An Se-young juara tunggal putri India Open 2026 menjadi headline besar dari New Delhi, Ahad (18/1/2026). Pebulu tangkis nomor satu dunia asal Korea Selatan itu kembali menunjukkan kelasnya dengan menundukkan rival terberatnya, Wang Zhi Yi, dalam partai final yang sarat gengsi dan kualitas tinggi.
Kemenangan dua gim langsung ini bukan sekadar soal gelar, tetapi juga penegasan dominasi An di puncak bulu tangkis dunia.
Final ideal antara peringkat satu dan dua dunia tersebut berlangsung di Indira Gandhi Sports Complex. Atmosfer panas sejak awal laga menjadi saksi bagaimana An tampil begitu meyakinkan, nyaris tanpa cela, dalam duel yang akan berlangsung ketat.
Awal Menggila An Se-young di Gim Pertama
Sejak shuttlecock pertama dipukul, An Se-young langsung mengambil inisiatif. Ia membuka pertandingan dengan agresivitas tinggi, memaksa Wang Zhi Yi terus berada dalam posisi bertahan.
Enam poin beruntun di awal gim pertama menjadi sinyal kuat bahwa An datang dengan persiapan matang dan mental juara.
Keunggulan cepat 7-1 membuat An bermain semakin percaya diri. Pergerakannya lincah, pukulannya presisi, dan penguasaan lapangan terlihat begitu dominan.
Wang mencoba keluar dari tekanan, tetapi reli-reli panjang justru lebih sering dimenangkan oleh sang ratu bulu tangkis dunia.
Wang Zhi Yi Bangkit, An Tetap Terkendali
Memasuki pertengahan gim pertama, Wang Zhi Yi perlahan menemukan ritme. Pebulu tangkis China itu sempat memangkas jarak dengan torehan empat poin beruntun, mengubah kedudukan dari 9-15 menjadi 13-15. Momentum sempat beralih, dan tekanan mulai terasa di kubu An.
Namun di momen krusial inilah perbedaan kelas terlihat jelas. An Se-young mampu memutus laju poin Wang dengan kecermatan membaca permainan.
Bola tanggung langsung terkena pukulan tajam, mengembalikan keunggulan menjadi 16-13. Sejak titik itu, kendali pertandingan kembali sepenuhnya berada di tangan An.
Rally panjang yang terjadi di akhir gim pertama menjadi hiburan tersendiri bagi penonton. Kedua pemain saling adu ketahanan fisik dan mental, sebelum kesalahan Wang memastikan gim pertama menjadi milik An dengan skor 21-13.
Gim Kedua, Dominasi Sang Ratu Tak Terbendung
Memasuki gim kedua, tempo pertandingan tetap tinggi. Wang Zhi Yi mencoba tampil lebih berani dan agresif. Beberapa reli panjang tersaji di awal gim, termasuk duel menarik saat skor 5-4 yang An menangkan lewat dropshot halus nan mematikan.
Meski Wang berusaha keras menyamakan kedudukan, An Se-young selalu selangkah lebih maju. Interval gim kedua berkesudahan dengan keunggulan An 11-7. Selepas jeda, dominasi sang juara dunia semakin terlihat jelas.
Pukulan kejut An yang sulit diantisipasi membuat Wang kembali kehilangan poin demi poin. Skor terus menjauh hingga 13-7, dan sejak itu peluang Wang untuk membalikkan keadaan kian menipis. An tampil tenang, efisien, dan nyaris tanpa kesalahan.
Gim kedua akhirnya ditutup dengan skor telak 21-11. Poin kemenangan An, ia raih lewat smes keras yang gagal Wang kembalikan dengan sempurna.
An Se-young Juara Tunggal Putri India Open 2026, Lanjutkan Tren Emas
Kemenangan ini menegaskan An Se-young Juara Tunggal Putri India Open 2026 bukanlah hasil kebetulan. Gelar ini melanjutkan tren positif An setelah sebelumnya juga menjuarai Malaysia Open 2026.
Menariknya, di final Malaysia Open, An juga menaklukkan Wang Zhi Yi dengan dua gim langsung.
Secara statistik, dominasi An atas Wang semakin mencolok. Dari total 22 pertemuan, An kini telah mengoleksi 18 kemenangan, sementara Wang baru mampu menang empat kali.
Catatan head to head tersebut menjadi bukti betapa sulitnya Wang menembus tembok kokoh permainan An Se-young.
Lebih dari Sekadar Gelar Juara
Bagi An Se-young, kemenangan di India Open 2026 bukan hanya soal menambah koleksi trofi. Ini adalah pernyataan bahwa ia masih menjadi standar tertinggi di sektor tunggal putri dunia.
Konsistensi, ketahanan fisik, serta kecerdasan taktik membuat An tetap berada di level teratas, bahkan saat tekanan datang dari rival-rival terdekatnya.
Bagi Wang Zhi Yi, kekalahan ini memang menyakitkan, tetapi juga menjadi cermin jarak yang masih harus dikejar. Ia menunjukkan potensi besar, namun An Se-young masih menjadi gunung tertinggi yang sulit ditaklukkan.
BACA JUGA: Sabar/Reza dan Alwi Rebut Medali Emas Hari Ini, Indonesia Berjaya di Bulu Tangkis SEA Games 2025
Dominasi yang Masih Berlanjut
Di usia yang relatif muda, An Se-young terus menulis kisah kejayaan. Gelar India Open 2026 memperpanjang daftar prestasinya sekaligus memperkuat statusnya sebagai ratu bulu tangkis dunia.
Setiap turnamen yang ia jalani kini selalu membawa satu pertanyaan besar: siapa yang mampu menghentikannya?
Untuk saat ini, jawabannya masih sama. An Se-young berdiri sendirian di puncak, dengan permainan matang dan mental baja yang sulit ditandingi siapa pun.






