Kehadiran Jonathan Rea bersama Honda HRC di World Superbike 2026 mulai menjadi sorotan setelah sang juara dunia enam kali itu kembali mengendarai motor Honda dalam sesi tes WorldSBK di Sirkuit Jerez.
Meski belum sepenuhnya pulih dari cedera lutut, Rea mengaku kembali merasakan sensasi balap yang telah lama ia rindukan.
Tes ini menjadi momen emosional bagi pembalap asal Irlandia Utara tersebut. Untuk pertama kalinya sejak 2014, Rea kembali menunggangi motor Honda di ajang World Superbike, kali ini dengan peran baru sebagai pembalap penguji (test rider) Honda Racing Corporation (HRC).
Masih Cedera, Tapi Sensasi Balap Kembali Terasa
Jonathan Rea menegaskan bahwa kondisi fisiknya belum ideal. Cedera lutut yang ia alami pada akhir musim lalu masih menyisakan rasa tidak nyaman, bahkan sejak lap pertama di atas motor Honda CBR.
“Saya berharap bisa bilang lutut saya sudah jauh lebih baik, tapi kenyataannya masih cukup tidak nyaman sejak awal,” ungkap Rea.
BACA JUGA: Ross Brawn Yakin Hamilton Bisa Bangkit di 2026 Bersama Ferrari
Meski begitu, ia tetap menikmati kesempatan kembali melaju kencang di lintasan lurus Jerez.
“Perasaan melaju full gas di trek lurus belakang itu benar-benar sensasi yang sudah lama saya rindukan,” tambahnya.
Jonathan Rea Bersama Honda HRC di World Superbike 2026 Jadi Awal Peran Baru
Keterlibatan Jonathan Rea Bersama Honda HRC di World Superbike 2026 bukan hanya soal comeback ke lintasan, tetapi juga awal fase baru dalam kariernya.
Setelah mengakhiri karier balap penuh waktu akibat cedera, Rea kini fokus membantu Honda melalui pengembangan motor dan masukan teknis.
Ia bahkan berseloroh mengenai keputusannya turun lintasan dalam kondisi belum sepenuhnya fit.
“Kalau dokter saya tahu saya ada di sini, dia pasti akan sangat marah,” kata Rea sambil tertawa.
Namun, Rea menilai tes ini penting untuk mengumpulkan data awal dan membantu tim memahami arah pengembangan motor Honda WorldSBK.
Fokus Adaptasi dan Memahami Karakter Motor Honda
Pendekatan Bertahap di Tengah Cuaca Tak Menentu
Tes di Jerez berlangsung dalam kondisi yang tidak ideal akibat hujan. Rea hanya mendapat waktu lintasan terbatas, termasuk 25 lap pada hari Selasa sebelum cuaca kembali memburuk.
Menurutnya, fokus utama bukan mengejar catatan waktu, melainkan memahami karakter dasar motor.
“Ini soal memahami motor, potensinya, dan bagaimana mengendarainya mendekati limit,” jelas Rea.
Pada hari terakhir tes yang berlangsung di lintasan lembap, motor Honda yang dikendarai Rea mencatatkan waktu tercepat ke-10, hasil yang dinilai cukup positif mengingat keterbatasan kondisi dan jumlah lap.
Sinyal Positif Meski Masih Banyak PR
Dengan total sekitar 50 lap, Rea menegaskan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan besar.
Namun, ia merasa Honda CBR memberinya kembali perasaan kompetitif yang sempat hilang dalam beberapa musim terakhir.
“Motornya memberi saya banyak sensasi bagus, sensasi yang sudah lama saya rindukan,” ujarnya.
Meski demikian, Rea tidak menutup mata terhadap berbagai area yang masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi performa maupun konsistensi.
“Masih banyak pekerjaan rumah, tapi dengan pengalaman saya dan dukungan teknisi di tim serta HRC, saya yakin kami bisa melangkah maju.”
Atmosfer Positif di Internal Honda HRC
Selain aspek teknis, Rea juga menyoroti suasana kerja yang ia rasakan di dalam tim Honda HRC.
Menurutnya, atmosfer yang positif menjadi modal penting untuk pengembangan jangka panjang di World Superbike.
“Semua orang tahu jalannya masih panjang, tapi atmosfernya sangat menyenangkan dan saya benar-benar menikmati peran baru ini,” kata Rea.
Ia juga mengungkapkan rasa bangganya bisa kembali mengenakan warna Honda, pabrikan yang memiliki sejarah panjang dalam kariernya.
Dukungan untuk Pembalap Honda Lainnya
Dalam tes tersebut, Rea juga berperan membantu pembalap Honda WorldSBK lainnya, termasuk Jake Dixon yang mencatatkan waktu ke-13 tercepat.
Sementara itu, Somkiat Chantra harus absen karena masih menjalani pemulihan cedera lengan.
Kehadiran Rea sebagai pembalap tes diharapkan mampu memberikan dampak besar, baik dalam pengembangan motor maupun adaptasi para rider Honda menghadapi musim World Superbike mendatang.
BACA JUGA: Paolo Pavesio : Langkah Toprak Razgatlioglu ke MotoGP 2026 Momen Mengubah Arah Sejarah Yamaha
Honda Tatap World Superbike 2026 dengan Optimisme
Keterlibatan Jonathan Rea membuka babak baru bagi Honda di World Superbike. Meski belum ada target besar yang diumumkan, kolaborasi ini diyakini akan menjadi fondasi penting bagi proyek Honda menuju musim 2026.
Dengan pengalaman, mental juara, dan pendekatan teknis yang matang, Jonathan Rea Bersama Honda HRC di World Superbike 2026 berpotensi menjadi kombinasi yang menarik untuk disimak.






