Tenis  

Alexander Zverev Lolos dari Tekanan Daniel Altmaier di Rome Open 2026

Alexander Zverev Lolos dari Tekanan Daniel Altmaier di Rome Open 2026
Alexander Zverev - Dokumentasi IG: @atptour & @alexzverev123

Alexander Zverev memulai langkahnya dengan kemenangan di Italian Open 2026 setelah menundukkan kompatriotnya, Daniel Altmaier, dengan skor 7-5, 6-3 pada babak kedua, Jumat waktu setempat.

Meski berstatus unggulan kedua sekaligus juara dua kali di Roma, Alexander Zverev harus bekerja keras menghadapi permainan agresif Altmaier. Pertandingan bahkan sempat tertunda lebih dari 90 menit akibat hujan sebelum akhirnya Zverev memastikan kemenangan dalam waktu 1 jam 44 menit.

Hasil ini menjaga peluang Zverev untuk meraih gelar ketiganya di turnamen ATP Masters 1000 Roma setelah sebelumnya menjadi juara pada 2017 dan 2024.

Alexander Zverev Hadapi Laga Sulit di Awal Turnamen

Alexander Zverev mengakui pertandingan melawan Altmaier berjalan sangat sulit, terutama dari sisi fisik. Petenis peringkat tiga dunia itu mengaku tidak berada dalam kondisi terbaik saat tampil di lapangan tanah liat Roma.

BACA JUGA: Dino Prizmic Kejutkan Novak Djokovic di Rome Open 2026

“Ini pertandingan yang sulit secara fisik. Saya tidak merasa terlalu baik. Dia bermain luar biasa hari ini,” kata Zverev usai laga.

Sejak awal pertandingan, Altmaier mampu memberikan tekanan lewat pukulan groundstroke keras dan variasi permainan yang membuat Zverev beberapa kali keluar dari ritmenya. Bahkan, Zverev gagal menutup set pertama saat sudah unggul 5-3 sebelum akhirnya bangkit dan mengamankan set tersebut dengan skor 7-5.

Kesulitan kembali muncul pada set kedua ketika Zverev kehilangan servis lebih dulu di game ketiga. Momen itu terjadi setelah ia terpeleset saat mencoba mengejar drop shot lawannya.

Namun pengalaman dan kualitas Zverev berbicara di saat-saat penting. Ia perlahan kembali mengontrol reli dan mulai bermain lebih agresif dari kedua sisi lapangan.

Konsistensi Jadi Kunci Kemenangan Zverev

Meski melakukan cukup banyak unforced error, Zverev tetap mampu menjaga efektivitas permainannya. Petenis Jerman itu membukukan 26 winner sepanjang pertandingan untuk meredam permainan solid Altmaier.

BACA JUGA: Juara Tunggal Putri Mutua Madrid Open 2026: Marta Kostyuk Akhirnya Tembus Gelar WTA 1000

Permainan agresif tersebut menjadi pembeda utama dalam laga ini. Setelah menemukan ritme terbaiknya di pertengahan set kedua, Zverev tampil lebih tenang dan sukses menutup pertandingan straight set.

Kemenangan ini juga membuat Zverev menyamai catatan 28 kemenangan di Rome Open pada era Open, sejajar dengan legenda tenis seperti Thomas Muster dan Adriano Panatta.

Hasil positif di Roma menjadi respons penting bagi Zverev setelah sebelumnya kalah straight set dari Jannik Sinner pada final Madrid Open pekan lalu.

Peluang Rematch dengan Jannik Sinner

Dengan kemenangan ini, Zverev tetap berada di jalur yang sama dengan Sinner untuk potensi pertemuan ulang di final Rome Open 2026. Namun sebelum memikirkan laga tersebut, ia harus lebih dulu melewati tantangan berikutnya di babak ketiga.

Zverev dijadwalkan menghadapi petenis muda Belgia, Alexander Blockx. Sebelumnya, Zverev pernah mengalahkan Blockx saat semifinal Madrid Open, tetapi perkembangan sang pemain muda membuat pertandingan nanti diprediksi tidak akan mudah.

BACA JUGA: Preview Final Tunggal Putri Mutua Madrid Open 2026: Andreeva vs Kostyuk Siap Adu Tajam

Selain Zverev, sejumlah unggulan lain juga berhasil melaju ke putaran ketiga. Casper Ruud menang meyakinkan atas Zachary Svajda, sementara Jiri Lehecka mengatasi Jan-Lennard Struff dan akan bertemu Ruud pada babak berikutnya.

Zverev Kembali Jadi Ancaman di Lapangan Tanah Liat

Rome Open kembali menjadi salah satu turnamen penting bagi Zverev dalam persiapannya menuju French Open. Permukaan tanah liat memang menjadi salah satu lapangan favoritnya, terbukti dari rekam jejak impresif yang ia miliki di Roma dalam beberapa musim terakhir.

Meski belum tampil sempurna di laga pembuka, kemenangan atas Altmaier menunjukkan mental dan pengalaman Zverev masih menjadi senjata utama di turnamen besar. Jika mampu meningkatkan kondisi fisik dan konsistensi permainan, peluangnya untuk kembali melaju jauh di Roma tetap terbuka lebar.