Pembalap Thailand, Somkiat Chantra, memberikan kabar terbaru terkait proses pemulihan cederanya jelang musim 2026.
Somkiat Chantra menegaskan bahwa proses recovery berjalan dengan baik dan ia menargetkan kembali membalap pada putaran kedua ajang Superbike World Championship (WorldSBK).
Cedera tersebut didapat Chantra saat menjalani latihan pramusim di Sepang pada Januari lalu.
Insiden tersebut membuatnya mengalami cedera serius pada kedua lengan dan harus menjalani operasi.
Somkiat Chantra Targetkan Comeback di Portugal
Akibat cedera tersebut, Chantra dipastikan absen pada seri pembuka musim 2026 yang digelar di Phillip Island Grand Prix Circuit pada 20-22 Februari.
Posisi pembalap rookie Honda HRC itu untuk sementara digantikan oleh test rider HRC, Tetsuta Nagashima.
BACA JUGA: Comeback ke Paddock, Jorge Lorenzo Akui Peran Barunya di MotoGP Lebih Seru dari yang Dibayangkan
Dalam pernyataannya saat peluncuran tim Honda WorldSBK, Chantra mengungkapkan bahwa dokter menyarankan dirinya untuk tidak memaksakan tampil di putaran pertama demi memastikan pemulihan optimal.
“Seperti yang semua orang tahu, saya mengalami patah lengan dan dokter mengatakan lebih baik tidak turun di seri pertama dan mencoba untuk tampil di seri kedua,” ujar Chantra dalam video yang diunggah kanal resmi Honda HRC.
Putaran kedua WorldSBK musim ini dijadwalkan berlangsung di Portugal pada 27–29 Maret. Chantra pun memasang target realistis untuk bisa kembali membalap di sana.
“Saya berharap bisa tampil di balapan kedua karena saya sangat merindukan tim dan ingin kembali mengendarai motor.
Saya akan melakukan yang terbaik untuk kembali di putaran kedua,” tegasnya.
Proses Pemulihan Berjalan Positif
Setelah menjalani operasi pada kedua lengannya, Chantra mengaku senang dengan perkembangan pemulihannya.
Ia bahkan sudah bisa melepas pelindung dan jahitan dalam waktu relatif cepat, sebuah indikasi positif dalam tahap rehabilitasi.
“Pemulihan saya berjalan dengan baik dan saya senang dengan perkembangan pasca-operasi.
Bisa melepas pelindung dan jahitan dengan cepat adalah langkah positif, tetapi saya masih membutuhkan waktu sebelum bisa kembali mengendarai motor,” jelasnya dalam rilis resmi tim.
Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi fisiknya benar-benar siap sebelum kembali ke lintasan.
Chantra menegaskan tidak ingin terburu-buru, mengingat musim 2026 merupakan tahun debutnya di WorldSBK bersama tim pabrikan Honda.
Adaptasi dengan Honda HRC dan Fireblade WorldSBK
Meski harus absen pada tes Januari dan seri pembuka di Australia, Chantra sebelumnya sudah sempat menjajal motor spek WorldSBK pada sesi tes di Jerez, November lalu.
Ia mengendarai Honda CBR1000RR-R Fireblade versi WorldSBK bersama tim Honda HRC dan mengaku terkesan dengan atmosfer tim.
“Saya sangat menikmati pengalaman pertama bersama Honda HRC saat tes di Jerez. Sejak pertama masuk garasi, saya merasa diterima dan suasananya seperti keluarga,” ungkapnya.
Bergabung dengan tim pabrikan Honda menjadi langkah besar dalam karier Chantra. Ia menyebut proyek ini sangat penting dan berarti besar bagi perjalanan balapnya.
Secara teknis, Chantra sebelumnya sudah familiar dengan versi standar CBR1000RR-R untuk keperluan latihan. Namun, versi WorldSBK memberikan sensasi berbeda.
“Menguji versi WorldSBK adalah pengalaman yang berbeda, tetapi perasaannya langsung positif.
Saya fokus belajar dan memahami motor secara bertahap, bekerja sama dengan tim untuk mengidentifikasi area yang perlu saya tingkatkan, seperti gaya pengereman dan perpindahan gigi,” paparnya.
Tetap Terhubung dengan Tim Selama Cedera
Meski sedang dalam masa pemulihan, Chantra tetap menjaga komunikasi intens dengan manajemen dan kru teknis Honda HRC.
Ia rutin memberikan update kondisi kepada Team Manager Yuji Mori serta crew chief Tetsuya Sasaki.
Langkah ini menunjukkan komitmennya untuk tetap terlibat dalam perkembangan tim, meski belum bisa turun langsung ke lintasan.
“Tentu saya kecewa tidak bisa tampil di seri pembuka, tetapi mengikuti saran dokter adalah keputusan yang tepat.
Saya merindukan tim dan fokus melakukan segala yang saya bisa untuk kembali secepat mungkin,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim Honda HRC atas dukungan penuh selama masa sulit ini.
BACA JUGA: Francesco Bagnaia Comeback, Bos Ducati Sebut Pecco Terlahir Kembali Jelang MotoGP 2026
Tantangan Besar di Musim Rookie
Musim 2026 sejatinya menjadi babak baru bagi Chantra di level tertinggi balap motor produksi massal.
Sebagai rookie di WorldSBK, adaptasi terhadap motor, ban, serta karakter kompetisi menjadi tantangan tersendiri.
Absennya di seri pembuka tentu bukan skenario ideal. Namun, keputusan untuk fokus pada pemulihan total adalah sebagai langkah strategis demi keberlangsungan musim panjang.
Jika mampu kembali pada putaran kedua di Portugal, Chantra masih memiliki banyak kesempatan untuk membuktikan kapasitasnya di kelas Superbike.
Para penggemar pun kini menantikan kabar selanjutnya: apakah Chantra benar-benar siap comeback akhir Maret nanti?
Satu hal yang pasti, semangat dan optimisme pembalap asal Thailand ini tetap tinggi.
Dengan dukungan penuh dari Honda HRC dan proses pemulihan yang berjalan positif, peluang untuk melihatnya kembali menggeber Fireblade di lintasan terbuka lebar.






