Zeynep Sonmez tumbangkan unggulan ke-11 Ekaterina Alexandrova dalam laga dramatis yang langsung menjadi perbincangan pada hari pertama Australian Open dengan skor 7-5, 4-6, 6-4 , Ahad (18/01/2026).
Petenis muda asal Turki itu tidak hanya meraih kemenangan besar, tetapi juga menorehkan catatan sejarah baru bagi negaranya di panggung Grand Slam.
Bermain tanpa beban sebagai petenis kualifikasi, Sonmez menunjukkan mental baja saat bangkit dari situasi sulit dan menyingkirkan Alexandrova lewat pertarungan tiga set yang melelahkan.
Kemenangan ini langsung mengangkat namanya, sekaligus membuktikan bahwa Australian Open selalu menjadi panggung kejutan.
Comeback Gila di Laga Penuh Drama
Laga yang berlangsung di 1573 Arena tersebut berjalan jauh dari kata mudah bagi Sonmez. Ia sempat tertinggal cukup jauh pada set pertama, namun justru menemukan ritme terbaiknya saat tekanan datang.
Set pembuka menjadi titik balik. Setelah tertinggal dan menghadapi set point, Sonmez berhasil mencuri momentum dengan rangkaian gim beruntun yang membuat Alexandrova kehilangan kendali.
Keberanian dalam mengambil risiko serta akurasi pukulan membuat Sonmez merebut set pertama dengan cara yang mengejutkan.
Alexandrova, yang berstatus unggulan ke-11, tidak tinggal diam. Petenis Rusia itu bangkit di set kedua, memanfaatkan penurunan konsistensi Sonmez. Serangan datar khas Alexandrova kembali merepotkan, dan set kedua pun jatuh ke tangannya.
Namun justru di set penentuan, drama sesungguhnya terjadi.
Bangkit dari Ketertinggalan, Mental Sonmez Diuji
Set ketiga dibuka buruk bagi Sonmez. Ia tertinggal 0-3 dan terlihat mulai kehilangan tenaga setelah duel panjang lebih dari dua jam. Di titik ini, banyak yang menduga pengalaman Alexandrova akan berbicara.
Nyatanya, Sonmez menolak menyerah.
Perlahan tapi pasti, ia mulai mengubah arah permainan. Variasi pukulan, perubahan tempo, hingga keberanian maju ke net menjadi senjata utama.
Salah satu reli panjang yang diakhiri passing shot forehand menjadi pemicu kebangkitan Sonmez.
Sejak momen itu, jalannya pertandingan berubah total. Sonmez merebut enam dari tujuh gim terakhir, menekan Alexandrova hingga akhirnya memaksa kesalahan fatal pada match point. Backhand Alexandrova menyangkut di net, dan sejarah pun tercipta.
Sejarah Baru untuk Tenis Turki
Kemenangan ini memiliki makna jauh lebih besar dari sekadar lolos ke babak kedua. Sonmez resmi menjadi petenis putri Turki pertama di Era Open yang memenangi pertandingan Australian Open.
Sebelumnya, Turki hanya mencatat kehadiran terbatas di turnamen ini, tanpa kemenangan di undian utama. Sonmez kini memecahkan batas itu, sekaligus membuka jalan baru bagi tenis putri Turki di level tertinggi.
Bukan hanya di Australia, Sonmez memang dikenal sebagai petenis yang kerap mencetak “pertama kali” bagi negaranya. Musim lalu, ia juga mencatatkan diri sebagai petenis Turki pertama yang menembus babak ketiga Grand Slam.
Sportivitas yang Memikat Penonton
Tak hanya soal kualitas permainan, Sonmez juga mencuri hati penonton lewat sikap sportivitasnya. Di tengah pertandingan, ia sigap membantu seorang ballkid yang sempat mengalami kondisi tidak fit di sisi lapangan.
Aksi spontan tersebut mendapat tepuk tangan dari penonton, sekaligus menunjukkan kedewasaan Sonmez di luar lapangan. Dukungan publik pun semakin deras mengalir.
Tribun dipenuhi bendera Turki. Sorakan dukungan terdengar di hampir setiap poin krusial. Usai laga, Sonmez bahkan menyempatkan diri berkeliling lapangan sambil mengibarkan bendera negaranya, sebuah momen emosional yang menjadi simbol kebanggaan.
Modal Besar Menuju Babak Berikutnya
Masuk ke Australian Open lewat jalur kualifikasi, Sonmez sebenarnya sudah menunjukkan sinyal bahaya. Ia hanya kehilangan sedikit gim sepanjang babak penyisihan, menandakan kondisi fisik dan kepercayaan diri yang sedang tinggi.
Kemenangan atas Alexandrova menjadi pembuktian bahwa performa apik tersebut bukan kebetulan. Dengan usia yang masih 23 tahun, Sonmez menunjukkan paket lengkap: mental, teknik, dan keberanian mengambil keputusan besar di momen krusial.
Hasil ini juga membuka peluang Sonmez untuk kembali menembus jajaran 100 besar dunia, setelah sebelumnya sempat mencapai peringkat terbaik dalam kariernya.
Inspirasi dari Melbourne
Australian Open kerap melahirkan kisah tak terduga, dan kemenangan Sonmez adalah salah satunya. Dari status petenis kualifikasi, ia kini menjadi simbol harapan baru tenis Turki.
Perjalanan Sonmez masih panjang. Tantangan lebih berat tentu menanti di babak berikutnya. Namun satu hal sudah pasti: namanya kini tak lagi asing di panggung besar.
Dari reli panjang, comeback dramatis, hingga sportivitas yang menyentuh, Zeynep Sonmez Tumbangkan Unggulan ke-11 Ekaterina Alexandrova bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan cerita tentang keberanian, mimpi, dan sejarah yang lahir di Melbourne.
Statistik Pertandingan Zeynep Sonmez vs Ekaterina Alexandrova
Australian Open 2026 – Babak 128 Besar (Hard Court, Melbourne)
| Statistik | Ekaterina Alexandrova (11) | Zeynep Sonmez (TUR) |
|---|---|---|
| Skor | 5–7, 6–4, 4–6 | 7–5, 4–6, 6–4 |
| Aces | 10 | 4 |
| Double Faults | 7 | 5 |
| Break Point Dikonversi | 7/14 (50%) | 8/17 (47,1%) |
| Persentase Servis Pertama | 58,7% (64/109) | 55,5% (66/119) |
| Poin Servis Pertama Menang | 67,2% (43/64) | 56,1% (37/66) |
| Poin Servis Kedua Menang | 28,9% (13/45) | 47,2% (25/53) |
| Break Point Dihadapi | 17 | 14 |
| Break Point Diselamatkan | 9/17 (52,9%) | 7/14 (50%) |
| Gim Servis Dimainkan | 8 | 9 |
| Poin Return Servis Pertama | 43,9% (29/66) | 32,8% (21/64) |
| Poin Return Servis Kedua | 52,8% (28/53) | 71,1% (32/45) |
| Gim Return Dimainkan | 9 | 8 |
| Total Poin Servis Menang | 56/109 (51,4%) | 62/119 (52,1%) |
| Total Poin Return Menang | 57/119 (47,9%) | 53/109 (48,6%) |
| Total Poin Menang | 113/228 (49,6%) | 115/228 (50,4%) |






