Dino Prizmic mencuri perhatian dunia tenis setelah mencatat kemenangan terbesar dalam kariernya di Italian Open. Petenis muda asal Kroasia itu sukses menumbangkan Novak Djokovic dengan skor 2-6, 6-2, 6-4 pada babak kedua di Roma, Jumat waktu setempat.
Kemenangan sensasional tersebut membawa Prizmic melaju ke putaran ketiga sekaligus mencatat kemenangan keduanya atas pemain Top 10 dunia. Di usia 20 tahun, Prizmic menunjukkan mental luar biasa saat menghadapi idolanya sendiri dalam pertandingan penuh tensi di lapangan tanah liat Italia.
Dino Prizmic Bangkit Setelah Kehilangan Set Pertama
Pertandingan awalnya tampak akan berjalan mudah bagi Djokovic. Juara enam kali Rome Open itu tampil dominan pada set pertama dan berhasil menang 6-2 dengan permainan agresif dari baseline.
Namun situasi berubah drastis pada set kedua. Djokovic terlihat mengalami masalah fisik dan beberapa kali tampak kelelahan di tengah pertandingan. Petenis Serbia berusia 38 tahun itu beberapa kali membungkuk sambil memegang lutut di sela poin dan berjalan perlahan menuju kursinya saat pergantian gim.
BACA JUGA: Juara Tunggal Putri Mutua Madrid Open 2026: Marta Kostyuk Akhirnya Tembus Gelar WTA 1000
Melihat kondisi lawannya mulai menurun, Prizmic meningkatkan agresivitas permainannya. Ia tampil lebih percaya diri dalam reli panjang dan mampu mengontrol tempo pertandingan dengan pukulan konsisten dari baseline.
Prizmic akhirnya merebut set kedua dengan skor 6-2 sebelum memastikan kemenangan di set penentuan 6-4.
Dalam wawancara usai pertandingan, Prizmic mengaku sangat emosional bisa mengalahkan pemain yang selama ini menjadi idolanya.
“Saya sangat menghormati Novak. Dia adalah idola saya. Ini pertandingan luar biasa bagi saya,” ujar Prizmic.
Performa Gemilang Dino Prizmic di Musim 2026
Kemenangan atas Djokovic semakin menegaskan perkembangan pesat Dino Prizmic sepanjang musim 2026. Sebelumnya, ia juga mencatat kemenangan atas Ben Shelton saat tampil impresif di Madrid Masters bulan lalu.
BACA JUGA: Preview Final Tunggal Putri Mutua Madrid Open 2026: Andreeva vs Kostyuk Siap Adu Tajam
Dalam beberapa bulan terakhir, performa Prizmic memang terus menanjak. Tahun lalu ia masih berada di peringkat 334 dunia, namun kini petenis Kroasia itu sudah menembus posisi 79 besar ATP, yang menjadi ranking tertinggi dalam kariernya sejauh ini.
Prizmic juga sedang berada dalam performa terbaik setelah memenangkan delapan dari sembilan pertandingan terakhirnya, termasuk babak kualifikasi di Madrid dan Roma. Konsistensi tersebut membuatnya mulai dipandang sebagai salah satu rising star baru di ATP Tour.
Kemenangan atas Djokovic sekaligus membuat Prizmic menjadi petenis Kroasia pertama yang mencapai putaran ketiga di Rome Open sejak Borna Coric pada 2023.
Novak Djokovic Kehabisan Energi di Roma
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi hasil mengejutkan bagi Djokovic. Petenis peringkat empat dunia itu tampil untuk pertama kalinya sejak turnamen Indian Wells pada Maret lalu dan terlihat belum menemukan kondisi fisik terbaiknya.
Meski sempat menunjukkan perlawanan di set ketiga, Djokovic akhirnya gagal mengimbangi energi dan intensitas permainan Prizmic. Kekalahan ini juga menjadi catatan buruk bagi Djokovic karena untuk pertama kalinya ia tersingkir di laga pembuka Rome Open dengan rekor 18 kemenangan dan 1 kekalahan.
BACA JUGA: Petenis Muda 21 Tahun Alexander Blockx Bersinar Meski Kalah, Zverev Melaju ke Final Madrid Open
Meski demikian, Djokovic diperkirakan tetap fokus mempersiapkan diri menuju French Open atau Roland Garros akhir bulan ini. Ia masih memburu gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya.
Tantangan Berikutnya Menanti Prizmic
Setelah menyingkirkan Djokovic, Prizmic akan menghadapi Ugo Humbert di putaran ketiga. Petenis Kroasia itu kini memburu pencapaian terbaiknya di level ATP Masters 1000 dengan target menembus babak 16 besar untuk pertama kalinya.
Dengan performa impresif dan kepercayaan diri yang terus meningkat, Dino Prizmic menjadi salah satu nama muda yang patut diperhatikan di musim tenis 2026. Kemenangan besar atas Novak Djokovic di Roma bisa menjadi titik penting dalam kariernya menuju level elite ATP Tour.






