Ferrari Copot Adami, Lewis Hamilton Bakal Punya Race Engineer Baru Jelang Musim 2026

Ferrari Copot Adami, Lewis Hamilton Bakal Punya Race Engineer Baru Jelang Musim 2026
Lewis Hamilton - Dokumentasi IG: @lewishamilton

Musim 2026 akan menjadi titik balik penting dalam karier Lewis Hamilton bersama Ferrari. Setelah melalui tahun debut yang penuh tantangan, Lewis Hamilton bakal punya Race Engineer baru.

Hal ini adalah sebuah keputusan strategis yang menandai dimulainya babak baru dalam upaya Scuderia Ferrari mengembalikan sang juara dunia ke jalur persaingan teratas Formula 1.

Ferrari secara resmi mengonfirmasi bahwa Hamilton tidak lagi bekerja dengan Riccardo Adami mulai musim depan. Perubahan ini bukan sekadar rotasi internal, melainkan sinyal kuat bahwa tim Kuda Jingkrak ingin membangun ulang fondasi teknis demi hasil yang lebih kompetitif.

Musim Sulit Hamilton Bersama Ferrari

Kepindahan Lewis Hamilton ke Ferrari sempat menjadi buah bibis sebagai salah satu transfer terbesar dalam sejarah Formula 1 modern.

Namun realita di lintasan tak semulus ekspektasi. Sepanjang musim pertamanya, Hamilton kerap kesulitan menemukan konsistensi, baik dalam kualifikasi maupun saat balapan.

Adaptasi dengan karakter mobil Ferrari, pendekatan teknis tim, hingga komunikasi di pit wall menjadi tantangan tersendiri.

Beberapa kali, percakapan Hamilton dengan race engineer terdengar tegang melalui radio tim—cukup untuk memicu spekulasi di kalangan penggemar dan analis F1.

Meski masih menunjukkan kilasan kelasnya sebagai juara dunia tujuh kali, Hamilton belum mampu tampil stabil untuk bersaing reguler di papan atas. Ferrari pun menyadari bahwa perubahan struktural perlu dilakukan.

Riccardo Adami Pindah Peran, Ferrari Siapkan Arah Baru

Ferrari mengumumkan bahwa Riccardo Adami kini mendapat tugas baru di internal tim, tepatnya di Scuderia Ferrari Driver Academy.

Adami akan berperan dalam pengembangan pembalap muda serta pengelolaan program mobil uji dari musim-musim sebelumnya.

Keputusan ini dipandang sebagai langkah saling menguntungkan. Pengalaman panjang Adami di Formula 1 tetap dimanfaatkan, namun tanpa harus berada di bawah tekanan langsung sebagai race engineer Hamilton.

Ferrari juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Adami selama bertugas di sisi lintasan. Langkah ini menegaskan bahwa perpisahan tersebut bukan karena konflik personal semata, melainkan bagian dari restrukturisasi jangka panjang.

Lewis Hamilton Bakal Punya Race Engineer Baru

Dengan peran Adami yang bergeser, otomatis Lewis Hamilton Bakal Punya Race Engineer Baru untuk musim 2026. Ferrari memang belum mengumumkan siapa sosok yang akan mengisi posisi krusial tersebut, namun penunjukan ini akan menjadi salah satu keputusan teknis terpenting tim.

Race engineer bukan hanya penyampai data, melainkan partner utama pembalap dalam mengambil keputusan strategis di tengah balapan. Komunikasi yang selaras, kepercayaan, dan pemahaman gaya balap menjadi kunci utama.

Bagi Hamilton, memiliki race engineer yang cocok bisa menjadi faktor pembeda, terutama di fase akhir kariernya yang masih sarat ambisi meraih gelar dunia kedelapan.

Ferrari dan Tekanan Besar Musim 2026

Musim 2026 juga bertepatan dengan era regulasi baru Formula 1, termasuk perubahan besar pada unit tenaga dan aerodinamika. Ferrari jelas tak ingin menyia-nyiakan momentum ini.

Dengan Charles Leclerc sebagai pembalap andalan jangka panjang dan Hamilton sebagai figur berpengalaman, Ferrari berada di persimpangan penting.

Keputusan menunjuk race engineer baru untuk Hamilton diharapkan mampu menyatukan visi teknis tim dengan gaya balap agresif sang juara dunia.

Banyak pihak menilai bahwa musim debut hanyalah fase transisi. Ferrari kini ingin memastikan bahwa musim-musim berikutnya tak lagi hadapai banyak kesalahan komunikasi atau miskalkulasi strategi.

Tantangan Terakhir Sang Juara Dunia

Bagi Lewis Hamilton, perubahan ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk menulis ulang kisah besarnya di Formula 1. Di usia yang tak lagi muda untuk ukuran pembalap F1, Hamilton masih menyimpan ambisi besar.

Ia datang ke Ferrari bukan untuk sekadar menutup karier, melainkan mengejar sejarah. Dukungan teknis yang solid, termasuk chemistry dengan race engineer baru, akan sangat menentukan apakah ambisi itu realistis atau hanya tinggal cerita.

Ferrari paham betul bahwa waktu adalah faktor krusial. Karena itu, keputusan terkait struktur tim, termasuk posisi race engineer, kini dilakukan dengan kehati-hatian ekstra.

Menanti Pengumuman dan Harapan Baru

Ferrari memastikan bahwa nama race engineer baru untuk mobil bernomor #44 akan diumumkan dalam waktu dekat. Hingga saat itu, spekulasi akan terus bergulir, seiring harapan besar publik terhadap kebangkitan Hamilton bersama tim legendaris asal Maranello.

Satu hal yang pasti, musim 2026 bukan sekadar angka di kalender. Ia adalah simbol harapan, perubahan, dan mungkin, kesempatan terakhir bagi Lewis Hamilton untuk sekali lagi berdiri di puncak dunia bersama Ferrari.