Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus mengakhiri kiprah mereka dengan status Raymond/Joaquin Runner-up Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, pada partai puncak turnamen BWF Super 500 tersebut.
Final Indonesia Masters 2026 digelar di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (25/1/2026) siang, dengan atmosfer meriah berkat dukungan penuh publik tuan rumah.
Sayangnya, dukungan tersebut belum mampu mengantar Raymond/Joaquin meraih gelar juara.
Awal Ketat, Raymond/Joaquin Sempat Unggul
Pertandingan gim pertama berjalan ketat sejak poin pembuka. Pasangan Malaysia lebih dulu memimpin 1-0 setelah pengembalian Joaquin melebar ke belakang lapangan.
Raymond/Joaquin langsung merespons cepat melalui serangan agresif yang membuat skor kembali imbang 1-1.
BACA JUGA: Dipuji Senior, Raymond/Joaquin Tembus Final Indonesia Masters 2026 Usai Balas Dendam atas Sabar/Reza
Kepercayaan diri pasangan Merah Putih terus meningkat. Mereka berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2 dan mulai menekan lewat pola serangan cepat di depan net.
Rally panjang hingga 23 pukulan berhasil mereka akhiri dengan poin, yang semakin mengangkat momentum permainan.
Keunggulan dua angka mulai tercipta saat Raymond/Joaquin memimpin 7-5 berkat sambaran tajam yang sulit dibendung Goh/Izzuddin.
Permainan solid di sektor pertahanan membuat pasangan Indonesia tampak lebih nyaman mengendalikan laga.
Kesalahan Sendiri Jadi Titik Balik
Namun, konsistensi menjadi masalah. Setelah sempat unggul 8-6, Raymond/Joaquin mulai kehilangan fokus.
Beberapa kesalahan sendiri dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Malaysia untuk mengejar ketertinggalan.
Goh/Izzuddin bahkan mampu membalikkan keadaan dari tertinggal 6-9 menjadi unggul 10-9.
Kurangnya ketelitian Raymond di momen krusial membuat pasangan Malaysia menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-9.
Usai rehat, Raymond/Joaquin berusaha keras mengejar. Mereka sempat mendekat hingga 18-20 dan memaksa lawan berada dalam tekanan.
Kesalahan smes Izzuddin yang tersangkut di net memberi harapan saat skor menjadi 19-20.
Sayangnya, peluang tersebut gagal dimaksimalkan. Pukulan Joaquin yang menyangkut di net memastikan gim pertama menjadi milik Goh/Izzuddin dengan skor 21-19.
Raymond/Joaquin Runner-up Indonesia Masters 2026 Setelah Gim Kedua Dikuasai Lawan
Memasuki gim kedua, Raymond/Joaquin kembali mengalami start kurang ideal. Tekanan agresif pasangan Malaysia membuat mereka tertinggal jauh 0-6.
Permainan cepat dan rapat yang diperagakan Goh/Izzuddin membuat pasangan Indonesia kesulitan mengembangkan pola serangan.
Rally panjang kembali tersaji saat skor menunjukkan 3-9, tetapi hasilnya tetap berpihak pada pasangan Malaysia. Upaya Raymond/Joaquin membongkar pertahanan solid lawan kerap berujung kesalahan sendiri.
Hingga interval gim kedua, Goh/Izzuddin masih memimpin nyaman dengan skor 11-4. Dominasi mereka berlanjut setelah jeda, sementara Raymond/Joaquin terus berjuang mencari celah untuk bangkit.
Perlawanan Akhir yang Terlambat
Saat skor menunjukkan 6-20, pertandingan tampak hampir berakhir. Namun, Raymond/Joaquin menunjukkan mental pantang menyerah dengan meraih poin demi poin.
Mereka sempat memperkecil ketertinggalan hingga 17-20 dan menahan kemenangan lawan sebanyak tujuh angka beruntun.
Sayangnya, kebangkitan tersebut datang terlalu terlambat. Goh/Izzuddin akhirnya menutup gim kedua dengan skor 21-13 sekaligus memastikan gelar juara Indonesia Masters 2026.
BACA JUGA: Gelar Perdana Super 500, Alwi Farhan Juara Tunggal Putra Indonesia Masters 2026, Istora Bergemuruh
Evaluasi Menuju Turnamen Berikutnya
Meski harus puas sebagai Raymond/Joaquin Runner-up Indonesia Masters 2026, pencapaian ini tetap menjadi modal positif bagi pasangan muda Indonesia tersebut.
Penampilan mereka sepanjang turnamen menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level atas ganda putra dunia.
Konsistensi permainan dan pengurangan kesalahan sendiri di momen krusial menjadi pekerjaan rumah utama Raymond/Joaquin menjelang turnamen BWF berikutnya.
Dukungan publik Istora dan pengalaman tampil di partai final nampaknya akan memperkuat mental mereka di masa mendatang.






