Kembali, Sebanyak 648.900 Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Tanah Air

  • Bagikan
Sebanyak 648.900 Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Tanah Air

SUMBAR24.COM — Kembali tiba di tanah air, vaksin AstraZeneca sebanyak 648.900 dosis yang akan tiba pada Rabu (22/9/2021). 

Dilansir dari InfoPublik.id, kedatangan vaksin AstraZeneca yang masuk dalam kedatangan tahap ke-73 ini, sampai ke tanah air sekitar pukul 10.10 WIB di Terminal Kargo, Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Menggunakan maskapai Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ956. 

Kedatangan vaksin AstraZeneca kali ini, dikemas dalam kontainer yang dilengkapi dengan pendingin udaranya (RAP). kemudian, instansi yang berkaitan dengan vaksin akan mempersiapkan berbagai keperluan administrasinya terlebih dahulu. 

Baca juga : Sita dan Cairkan Harta Obligor BLBI, Satgas BLBI Pulihkan Hak Negara

Selesai proses tersebut, vaksin AstraZeneca segera diangkut dengan menggunakan satu kendaraan truk kontainer terbuka. Untuk dibawa ke Gudang  PT Bio Farma yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat dengan pengawalan dari Polri dan TNI. 

Diperkirakan vaksin ini, sampai ke tujuan di atas pada sekitar pukul 14.00 WIB di sana. Mengingat, perjalanan antara Bandara Soetta ke Bandung memakan waktu tempuh sekitar 3-4 jam melalui jalur darat. 

Vaksin yang datang pada kali ini, didapatkan melalui skema kerja sama bilateral pembelian langsung atau direct purchases.  Yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari baik dalam maupun luar negeri. 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, ada tiga cara pemerintah mengamankan pasokan vaksin COVID-19 bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga, penanganan wabah global COVID-19 dapat dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan dapat efektif. 

Pertama, dengan cara kerja sama bisnis yakni pembelian langsung atau direct purchases dosis vaksin COVID-19 dengan perusahaan farmasi terkemuka di dunia. Sehingga, vaksin yang didapatkan tersebut dapat berkhasiat mencegah infeksi berat dari wabah global COVID-19. 

“Perjanjian yang sifatnya bussines to bussines yang dilakukan oleh pemerintah,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, melalui konferensi pers secara virtual beberapa waktu lalu. 

Kedua, pemerintah melakukan kerja sama yang melibatkan berbagai pihak dari mulai organisasi internasional maupun negara yang disebut dengan multilateral. Melalui kerja sama itu, Indonesia mendapatkan dosis vaksin dari berbagai merek dalam beberapa waktu ke depan. 

Ketiga, pemerintah mendapatkan pasokan vaksin dari bantuan atau hibah dari negara lain. Yang termasuk dalam berbagi dosis atau dose sharing yang saat ini sedang dilakukan oleh seluruh negara untuk mendorong kesetaraan akses vaksin. 

Terkait dengan vaksin di atas, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 22 Februari 2021, telah menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA untuk Vaksin AstraZeneca. Sehingga penggunaan vaksin ini dapat dipastikan aman dalam berkontribusi pada vaksinasi massal yang sedang digencarkan pemerintah. 

Pencapaian vaksinasi yang telah dilakukan oleh pemerintah bersama dengan pemangku kepentingan terkait sudah melebihi 120 juta masyarakat yang sudah divaksin COVID-19. 

Dari rilis yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 21 September 2021. Masyarakat yang sudah divaksin pada dosis 1 berjumlah 81.083.498 orang, masyarakat yang sudah divaksin dosis 2 berjumlah 46.125.790 orang, dan masyarakat atau tenaga kesehatan (nakes) yang sudah divaksin dosis 3 mencapai 868.736 orang. 

Tibanya vaksin pada hari ini, membuat stok vaksin yang dimiliki oleh Indonesia semakin banyak.  Dengan total vaksin yang akan dimiliki oleh Indonesia saat ini berjumlah 268.199.400 dosis vaksin COVID-19 dalam bentuk jadi maupun bentuk mentah (bulk). 

Rincian vaksin COVID-19 yang akan dimiliki Indonesia yaitu sebanyak 217.476.280 dosis vaksin Sinovac dalam bentuk jadi maupun bulk, sebanyak 24.492.200 dosis vaksin AstraZeneca, sebanyak 8.200.000 dosis vaksin Sinopharm, 8.000.160 dosis vaksin Moderna, 9.088.560 dosis vaksin Pfizer, dan 500.000 dosis vaksin Janssen (Johnson & Johnson). 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *