Tenis  

Hasil Australia Open 2026 – Novak Djokovic Capai Round 4 Australia Open, Rekor Demi Rekor Mengiringi Langkah Sang Legenda

Novak Djokovic Capai Round 4 Australia Open, Rekor Demi Rekor Mengiringi Langkah Sang Legenda
Novak Djokovic - dokumentasi Ig: @atptour

Novak Djokovic kembali membuktikan bahwa usia dan waktu belum mampu menggerus ambisinya di panggung Grand Slam. Dalam pertandingan penuh tekanan di Melbourne Park, petenis Serbia itu memastikan langkah ke babak keempat setelah mengatasi perlawanan keras Botic van de Zandschulp.

Kemenangan dengan skor 6-3, 6-4, 7-6(4) bukan hanya berarti tiket ke putaran empat, tetapi juga menambah deretan catatan sejarah dalam karier sang juara. Dengan hasil ini, Novak Djokovic Capai Round 4 Australia Open untuk ke-18 kalinya dari total 21 penampilan di turnamen ini.

Lebih dari sekadar kemenangan, laga ini menjadi panggung bagi Djokovic untuk menegaskan statusnya sebagai salah satu figur terbesar dalam sejarah tenis.

Awal Solid, Djokovic Langsung Menancapkan Dominasi

Djokovic memahami satu hal sejak awal: ia tidak boleh mengulang kesalahan saat kalah dari Van de Zandschulp di Indian Wells tahun lalu.

Itulah sebabnya ia langsung tampil agresif sejak game pertama. Set pembuka berjalan dengan kontrol hampir sempurna dari raket Djokovic. Ia melepaskan 12 winner hanya dengan tujuh unforced error, serta berhasil menyelamatkan satu-satunya break point yang ia hadapi.

Permainan rapi dan penuh presisi itu mengantarnya merebut set pertama dengan skor 6-3, sekaligus memberi pesan jelas bahwa ia datang dengan misi serius di Melbourne.

Set Kedua: Gangguan Fisik dan Konsentrasi yang Tetap Terjaga

Memasuki set kedua, ritme pertandingan sempat terganggu. Van de Zandschulp meminta medical timeout untuk menangani masalah di bahu kanannya setelah tertinggal 0-3.

Momen ini sempat dimanfaatkan oleh petenis Belanda tersebut untuk memperlambat tempo dan mencuri beberapa poin penting. Djokovic pun mengalami satu-dua kehilangan fokus, sesuatu yang jarang terlihat darinya.

Namun, pengalaman berbicara.

Unggulan keempat itu segera mengembalikan kontrol permainan, menjaga servisnya dengan disiplin, dan menutup set kedua dengan skor 6-4.

Dua set di tangan, Djokovic semakin dekat dengan target, meski pertandingan belum sepenuhnya aman.

Insiden Jatuh dan Drama Set Ketiga

Set ketiga menjadi bagian paling menegangkan dari laga ini.

Pada game ketiga, Djokovic terpeleset dan terjatuh cukup keras. Ia kemudian meminta medical timeout untuk memastikan kondisinya tetap aman melanjutkan pertandingan.

Tak lama setelah itu, ia justru kehilangan servis, memberi Van de Zandschulp peluang untuk memperpanjang pertandingan.

Ketegangan mencapai puncaknya saat skor menunjukkan 5-6. Djokovic menghadapi dua set point, situasi yang bisa saja memaksanya bermain set keempat.

Namun di sinilah mental juara berbicara.

Dengan ketenangan luar biasa, Djokovic menyelamatkan kedua set point tersebut, memaksa tie-break, lalu menutup pertandingan dengan kemenangan 7-6(4).

Total waktu pertandingan: 2 jam 44 menit.

Sebuah kemenangan yang tidak mudah, tetapi sangat mencerminkan karakter seorang legenda.

Rekor Bersejarah Terus Bertambah

Kemenangan ini membawa Djokovic mencatatkan sejumlah tonggak penting.

Ia kini mengoleksi 400 kemenangan di turnamen Grand Slam, terbanyak sepanjang era Open, melampaui semua pemain lain dalam sejarah tenis modern.

Di Australian Open, jumlah kemenangannya kini mencapai 102 pertandingan, menyamai rekor turnamen milik Roger Federer.

Tak hanya itu, ini menjadi kali ke-18 Djokovic menembus babak keempat di Melbourne, angka yang menunjukkan betapa turnamen ini telah menjadi rumah keduanya.

“Saya Tidak Mau Terlalu Cepat Berpikir Jauh”

Usai pertandingan, Djokovic memilih merendah.

Ia menegaskan bahwa start bagus tidak menjamin apa pun di turnamen sepanjang Grand Slam.

Menurutnya, pengalaman pahit tahun lalu menjadi pelajaran penting agar tidak terlalu cepat merasa aman.

Ia juga mengakui bahwa generasi muda kini berada di level yang sangat tinggi, khususnya Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner.

Namun, ia menambahkan satu kalimat yang terasa sangat khas Djokovic:
selama ia masih turun ke lapangan, peluang itu selalu ada.

Terutama di Melbourne, tempat yang memberinya begitu banyak kenangan emas sepanjang karier.

Dua Kemenangan Menuju Duel Akbar Kontra Sinner

Dengan hasil ini, Novak Djokovic Capai Round 4 Australia Open tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen.

Di babak berikutnya, ia akan menghadapi pemenang laga antara Jakub Mensik atau Ethan Quinn.

Lebih jauh lagi, jika terus melaju, Djokovic hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mencapai potensi semifinal melawan Jannik Sinner, juara bertahan dua kali.

Sinner sendiri sebelumnya lolos ke putaran empat setelah melewati laga berat melawan kram otot.

Pertemuan dua generasi ini kini menjadi salah satu skenario paling dinantikan di Melbourne Park.

Masih Bertahan, Masih Berbahaya

Usia boleh bertambah. Cedera boleh datang silih berganti.
Namun satu hal tetap sama: Novak Djokovic masih menjadi ancaman utama di panggung terbesar.

Ia tidak lagi selalu dominan tanpa cela.
Ia kini harus berjuang lebih keras, menyelamatkan set point, bangkit dari jatuh, dan mengatasi gangguan fisik.

Tapi justru di sanalah esensi seorang legenda terlihat. Ketika tekanan datang, ketika tubuh mulai protes, ketika lawan mencium peluang,

Djokovic masih mampu berdiri, bertahan, dan menang.

Dan kini, satu hal tercatat jelas di papan skor Melbourne:
Novak Djokovic Capai Round 4 Australia Open, membawa serta rekor, ambisi, dan harapan akan satu gelar besar lagi di akhir kariernya.