Chen Yu Fei Tumbangkan Nozomi Okuhara, Drama Luka di Istora Mengantar Wakil China ke Final Indonesia Masters 2026

Chen Yu Fei Tumbangkan Nozomi Okuhara, Drama Luka di Istora Mengantar Wakil China ke Final Indonesia Masters 2026
Chen Yu Fei - Dokumen tasi IG: @chenyufei.fanclub

Sorak penonton Istora Senayan kembali bergemuruh ketika satu nama besar memastikan langkah ke partai puncak. Dalam duel sarat emosi dan intensitas tinggi, Chen Yu Fei akhirnya menyingkirkan Nozomi Okuhara dan menorehkan tiket ke final Indonesia Masters 2026, sekaligus mencatatkan final pertamanya di musim ini.

Pertandingan semifinal yang digelar Sabtu (24/1/2026) itu bukan hanya tentang siapa yang lebih unggul secara teknik, tetapi juga tentang ketangguhan mental, ketepatan membaca momentum, dan ketenangan menghadapi situasi tak terduga, termasuk insiden cedera yang sempat menghentikan laga.

Okuhara Datang dengan Status Penjegal Juara Bertahan

Nama Nozomi Okuhara datang ke semifinal dengan reputasi sedang menanjak. Di babak sebelumnya, tunggal putri Jepang itu sukses menyingkirkan juara bertahan Ratchanok Intanon, sebuah hasil yang membuat banyak pihak menempatkannya sebagai ancaman serius bagi unggulan China.

Namun, keberuntungan yang mengiringi langkah Okuhara di laga-laga sebelumnya tak berlanjut ketika ia berhadapan dengan Chen Yu Fei.

Wakil China itu tampil dengan pendekatan agresif sejak awal, memaksa reli cepat, dan menekan area pertahanan Okuhara yang dikenal ulet.

BACA JUGA: Alwi Farhan Lolos Perempat Final Indonesia Masters 2026, Menjaga Nyala Harapan Tunggal Putra Indonesia

Gim Pertama: Kebangkitan Chen Yu Fei Selepas Interval

Set pembuka dimulai dengan tempo tinggi. Okuhara justru membuka laga dengan beberapa kesalahan sendiri yang membuatnya tertinggal cepat 3-1. Namun, juara dunia asal Jepang itu segera membalas.

Tiga poin beruntun berhasil ia raih untuk menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Kepercayaan diri Okuhara meningkat, dan ia bahkan mampu membalikkan keadaan saat interval dengan keunggulan 11-9.

Situasi ini sempat membuat publik Istora melihat peluang besar bagi Okuhara untuk mengambil kendali.

Namun, selepas jeda, cerita berubah drastis.

Chen Yu Fei tampil jauh lebih agresif. Ia merebut lima poin berturut-turut untuk berbalik unggul 16-12. Tekanan demi tekanan diarahkan ke sisi kiri pertahanan Okuhara.

Keunggulan itu terus melebar hingga 18-13. Satu smes keras ke sisi kiri permainan lawan menjadi penutup gim pertama. Skor 21-15 memastikan Chen Yu Fei unggul satu gim.

Gim Kedua: Insiden Sikut Terluka Hentikan Pertandingan

Dominasi Chen Yu Fei berlanjut di awal gim kedua. Sebuah dropshot tajam ke sisi kanan membuat Okuhara terpaksa menjatuhkan diri untuk menjangkau shuttlecock. Skor berubah menjadi 4-1 untuk Yu Fei.

Namun, momen itu membawa dampak serius.

Okuhara terlihat meringis kesakitan. Sikut kanannya mengalami luka akibat terjatuh, memaksa tim medis masuk ke lapangan. Pertandingan pun terhenti sejenak untuk perawatan.

Penonton Istora terdiam. Banyak yang khawatir laga akan berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Beruntung, setelah beberapa menit, Okuhara memutuskan melanjutkan pertandingan.

