Pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 menjadi salah satu putaran paling menentukan dalam perjalanan musim ini.
Sejumlah laga sarat emosi tersaji, mulai dari tumbangnya PSIM Yogyakarta di kandang sendiri, kebangkitan Persija Jakarta di awal putaran kedua, hingga duel penuh drama antara Bali United dan Semen Padang yang berakhir dengan hujan gol.
Tak hanya memengaruhi perolehan poin, rangkaian pertandingan ini juga menggeser peta persaingan di papan atas dan tengah klasemen.
Berikut rangkuman Hasil Lengkap BRI Super League Pekan 18 yang merangkum cerita penting dari berbagai stadion di Indonesia.
PSIM Yogyakarta Terpukul, Persebaya Tampil Efisien
Laga di Stadion Sultan Agung, Bantul, Ahad (25/1), menjadi malam yang sulit bagi PSIM Yogyakarta. Laskar Mataram harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor telak 0-3, sebuah hasil yang terasa pahit di hadapan pendukung sendiri.
Sejak awal, PSIM sebenarnya tampil percaya diri. Mereka menguasai bola dan sempat menciptakan peluang melalui Ze Valente serta Nermin Haljeta. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama.
Gol pembuka datang pada menit ke-34. Berawal dari skema serangan balik cepat, Bruno Moreira mengirim umpan matang kepada Gali Freitas. Tanpa ragu, pemain asal Timor Leste itu menuntaskan peluang dan membawa Bajul Ijo unggul 1-0.
BACA JUGA: Arema FC Terkapar di Banten International Stadium, Dua Gol Alex Martins Hentikan Singo Edan
Situasi memaksa PSIM bermain lebih terbuka di babak kedua. Risiko ini justru dimanfaatkan Persebaya. Jefferson Silva menggandakan keunggulan pada menit ke-73, sebelum Rachmat Irianto mengunci kemenangan lewat aksi individu impresif di menit ke-83.
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengakui timnya lengah dalam momen-momen krusial. Ia juga menyoroti krisis bek tengah akibat kram yang menimpa Andy Setyo dan Rendra Teddy, sehingga memaksa perubahan posisi darurat di menit-menit akhir.
Kekalahan ini membuat PSIM turun ke peringkat tujuh dengan 30 poin, sementara Persebaya naik ke posisi enam dengan koleksi 31 angka.
Persija Jakarta Awali Putaran Kedua dengan Sempurna
Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (23/1), Persija Jakarta membuka putaran kedua dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Madura United FC.
Gol pertama lahir tepat sebelum turun minum. Gustavo Almeida, yang kembali dipercaya sebagai starter, sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-44 setelah dilanggar di kotak terlarang. Sepakan kaki kanannya meluncur akurat ke sisi kanan gawang.
Keunggulan Persija dipertegas di akhir laga. Emaxwell Souza mencetak gol kedua, juga lewat titik putih, setelah dirinya dijatuhkan oleh kiper Madura United. Skor 2-0 memastikan tiga poin krusial bagi Macan Kemayoran.
Laga ini juga menjadi panggung awal bagi dua rekrutan anyar, Fajar Fathurrahman dan Alaeddine Ajaraie. Keduanya mendapat pujian dari pelatih Mauricio Souza, yang menilai mereka memiliki potensi besar untuk memperkuat kedalaman skuad Persija di paruh kedua musim.
Bali United vs Semen Padang: Enam Gol dan Drama VAR
Salah satu pertandingan paling menghibur pekan ini terjadi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Bali United dan Semen Padang harus puas berbagi angka setelah duel berakhir imbang 3-3.
Semen Padang tampil mengejutkan sejak awal. Angelo Meneses membuka skor di menit ke-5, disusul gol sundulan Jaime “Jago” Giraldo tujuh menit kemudian. Bali United tertinggal 0-2 hanya dalam 12 menit pertama.
Tuan rumah mencoba bangkit, namun berbagai peluang di babak pertama gagal dikonversi. Skor 0-2 bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, tempo meningkat drastis. Bali United mengejar ketertinggalan, sementara Semen Padang tetap berbahaya lewat serangan balik. Hujan gol, intervensi VAR, serta perubahan momentum membuat laga ini menjadi salah satu duel paling dramatis di pekan ke-18.
Hasil imbang 3-3 membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin, meski Bali United sebenarnya nyaris membalikkan keadaan.
BACA JUGA: Jadwal Dewa United vs Arema FC di Pekan 18 BRI Super League 2025/26
Persita Selamat di Menit Akhir, Bhayangkara Nyaris Curian Poin
Di Indomilk Arena, Persita Tangerang hampir menelan kekalahan mengejutkan saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu (24/1). Pendekar Cisadane tertinggal lebih dulu dan baru bisa menyamakan kedudukan lewat gol Matheus Alves di menit-menit akhir.
Skor 1-1 menjadi penutup laga, hasil yang terasa seperti kemenangan kecil bagi Persita, namun sekaligus kegagalan Bhayangkara menjaga keunggulan hingga peluit panjang.
Malut United, Persib, dan Borneo FC Terus Menekan Papan Atas
Sejumlah tim papan atas juga mencatat hasil penting:
- Malut United FC tampil dominan dengan kemenangan telak 4-0 atas Persik Kediri di Stadion Kie Raha.
- Persib Bandung mengamankan tiga poin lewat kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak di Gelora Bandung Lautan Api.
- Borneo FC Samarinda mencuri kemenangan 1-0 di markas Persis Solo, hasil yang menjaga mereka tetap menempel ketat Persib di puncak klasemen.
Di laga lain, Persijap Jepara tampil solid saat menundukkan PSM Makassar 2-0 di Gelora Bumi Kartini.
Daftar Hasil Lengkap BRI Super League Pekan 18
Jumat, 23 Januari 2026
- Persis Solo 0-1 Borneo FC Samarinda
- Persija Jakarta 2-0 Madura United FC
Sabtu, 24 Januari 2026
- Malut United FC 4-0 Persik Kediri
- Persita 1-1 Bhayangkara Presisi Lampung FC
- Bali United FC 3-3 Semen Padang FC
- Persijap Jepara 2-0 PSM Makassar
Ahad, 25 Januari 2026
- PSIM Yogyakarta 0-3 Persebaya Surabaya
- Persib Bandung 1-0 PSBS Biak
Senin, 26 Januari 2026
- Dewa United Banten FC 2-0 Arema FC
Dampak Besar terhadap Klasemen dan Persaingan Gelar
Rangkaian Hasil Lengkap BRI Super League Pekan 18 membawa dampak signifikan terhadap peta klasemen. Persib Bandung tetap memimpin dengan 41 poin, namun Borneo FC terus membayangi hanya terpaut satu angka.
Persija, Malut United, dan Persija Jakarta menjaga jarak di papan atas, sementara PSIM harus rela turun satu peringkat akibat kekalahan telak dari Persebaya.
Di papan bawah, tekanan semakin terasa bagi Persis Solo, Semen Padang, dan Persijap Jepara yang masih berjuang menjauh dari zona degradasi.
Dengan putaran kedua baru saja dimulai, persaingan dipastikan kian ketat. Setiap poin kini menjadi sangat berharga, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal dalam perburuan gelar maupun pertarungan bertahan di kasta tertinggi.






