Ganda putri Indonesia kembali menghadirkan kabar menggembirakan dari Thailand Masters 2026.
Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari tampil penuh determinasi saat menyingkirkan unggulan pertama turnamen di babak perempat final.
Kemenangan ini bukan hanya menjadi bukti kematangan permainan Ana/Trias, tetapi juga menjaga peluang terciptanya All Indonesian Final di sektor ganda putri.
Bermain di Nimibutr Stadium, Bangkok, Jumat (30/1/2026), Ana/Trias sukses menundukkan pasangan kuat asal Taiwan, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, lewat pertarungan dua gim langsung berdurasi 44 menit dengan skor 21-13, 22-20. Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar di perempat final Thailand Masters tahun ini.
Ana/Trias Libas Unggulan Pertama dengan Permainan Penuh Percaya Diri
Laga ini menjadi pembuka perjuangan wakil Indonesia di babak perempat final. Sejak poin pertama, atmosfer pertandingan langsung terasa panas.
Ana/Trias dan Hsu/Lin saling menekan, menciptakan duel cepat yang membuat skor ketat di awal gim pertama.
Kedua pasangan sempat berbagi angka hingga kedudukan 5-5, menandakan duel berlangsung seimbang.
Namun setelah momen tersebut, Ana/Trias mulai menunjukkan keunggulan dalam koordinasi dan penempatan bola.
Pasangan ranking 38 dunia itu berhasil mencuri tiga poin beruntun untuk menjauh dan memimpin 10-6.
Kepercayaan diri Ana/Trias semakin meningkat saat memasuki interval gim pertama dengan keunggulan 11-7. Selepas jeda, pasangan Merah Putih tampil semakin agresif.
Serangan bertubi-tubi dan tekanan konstan memaksa Hsu/Lin melakukan kesalahan sendiri.
Empat poin tambahan berhasil pasangan ini dapatkan, hingga skor melebar menjadi 19-11. Gim pertama akhirnya ditutup dengan skor 21-13 setelah pukulan Lin Jhih Yun melayang keluar lapangan.
BACA JUGA: Derbi Merah Putih Pecah! Hasil Laga Wakil Indonesia di Thailand Masters 2026 Hari Pertama
Gim Kedua Penuh Drama, Mental Baja Jadi Kunci
Memasuki gim kedua, Ana/Trias tidak mengendurkan tekanan. Servis flick Meilysa Trias langsung membuka poin pertama, membuat Indonesia unggul 1-0.
Pola permainan cerdas kembali diterapkan, menghasilkan keunggulan 3-0 di awal laga.
Meski demikian, pasangan Taiwan tidak tinggal diam. Hsu/Lin memperbaiki tempo permainan dan perlahan mengejar hingga skor 4-3, meski Ana/Trias masih memimpin.
Kombinasi serangan cepat dan kontrol net dari pasangan Indonesia terus menjaga keunggulan hingga 10-7.
Pertarungan semakin ketat menjelang interval. Ana/Trias akhirnya menutup paruh pertama gim kedua dengan keunggulan tipis 11-10. Selepas jeda, tekanan justru berbalik.
Rally-rally panjang menguras stamina kedua pasangan, dan Ana/Trias sempat tersalip saat skor berubah menjadi 14-13 untuk Hsu/Lin.
Kesalahan sendiri dari pasangan Taiwan membuat kedudukan kembali imbang 15-15. Ketegangan memuncak ketika Ana/Trias tertinggal 18-16.
Pada momen krusial itu, pasangan Indonesia memilih memperlambat tempo untuk meredam momentum lawan.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Serangan agresif yang dilepaskan Ana/Trias memaksa skor kembali imbang 18-18. Meski Hsu/Lin sempat meraih game point 20-18 setelah pukulan Ana gagal melewati net, Ana/Trias menunjukkan mental juara.
Dua poin beruntun berhasil dikantongi untuk memaksa deuce 20-20. Pada titik penentuan, smes keras Febriana Dwipuji Kusuma tak mampu dikembalikan lawan, sekaligus mengunci kemenangan dramatis 22-20.
Langkah ke Semifinal dan Peluang All Indonesian Final
Kemenangan ini memastikan Ana/Trias melangkah ke babak semifinal Thailand Masters 2026. Di fase empat besar, mereka akan menghadapi pemenang laga antara Chang Ching Hui/Yang Ching Tun (Taiwan) melawan Bao Li Jing/Li Yi Jing (China).
Menariknya, Ana/Trias menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berada di pot atas semifinal sektor ganda putri. Kondisi ini membuka peluang besar terciptanya All Indonesian Final, sesuatu yang sangat dinantikan oleh pecinta bulu tangkis Tanah Air.
Dengan performa stabil dan mental yang terus teruji, Ana/Trias kini menjelma sebagai salah satu kekuatan baru ganda putri Indonesia di level internasional.
Konsistensi permainan, variasi serangan, serta kemampuan bangkit dari tekanan menjadi modal penting menghadapi laga-laga krusial selanjutnya.
BACA JUGA: Ganda Masa Depan! Raymond/Joaquin Akui Kurang All Out Usai Finis Runner Up di Indonesia Masters 2026
Kemenangan Penting untuk Masa Depan Ganda Putri Indonesia
Keberhasilan Ana/Trias libas unggulan pertama tidak hanya berarti satu tiket semifinal, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi regenerasi ganda putri Indonesia.
Mengalahkan pasangan unggulan dengan permainan solid menunjukkan bahwa Ana/Trias siap bersaing dengan pasangan papan atas dunia.
Thailand Masters 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa pasangan ini memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi andalan Indonesia di turnamen-turnamen besar mendatang.
Jika mampu menjaga konsistensi dan fokus, mimpi tampil di final—bahkan meraih gelar—bukan hal mustahil.
Dengan semangat juang tinggi dan dukungan penuh publik Indonesia, langkah Ana/Trias di Thailand Masters 2026 patut terus dinantikan.






