Maroko Gagal Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Pelatih Mohamed Ouahbi Akui Keunggulan Prancis

Maroko Gagal Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Pelatih Mohamed Ouahbi Akui Keunggulan Prancis
Pelatih Timnas Maroko Mohamed Ouahbi - Dokumentasi IG: @equipedumaroc

Timnas Maroko gagal ukir sejarah di Piala Dunia 2026 setelah langkah Singa Atlas terhenti di babak perempat final usai kalah 0-2 dari Prancis. Pelatih Mohamed Ouahbi mengakui timnya menghadapi lawan yang tampil lebih baik dan pantas melaju ke semifinal.

Kekalahan tersebut sekaligus mengubur harapan Maroko untuk melampaui pencapaian bersejarah mereka pada edisi sebelumnya. Meski demikian, Ouahbi menegaskan timnya tetap meninggalkan kesan positif dan akan menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi menuju Piala Dunia 2030 yang akan berlangsung di Maroko bersama Spanyol dan Portugal.

Maroko Gagal Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

Maroko memasuki laga perempat final dengan optimisme tinggi setelah tampil impresif sepanjang turnamen. Namun, sejak peluit awal berbunyi, Prancis langsung mengendalikan permainan dan membuat wakil Afrika itu kesulitan mengembangkan strategi.

BACA JUGA: Penyerang Terbaik Piala Dunia 2026: Messi Memimpin, Mbappe Paling Lengkap, Ronaldo Melempem

Les Bleus mendominasi penguasaan bola serta terus menekan dari kedua sisi lapangan maupun melalui serangan di area tengah. Maroko pun jarang mampu menciptakan peluang berbahaya ke gawang Prancis.

Ouahbi mengakui anak asuhnya kesulitan keluar dari tekanan sehingga transisi permainan tidak berjalan sesuai rencana.

“Kami memberikan segalanya dan berusaha semaksimal mungkin, tetapi kami harus mengakui bahwa Prancis memang lebih baik,” ujar Ouahbi usai pertandingan.

Mohamed Ouahbi Minta Tim Terus Berkembang

Meski bangga dengan perjuangan para pemainnya, Ouahbi menolak larut dalam rasa puas. Menurutnya, Maroko harus melakukan evaluasi menyeluruh agar mampu bersaing lebih jauh pada turnamen berikutnya.

Ia menegaskan bahwa pencapaian hingga babak perempat final bukan alasan untuk berhenti berkembang.

“Kami harus objektif dan melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. Jika ingin terus berkembang, kami harus belajar dari kekalahan ini,” kata pelatih berusia 49 tahun tersebut.

BACA JUGA: Timnas Swiss Lolos ke Perempat Final Usai Menang Adu Penalti atas Kolombia di Piala Dunia 2026

Menurut Ouahbi, timnya kekurangan kreativitas saat menguasai bola dan gagal memanfaatkan momen transisi untuk memberikan ancaman berarti kepada pertahanan Prancis.

Prancis Dinilai Pantas Melaju ke Semifinal

Ouahbi tidak ragu memberikan pujian kepada Prancis yang dianggap tampil lebih efektif sepanjang pertandingan.

Ia menyebut Les Bleus memiliki kualitas individu yang luar biasa serta mampu menciptakan peluang-peluang yang jauh lebih berbahaya dibanding Maroko.

Selain unggul dalam penguasaan bola, Prancis juga berhasil memanfaatkan kelemahan Maroko di sektor sayap sehingga pertandingan lebih banyak dikendalikan oleh tim asuhan Didier Deschamps.

Pelatih kelahiran Brussel itu bahkan menilai Prancis memiliki semua syarat untuk melangkah hingga partai final dan bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

BACA JUGA: Lionel Messi Gagal Penalti, Tapi Bawa Argentina Bangkit dan Singkirkan Mesir

Tatap Piala Dunia 2030 dengan Optimisme

Meski tersingkir, Maroko tetap memiliki alasan untuk optimistis. Negara Afrika Utara tersebut akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal.

Ouahbi yakin pengalaman tampil hingga babak perempat final akan menjadi modal penting bagi generasi pemain saat ini.

Ia juga berharap empat tahun mendatang Maroko mampu tampil lebih matang dan bahkan membalas kekalahan dari Prancis apabila kembali bertemu di panggung dunia.

“Kami yakin bisa berkembang lebih jauh. Hari ini Prancis memang lebih kuat, tetapi kami percaya suatu saat nanti kami mampu bersaing dan mungkin mengalahkan mereka,” tutup Ouahbi.

Kekalahan ini memang membuat Maroko gagal ukir sejarah di Piala Dunia 2026, tetapi performa Singa Atlas tetap menunjukkan bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan sepak bola yang patut menjadi perhitungan bagi lawan di level internasional.