Sabar/Reza Rontokkan Tiga Ganda Malaysia, Istora Jadi Kuburan Wakil Negeri Jiran di Indonesia Masters 2026

SabarReza Rontokkan Tiga Ganda Malaysia, Istora Jadi Kuburan Wakil Negeri Jiran di Indonesia Masters 2026
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil beringas dan tanpa ampun, merontokkan tiga pasangan Malaysia secara beruntun - Dokumentasi Laman: (c) PBSI

Gemuruh Istora Senayan tak hanya menjadi saksi kebangkitan tuan rumah, tetapi juga berubah menjadi mimpi buruk bagi ganda putra Malaysia. Dalam perjalanan impresif di Indonesia Masters 2026, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil beringas dan tanpa ampun, merontokkan tiga pasangan Malaysia secara beruntun.

Prestasi itu bukan sekadar tiket ke semifinal. Lebih dari itu, Sabar/Reza Rontokkan Tiga Ganda Malaysia dan memicu sorotan besar dari media Negeri Jiran yang ramai membedah kegagalan anak-anak didik Herry IP menghadapi murid Hendra Setiawan.

Dari babak 32 besar hingga perempat final, satu demi satu wakil Malaysia tumbang di hadapan pasangan peringkat 7 dunia tersebut.

Awal Teror: Chia/Lwi Jadi Korban Pertama

Langkah Sabar/Reza dimulai dari babak 32 besar, ketika mereka menghadapi Chia Weijie/Lwi Sheng Hao.

Pertandingan itu langsung menjadi sinyal bahwa pasangan Indonesia sedang berada dalam performa puncak.

Chia/Lwi sempat mencuri gim kedua, namun Sabar/Reza tetap keluar sebagai pemenang setelah melalui tiga gim ketat: 21-18, 19-21, 21-10.

Kemenangan ini membuka jalan, sekaligus menjadi awal dari rangkaian mimpi buruk Malaysia di sektor ganda putra.

BACA JUGA: Chen Yu Fei Tumbangkan Nozomi Okuhara, Drama Luka di Istora Mengantar Wakil China ke Final Indonesia Masters 2026

Babak 16 Besar: Pasangan Senior Ikut Tumbang

Di babak 16 besar, Sabar/Reza kembali berhadapan dengan wakil Malaysia, kali ini pasangan berpengalaman Nur Mohd Azriyn Ayub Azriyn/Tan Wee Kiong.

Secara peringkat, Azriyn/Tan berada di posisi 27 dunia, namun pengalaman mereka membuat laga berlangsung sengit.

Sabar/Reza harus bekerja ekstra keras hingga rubber game.

Set pertama berhasil mereka amankan 21-19, namun pasangan Malaysia membalas 16-21 di gim kedua. Penentuan pun berlangsung menegangkan.

Di gim ketiga, ketenangan Sabar/Reza menjadi pembeda. Mereka menutup laga dengan kemenangan 17-21, sekaligus memastikan wakil Malaysia kedua tersingkir.

Dua laga, dua pasangan Malaysia tumbang.

Perempat Final: Juara Bertahan Ikut Jadi Korban

Puncak dari teror Sabar/Reza terjadi di perempat final.

Lawan mereka bukan sembarang pasangan, melainkan Man Wei Chong/Tee Kai Wun, juara bertahan Indonesia Masters dan salah satu andalan utama Malaysia.

Pertandingan ini sejak awal diprediksi menjadi ujian terberat.

Dan benar saja, Man/Tee memberikan perlawanan sengit. Skor terus berkejaran hingga fase akhir di kedua gim.

Namun, di momen-momen krusial, Sabar/Reza tampil lebih dingin.

Gim pertama mereka menangkan dengan skor ketat 22-20. Tekanan justru makin besar di gim kedua, tetapi lagi-lagi Sabar/Reza unggul di poin-poin kritis dan menutup laga 21-19.

Hanya dalam 38 menit, juara bertahan resmi tersingkir.

Tiga pasangan Malaysia, tiga kekalahan.

Media Malaysia Bereaksi: Murid Herry IP Disorot Tajam

Kegagalan total sektor ganda putra membuat media Malaysia ramai-ramai angkat suara.

Sorotan utama tertuju pada Man Wei Chong/Tee Kai Wun yang kembali gagal mematahkan dominasi Sabar/Reza.

New Straits Times menulis bahwa Man/Tee masih belum menemukan formula tepat untuk mengalahkan rival Indonesia mereka.

“Man Wei Chong/Tee Kai Wun masih mencari formula kemenangan melawan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani setelah rival Indonesia mereka sekali lagi menggagalkan upaya mereka,” tulis NST.

Media tersebut juga menekankan rekor pertemuan yang kian timpang.

“Pasangan peringkat 6 dunia kalah 22-20, 21-19 dari pasangan peringkat 7 dunia Sabar/Reza, memperpanjang catatan buruk mereka menjadi enam kekalahan dari tujuh pertemuan.”

Catatan itu memperjelas satu fakta: dominasi Sabar/Reza atas Man/Tee bukan kebetulan.

BACA JUGA: Alwi Farhan Lolos Perempat Final Indonesia Masters 2026, Menjaga Nyala Harapan Tunggal Putra Indonesia

Pola Kekalahan Berulang Man/Tee

NST bahkan menyebut bahwa kekalahan ini mengikuti skenario yang sudah berulang.

Baru sebulan lalu, Man/Tee dua kali tumbang dari pasangan Indonesia, masing-masing di semifinal SEA Games yang akhirnya dimenangkan Sabar-Reza, serta di fase grup World Tour Finals.

Artinya, Indonesia Masters 2026 hanya menjadi bab terbaru dari rangkaian kegagalan tersebut.

Dalam tiga pertemuan terakhir, SEA Games, World Tour Finals, dan Indonesia Masters, Man/Tee selalu kalah dari Sabar/Reza.

Berita Harian: “Lemas di Istora Senayan”

Tak kalah tajam, Berita Harian memberi tajuk yang mencolok.

“Wei Chong/Kai Wun ‘lemas’ di Istora Senayan,” tulis media tersebut.

Mereka menegaskan bahwa kekalahan ini menggagalkan misi mempertahankan gelar yang diraih musim lalu.

Sebagai catatan, Man/Tee hanya sekali menang atas Sabar/Reza, yakni pada pertemuan pertama mereka di Indonesia Open 2024. Setelah itu, lima kekalahan beruntun terjadi, termasuk di SEA Games Thailand 2025 dan World Tour Finals.

Musim lalu, Man/Tee sempat berjaya di Istora dengan menaklukkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di final Super 500 pertama mereka.

Namun, musim ini, kisah manis itu tak terulang.

Sabar/Reza dan Status Momok Malaysia

Rangkaian kemenangan ini memperkuat reputasi Sabar/Reza sebagai momok bagi ganda putra Malaysia.

Mengalahkan tiga pasangan dari satu negara dalam satu turnamen bukan perkara mudah, apalagi salah satunya berstatus juara bertahan.

Keunggulan Sabar/Reza terlihat dari beberapa aspek: Ketahanan mental di poin-poin kritis, konsistensi permainan di reli panjang, dan keberanian mengambil risiko saat skor ketat

Di setiap laga, mereka selalu mampu mengunci kemenangan saat lawan mulai goyah.

Harapan Malaysia Kini Bertumpu pada Goh/Izzuddin

Meski sektor ganda putra reguler runtuh, Malaysia masih menyimpan harapan lewat pasangan independen Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.

Mereka dijadwalkan menghadapi pasangan Denmark peringkat 28 dunia, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard.

Rekor pertemuan sejauh ini masih seimbang 2-2, memberi peluang terbuka bagi wakil Negeri Jiran untuk tetap menjaga asa di Indonesia Masters 2026.

Namun, bayang-bayang dominasi Indonesia, khususnya Sabar/Reza, jelas masih membekas.

BACA JUGA: 16 Besar Indonesia Masters 2026: Putri KW Tersingkir Dramatis, Mimpi Tuan Rumah di Tunggal Putri Resmi Padam

Istora Jadi Panggung Dominasi Indonesia

Penampilan Sabar/Reza bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga simbol kuat dominasi Indonesia di kandang sendiri.

Menghentikan tiga wakil Malaysia secara beruntun menunjukkan bahwa regenerasi ganda putra Indonesia berjalan di jalur yang tepat.

Jika performa ini terus berlanjut, Sabar/Reza bukan hanya ancaman regional, tetapi juga kandidat kuat juara di turnamen-turnamen besar dunia.

Dan di Istora Senayan, satu pesan jelas terdengar:
Malaysia datang dengan ambisi, pulang dengan luka.