BACA JUGA: 16 Besar Indonesia Masters 2026: Putri KW Tersingkir Dramatis, Mimpi Tuan Rumah di Tunggal Putri Resmi Padam

Chen Yu Fei Kian Menekan, Okuhara Bangkit Sebentar

Setelah laga dilanjutkan, Chen Yu Fei tampil tanpa ragu. Ia langsung memperlebar jarak hingga 8-2. Pola serangannya konsisten: kombinasi smes keras dan dropshot tipis yang memaksa Okuhara terus bergerak.

Namun, di sinilah karakter petarung Okuhara kembali terlihat.

Dengan kondisi siku yang masih dibalut, ia bangkit. Lima poin beruntun berhasil ia kumpulkan untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 10-9.

Harapan kembali menyala.

Sayangnya, sebuah dropshot Okuhara yang tersangkut di net membuat Chen Yu Fei menutup interval gim kedua dengan keunggulan tipis 11-9.

Menjelang Akhir, Drama Deuce Warnai Pertarungan

Selepas interval, Chen Yu Fei terus menjaga keunggulan. Ia memimpin 17-13 dan tampak berada di jalur cepat menuju kemenangan dua gim langsung.

Namun, tekanan besar justru membuat Yu Fei beberapa kali melakukan kesalahan sendiri di momen krusial.

Poin demi poin jatuh ke tangan Okuhara.

Skor imbang 20-20, memaksa deuce. Istora kembali riuh. Momentum sempat terlihat beralih.

Tetapi di saat paling menentukan, pengalaman berbicara.

Sebuah smes keras ke sisi kanan pertahanan Okuhara menjadi poin penentu. Skor 23-21 menutup gim kedua, sekaligus memastikan kemenangan Chen Yu Fei dalam dua gim langsung.

Chen Yu Fei Tumbangkan Nozomi Okuhara dan Tembus Final Pertama 2026

Dengan hasil ini, Chen Yu Fei Tumbangkan Nozomi Okuhara dan memastikan tempat di partai puncak Indonesia Masters 2026.

Ini menjadi final pertamanya di tahun 2026, setelah pada dua turnamen sebelumnya ia selalu terhenti di babak semifinal.

Kemenangan ini juga menegaskan kebangkitan Chen Yu Fei sebagai salah satu kekuatan utama tunggal putri dunia setelah periode naik-turun dalam beberapa bulan terakhir.

Menanti Lawan di Final: Opatniputh atau Letshanaa

Di partai final, Chen Yu Fei akan menunggu pemenang laga antara Pitchamon Opatniputh dan Karupathevan Letshanaa.

Siapa pun lawannya, Yu Fei datang dengan modal besar: kepercayaan diri tinggi, permainan agresif, dan pengalaman tampil di laga-laga puncak.

Bagi Chen Yu Fei, final ini bukan sekadar soal gelar, tetapi juga soal membangun kembali dominasinya di awal musim.

BACA JUGA: Sabar/Reza Singkirkan Wakil Malaysia, Drama Tiga Gim Antar Indonesia ke Perempat Final Indonesia Masters 2026

Laga Sarat Emosi di Istora

Pertandingan melawan Okuhara menjadi salah satu laga paling emosional di Indonesia Masters 2026.

Ada ketegangan sejak awal, drama cedera, kebangkitan sementara, hingga duel deuce di akhir gim kedua.

Chen Yu Fei tidak hanya menang karena teknik, tetapi karena kemampuannya mengelola tekanan dan menjaga fokus di momen genting.

Sementara bagi Okuhara, kekalahan ini menyakitkan, apalagi setelah tampil gemilang dengan menyingkirkan juara bertahan di babak sebelumnya.

Namun, penampilannya tetap meninggalkan respek besar dari publik Istora.

Satu Langkah Menuju Gelar Perdana Musim Ini

Kini, satu langkah terakhir memisahkan Chen Yu Fei dari gelar pertamanya di tahun 2026.

Jika mampu mempertahankan level permainan seperti di semifinal, peluangnya untuk naik podium juara sangat terbuka.

Drama semifinal ini bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana seorang petenis bangkit, bertahan, dan menuntaskan tugas di bawah tekanan luar biasa.

Dan di Istora Senayan, Chen Yu Fei sekali lagi membuktikan bahwa ia masih menjadi salah satu ratu lapangan bulu tangkis dunia.