlu diperhatikan. Usia berapa anak harus diajarkan membaca, mengenal lingkungan dan sebagainya harus diperhatikan sejak dini.

“Kita harapkan layanan PAUD di Padang Panjang dapat lebih terjamin, sehingga tumbuh kembang anak lebih optimal. Manfaatkanlah bimtek ini dengan sebaik-baiknya, karena ini juga menjadi sarana komunikasi dalam meningkatkan layanan yang optimal bagi kesiapan bersekolah anak usia dini,” tuturnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *