Susunan daftar 23 skuad Timnas Indonesia U-17 akhirnya resmi diumumkan oleh pelatih Kurniawan Dwi Yulianto jelang ajang bergengsi Piala Asia U-17 2026. Komposisi pemain yang dipilih menjadi representasi kekuatan terbaik Garuda Muda untuk bersaing di level Asia.
Sebanyak 23 pemain dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17. Menariknya, terdapat tiga pemain diaspora yang menjadi perhatian utama. Kehadiran mereka diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan tim secara signifikan.
Ketiga pemain diaspora tersebut adalah Mike Rajasa, Noha Pohan, dan Mathew Baker. Mereka memiliki pengalaman bermain di luar negeri, yang diyakini bisa membawa pengaruh positif bagi performa tim di turnamen nanti.
BACA JUGA: Klasemen BRI Super League Pekan 30 Terbaru: Persib vs Borneo Sengit di Puncak, Persis Terancam
Daftar 23 Skuad Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Asia 2026
Berikut Daftar 23 Skuad Timnas Indonesia U-17 yang akan berlaga di Piala Asia U-17 2026:
Kiper:
Noah Leo Duvert (Bali United)
Abdilla Ishak (Persija Jakarta)
Mike Rajasa (FC Utrecht)
Pemain Belakang:
Pandu Aryo (Persik Kediri)
Putu Ekayana (Bali United)
Farik Rizqi (Adhyaksa FC)
Zidane Raditya (Persis Solo)
Mathew Baker (Melbourne City)
Farrel Luckyta (PSS Sleman)
Made Arbi (Bali United)
Peres Akwila (Persija Jakarta)
Pemain Tengah:
Fardas Farras (Borneo FC)
Girly Andrade (Persik Kediri)
Chico Jericho (ASIOP)
Keanu Senjaya (Bali United)
Noha Pohan (NAC Breda)
Alfredo Naraya (Persebaya Surabaya)
Miraj Rizky (Adhyaksa FC)
Duva Yunna (Persebaya Surabaya)
Pemain Depan:
- Ridho (Persija Jakarta)
- Ichiro Akbar (Bhayangkara FC)
- Sean Rahman (Persik Kediri)
- Fardan Ary (Adhyaksa FC)
Peran Penting Pemain Diaspora
Masuknya tiga pemain diaspora menjadi strategi penting yang diterapkan oleh Kurniawan. Mike Rajasa yang bermain di klub Belanda FC Utrecht diharapkan memperkuat sektor penjaga gawang.
Sementara itu, Noha Pohan dari NAC Breda akan menambah kreativitas di lini tengah. Sedangkan Mathew Baker yang bermain di Melbourne City diproyeksikan memperkuat lini pertahanan.
Kehadiran mereka membawa pengalaman dari kompetisi yang lebih kompetitif, sekaligus meningkatkan standar permainan Timnas Indonesia U-17.
Tantangan Berat di Fase Grup
Timnas Indonesia U-17 tergabung di Grup B bersama tim-tim kuat seperti Jepang, China, dan Qatar. Ketiga negara tersebut terkenal memiliki tradisi kuat di sepak bola usia muda Asia.
Menghadapi lawan-lawan tersebut tentu bukan perkara mudah. Jepang adalah tim dengan disiplin taktik tinggi, sementara China dan Qatar memiliki fisik serta kualitas individu yang mumpuni.
BACA JUGA: The Gunners Beruntung, Drama Penalti Warnai Laga Atletico Madrid vs Arsenal
Situasi ini membuat Garuda Muda harus tampil maksimal sejak pertandingan pertama jika ingin lolos ke fase gugur.
Modal Persiapan Belum Maksimal
Menjelang turnamen, Timnas Indonesia U-17 sebenarnya telah menjalani berbagai persiapan. Salah satunya adalah dengan mengikuti ajang Piala AFF U-17 2026.
Namun, hasil yang mereka raih belum sesuai harapan. Garuda Muda gagal melaju dari fase grup, yang menjadi evaluasi penting bagi tim pelatih.
Selain itu, sejumlah laga uji coba juga belum memberikan hasil positif. Beberapa kekalahan yang mereka alami menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Harapan Besar untuk Garuda Muda
Meski menghadapi tantangan besar, harapan tetap tinggi terhadap skuad muda Indonesia. Kombinasi pemain lokal dan diaspora hendaknya mampu menciptakan keseimbangan tim.
BACA JUGA: Statistik Dibalik Laga PSG vs Bayern: Duel Spektakuler 9 Gol di Semifinal Liga Champions
Kehadiran pemain diaspora memberikan warna baru dalam permainan, baik dari segi teknik maupun mental bertanding. Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk bersaing lebih kompetitif di level Asia.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Timnas Indonesia U-17 diharapkan mampu memberikan kejutan di Piala Asia U-17 2026 dan mengharumkan nama bangsa.






