Gubernur Sumbar Mahyeldi Resmikan Objek Wisata Lembah Batu Limo

  • Bagikan
Lembah Batu Limo

SUMBAR24.COM — Meski diguyur hujan deras, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan objek wisata Lembah Batu Limo, Kelurahan Silaing Atas, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), Ahad (05/12/21). Disambut dengan tarian dari Sanggar Batu Limo dan kudapan-kudapan asli dari Batu Limo, Buya Mahyeldi terkesima dengan wisata Lembah Batu Limo yang tersembunyi ini.

“Wisata Lembah Batu Limo ini sangat berpotensi sekali. Banyak yang bisa dilakukan dan dieksplor di sini. Seperti pemandian di sungai, ternak ikan, penampilan budaya, tempat bersantai. Ke depan ini bisa dibuka flying fox dan panjat tebing. Ini bisa memikat para wisatawan untuk datang ke sini,” ujarnya.

Wali Kota, Fadly Amran, juga berharap Lembah Batu Limo ini bisa menjadi wisata unggulan di Kota Padang Panjang.

“Ini bisa menjadi wisata unggulan kita, dengan kolaborasi antara kita semua untuk mewujudkan hal ini,” tuturnya.

Saat peresmian, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bukit Surungan, Faiz Fauzan El Muhammady Datuak Bagindo Marajo menceritakan sejarah dari Batu Limo. Merupakan sebuah revitalisasi, yang mana Batu Limo ini sudah ada sejak dahulu kala. Ini adalah wilayahnya masyarakat Kenagarian Bukit Surungan, Kampung Silaing dan Pasar Usang.

“Ini sudah ada sejak lama, menjadi tempat mandi-mandi bagi warga dan dari dahulu banyak anak Thawalib yang mandi ke sini dan juga dari mancanegara. Kita berharap ke depannya bisa bekerja sama dalam menjadikan ini sebagai wisata yang baju dan berpotensi,” ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti Wisata Lembah Batu Limo oleh Gubernur Mahyeldi, Wako Fadly dan juga Ketua KAN. Secara simbolis juga dilakukan pemotongan pita.

Turut dihadiri Wakil Wali Kota, Drs. Asrul, anggota DPRD H Nasrullah Nukman, SH, Forkopimda, jajaran pengurus KAN Busur, Camat PPB Fhandy Ramadhona, lurah se-PPB, dan tokoh masyarakat.

Gulai Itiak Lado Hijau Silaing

Peresmian Wisata Lembah Batu Limo dipenuhi dengan kudapan dan makanan asli dari Batu Limo. Dibuka dengan makan bersama, memakan nasi yang dibungkus dengan daun pisang, dengan lauk yang jadi ciri khas setempat, seperti Gulai Itiak Lado Hijau, Sampadeh Dagiang dan Pangek Ikan.

Gulai Itiak Lado Hijau menjadi favorit bagi para undangan yang hadir. Kendati diguyur hujan deras, tidak menghalangi untuk menyantap hidangan tersedia. Malah lebih enak lagi dinikmati saat hujan deras.

Setelah memakan makanan utama, para undangan juga disajikan dengan kudapan-kudapan asli dari Batu Limo. Ada minuman Jahe Spesial dengan Sarai, Yogurt Anisa, Kerupuk Talas. Selain itu juga ada kudapan asli Padang Panjang seperti Pergedel Jagung dan Kacang Rebus.


Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, SP Datuak Marajo sangat menikmati kudapan-kudapan yang disajikan masyarakat sekitar Batu Limo.

Para undangan yang datang tidak berhenti menikmati kudapan yang sudah disajikan. Begitu juga dengan Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano.

Wako Fadly terus menikmati semua sajian satu per satu di tengah cuaca yang dingin dan hujan deras.
“Kudapan asli dari Batu Limo ini enak-enak semua. Apalagi Jahe Spesial ini sangat cocok dimakan saat cuaca dingin seperti ini. Begitu juga dengan Itiak Lado Hijau, sangat pas sekali rasanya,” ungkapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *