Drama luar biasa tersaji ketika Jessica Pegula mengalahkan Amanda Anisimova lewat comeback sensasional untuk memastikan tiket final Dubai Duty Free Tennis Championships 2026 pada Jumat (20/2/2026).
Unggulan keempat asal Amerika Serikat itu bangkit dari ketertinggalan besar sebelum menang 1-6, 6-4, 6-3 dalam duel selama 2 jam 2 menit.
Kemenangan ini sekaligus mempertahankan rekor sempurna Pegula atas kompatriotnya, Amanda Anisimova. Kini, Jessica Pegula unggul telak 5-0 dalam head-to-head mereka di level tur.
Jessica Pegula Mengalahkan Amanda Anisimova dengan Comeback Luar Biasa
Awal pertandingan berjalan sangat berat bagi Pegula. Ia kehilangan set pertama dengan skor telak 1-6 dan bahkan sempat tertinggal 1-3 di set kedua.
Pada fase ini, Anisimova tampil agresif dan nyaris tak terbendung dari baseline.
BACA JUGA: Jannik Sinner Terhenti di Doha: Statistik Ungkap Konsistensi Luar Biasa Sang Petenis Italia
Namun Pegula menunjukkan mental juara. Ia perlahan menemukan ritme permainan, mempertahankan servis penting, lalu mulai menekan balik lawannya.
“Di awal set ketiga saya hanya berpikir, saya masih bersyukur bisa tetap berada di pertandingan ini,” ujar Pegula dalam wawancara lapangan.
Momentum mulai berubah ketika Pegula mampu memaksimalkan peluang break yang sebelumnya gagal ia konversi di set pertama.
Awal Buruk, Pegula Tetap Tenang
Tidak ada satu momen dramatis yang langsung membalikkan keadaan. Comeback Pegula terjadi secara bertahap, gim demi gim.
Salah satu titik krusial terjadi saat Anisimova memimpin 6-1, 2-0 dan tampak tak tersentuh.
Ia bahkan menciptakan peluang untuk unggul 3-0 setelah pukulan backhand winner spektakuler.
Namun kegagalan Anisimova memaksimalkan momentum memberi napas bagi Pegula. Petenis berusia 31 tahun itu berhasil menahan servis dan mulai menempel ketat.
Meski Anisimova sempat mempertahankan keunggulan hingga 3-1, tanda-tanda kebangkitan Pegula mulai terlihat dari semakin ketatnya game servis lawan.
Perubahan Taktik Jadi Kunci
Memasuki pertengahan set kedua, Pegula mengubah pendekatan permainan. Ia mulai: Mengirim lob defensif tinggi, Menggunakan slice untuk merusak timing, dan Memaksa reli panjang.
Strategi ini efektif mengganggu pola first-strike milik Anisimova.
BACA JUGA: Carlos Alcaraz Bangkit dan Mengalahkan Karen Khachanov di Doha, Sempurna 10-0 Musim 2026
Dari posisi tertinggal 3-4, Pegula justru melesat. Ia memenangkan tujuh dari delapan gim berikutnya untuk berbalik unggul 4-1 di set ketiga.
“Saya harus lebih banyak berlari dan membuat pertandingan jadi fisik,” kata Pegula. “Dia memukul bola sangat keras, jadi saya harus bertahan di reli.”
Statistik dan Rekor Mentereng
Kemenangan ini membawa Pegula ke final WTA Tour ke-21 sepanjang kariernya, sekaligus final ke-10 di level WTA 1000 atau lebih tinggi.
Beberapa catatan penting Pegula:
- 3 gelar WTA 1000
- 4 kali runner-up WTA 1000
- Finalis WTA Finals 2023
- Finalis US Open 2024
Selain itu, dominasi head-to-head atas Anisimova semakin menegaskan keunggulan taktis Pegula dalam matchup ini.
Mengapa Pegula Selalu Unggul?
Meski mengaku bingung dengan rekor sempurnanya, Pegula memberikan analisis menarik. Menurutnya, kunci keberhasilan adalah kemampuannya mengambil waktu dari Anisimova.
“Saya bisa memukul bola rendah dan datar sehingga dia tidak sempat menyiapkan pukulan besarnya,” jelas Pegula.
Ia juga menekankan pentingnya variasi permainan dan reli “cat-and-mouse” yang sering dimenangkannya.
Rekor 5-0 ini menjadi bukti bahwa bahkan saat tertinggal jauh, Pegula tetap berbahaya dalam duel melawan Anisimova.
Tantangan Berikutnya di Final Dubai
Di partai puncak, Pegula akan menghadapi petenis Ukraina, Elina Svitolina. Secara head-to-head, Pegula unggul 5-3 atas mantan juara Dubai tersebut.
Final ini akan menjadi kesempatan emas bagi Pegula untuk meraih gelar Dubai pertamanya sekaligus melanjutkan performa impresif musim 2026.
Dengan mental baja yang baru saja ia tunjukkan, Pegula jelas bukan lawan mudah bagi siapa pun di laga puncak.
BACA JUGA: Bangkit dari Ketertinggalan, Svitolina Capai Semifinal Kelima di Dubai Usai Bangkit Dramatis
Momentum yang Sulit Dihentikan
Comeback dramatis ini menjadi pengingat bahwa Pegula adalah salah satu petenis paling konsisten di tur.
Bahkan ketika tertinggal jauh, ia mampu membaca permainan, menyesuaikan taktik, dan membalikkan keadaan.
Jika performa seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Pegula akan kembali menambah koleksi gelar besarnya dalam waktu dekat.






