Kontroversi hindrance mewarnai kemenangan Aryna Sabalenka saat menyingkirkan Elina Svitolina di semifinal Australian Open 2026.
Keputusan wasit yang dianggap merugikan justru memicu amarah petenis nomor satu dunia itu, sebelum akhirnya tampil semakin agresif dan mengunci kemenangan dua set langsung, 6-2, 6-3, untuk melangkah ke final.
Bermain di Rod Laver Arena, Sabalenka sempat kehilangan satu poin penting pada awal set pertama setelah wasit Louise Azemar Engzell memberikan poin kepada Svitolina akibat teriakan Sabalenka yang dinilai mengganggu reli.
Momen tersebut langsung memancing reaksi keras dari juara bertahan Australian Open itu.
Sementara itu, Hindrance adalah situasi di mana seorang pemain terganggu atau terhalang saat melakukan pukulan oleh tindakan lawan (disengaja/tidak disengaja) atau gangguan eksternal, yang mengakibatkan hilangnya konsentrasi atau kemampuan bermain.
BACA JUGA: Alcaraz vs Zverev: Duel Hidup-Mati Menuju Final Australian Open, Siapa Gugur di Ambang Sejarah?
Kontroversi Hindrance yang Mengubah Jalannya Laga
Insiden terjadi saat kedudukan 2-1 di set pertama. Wasit menilai Sabalenka mengeluarkan dua suara setelah memukul bola, dengan suara kedua dianggap sebagai hindrance atau gangguan saat Svitolina mengembalikan bola dari baseline.
Sabalenka tak terima dengan keputusan tersebut dan langsung melayangkan protes.
Ia meminta peninjauan ulang, namun meski review dilakukan, keputusan wasit tetap dipertahankan.
Hal itu membuat Sabalenka terlihat kesal dan terus berdiskusi singkat dengan wasit di tengah pertandingan.
Dalam konferensi pers seusai laga, Sabalenka menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah ia alami sepanjang kariernya, terutama terkait kebiasaan grunt atau suara napas saat bertanding.
“Itu sama sekali bukan teriakan, saya hanya menghembuskan napas,” kata Sabalenka.
“Keputusannya sangat aneh dan jujur saja membuat saya marah.”
Amarah Berbuah Permainan Lebih Agresif
Alih-alih kehilangan fokus, Sabalenka justru menjadikan insiden itu sebagai bahan bakar emosional.
Petenis asal Belarusia tersebut meningkatkan intensitas permainan, memukul bola lebih keras, dan mengambil inisiatif serangan lebih awal.
Ia mengakui bahwa kemarahannya akibat keputusan wasit justru membantunya menguasai permainan.
Sabalenka tampil dominan sejak pertengahan set pertama dan tidak memberi banyak celah bagi Svitolina untuk berkembang.
“Saya jadi bermain lebih agresif setelah itu,” ujar Sabalenka.
“Keputusan tersebut benar-benar membantu saya menaikkan level permainan.”
Svitolina, yang mencoba tetap tenang dan konsisten dari baseline, kesulitan mengimbangi tekanan Sabalenka.
Rally panjang kerap berakhir dengan winner atau pukulan agresif dari unggulan teratas turnamen tersebut.
BACA JUGA: Pegula Gagal Cetak Sejarah! Rybakina Melenggang ke Final Australia Open 2026
Menuju Final Keempat Beruntun di Melbourne
Kemenangan ini memastikan Sabalenka tampil di final Australian Open untuk keempat kalinya secara beruntun, sebuah pencapaian luar biasa di era tenis modern.
Ia kini berpeluang meraih gelar Australian Open ketiganya sekaligus mempertegas dominasinya di lapangan keras.
Di partai final, Sabalenka akan menghadapi Elena Rybakina dalam laga ulangan final Australian Open 2023.
Saat itu, Sabalenka menang tiga set dan meraih gelar Grand Slam pertamanya.
Rybakina sendiri melaju ke final setelah menyingkirkan Jessica Pegula dengan skor 6-3, 7-6(7) di semifinal lainnya.
Petenis Kazakhstan tersebut terkenal sebagai salah satu pemain dengan kekuatan pukulan yang sebanding dengan Sabalenka.
Duel Kekuatan di Partai Puncak
Menghadapi Rybakina, Sabalenka menyadari bahwa laga final nanti akan menjadi duel kekuatan dari baseline.
Kedua petenis sama-sama mengandalkan servis keras dan pukulan datar yang agresif.
BACA JUGA: Aryna Sabalenka Tak Terbendung! Melaju ke Final Australia Open 2026
“Kami punya sejarah pertandingan yang luar biasa,” kata Sabalenka.
“Dia pemain yang sangat kuat. Jika memang harus bertemu lagi di final, saya siap untuk pertarungan besar.”
Dengan emosi, kekuatan, dan sejarah rivalitas yang sudah terbangun, final Australian Open kali ini pasti akan menjadi salah satu duel paling panas di kalender tenis dunia.






