Peduli Keselamatan Pengunjung, Pemko Siapkan Posko Tim Penyelamat di Pantai Padang

  • Bagikan
Posko Tim Penyelamat di Pantai Padang1

SUMBAR24.COM — Usai menyaksikan simulasi penyelamatan pertolongan korban di pantai serta memasang tanda larangan berenang, Wali Kota Hendri Septa menutup pelatihan mitigasi bencana di kawasan Pantai Cimpago, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Kamis (28/10/21).

Wako mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pemko Padang melalui Dinas Pariwisata Kota Padang dengan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista).

“Penyelamatan korban di pantai, juga merupakan bagian dari upaya Pemko Padang untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pengunjung wisata pantai yang menjadi ikon ini. Selanjutnya, posko tim penyelamat wisata pantai akan di bangun di kawasan ini,” ungkapnya lagi.

Baca Juga : 60 Penyandang Disabilitas Netra Kota Padang Terima Wakaf Alquran Braille

Wako menambahkan, terkait peralatan yang dibutuhkan oleh tim penyelamat nanti seperti perahu karet, pelampung dan lainnya akan dilengkapi oleh Pemko Padang.

“Namun demikian, kita juga akan berkoordinasi dengan BNPB untuk mendapatkan bantuan fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Raju Minropa menjelaskan, saat ini Dinas Pariwisata Kota Padang sedang membahas pengamanan keselamatan pengunjung wisata pantai.

“Pengamanan terhadap pengunjung wisata pantai harus menjadi perhatian serius. Pertama, pengamanan terhadap pengunjung wisata di laut dan kedua, pengamanan di darat. Selanjutnya akan diwujudkan partisipasi masyarakat atau komunitas yang dibina oleh Dinas Pariwisata Kota Padang dengan Balawista sebagi tim reaksi cepat,” jelas Raju.

Ia menambahkan apa yang menjadi harapan nantinya, yaitu Dinas Pariwisata akan membangun posko bersama dengan BPBD, Basarnas,TNI POLRI dan komunitas lainnya yang terkait dengan penyelamatan pengunjung wisata pantai.

“Untuk tahap awal akan digunakan fasilitas dari BPBD, Damkar dan Basarnas sambil menunggu peralatan yang lebih optimal. Sesegera mungkin disusun dokumen perencanaannya yang lebih matang untuk membangun posko bersama dilengkapi peralatan yang sesuai dengan kebutuhan”, pungkas Raju.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *