Paolo Pavesio : Langkah Toprak Razgatlioglu ke MotoGP 2026 Momen Mengubah Arah Sejarah Yamaha

Paolo Pavesio Langkah Toprak Razgatlioglu ke MotoGP 2026 Momen Mengubah Arah Sejarah Yamaha
Dokumentasi IG: @pramacracing

Langkah Toprak Razgatlioglu ke MotoGP 2026 bukan sekadar perpindahan kelas bagi seorang juara World Superbike. Di mata Yamaha, ini adalah momen simbolis yang menandai berakhirnya satu bab panjang penantian, kegagalan, dan kesempatan yang sempat terlewat.

Bagi Paolo Pavesio, orang baru di pucuk pimpinan proyek Yamaha MotoGP, keputusan merekrut Toprak adalah “penutupan sebuah lingkaran” yang sudah lama terbuka.

Setelah bertahun-tahun dikaitkan dengan MotoGP tanpa pernah benar-benar mendapat tiket resmi, Toprak akhirnya tiba di kelas utama pada usia dan kematangan karier yang dinilai paling tepat.

Kesepakatan multi-musim yang membawanya ke tim Pramac mulai 2026 menjadi salah satu transfer paling menentukan dalam bursa pembalap beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA: Toprak Razgatlioglu Siap Ubah Gaya Balap di MotoGP: Dari Legenda Superbike Menuju Pertaruhan Terbesar Karier

Penantian Panjang dari World Superbike Menuju MotoGP

Nama Toprak Razgatlioglu sudah lama menghiasi rumor MotoGP. Saat masih membela Yamaha di World Superbike pada 2023, pembalap asal Turki itu sempat menjalani tes di Jerez. Kala itu, banyak yang meyakini bahwa pintu MotoGP tinggal menunggu waktu untuk terbuka.

Namun, kenyataannya jauh dari harapan. Yamaha belum memiliki tim satelit yang siap menampungnya, sementara faktor pengalaman di kelas utama juga dijadikan alasan utama untuk menunda kepindahan. Kesempatan itu pun menguap begitu saja.

Toprak sendiri mengakui kemudian bahwa tes tersebut tidak memberikan dampak besar bagi proses adaptasinya. Ia merasa motor tidak disesuaikan secara maksimal dengan karakter balapnya. Seiring waktu berjalan, opsi menuju MotoGP justru terlihat semakin menyempit.

Hingga akhirnya, di tengah bursa transfer yang penuh kejutan, Yamaha dan Pramac datang membawa solusi. Kesepakatan untuk musim 2026 resmi tercapai, dan Toprak pun memastikan langkah besarnya ke paddock MotoGP.

Waktu yang Tepat dan Momentum yang Sempurna

Salah satu faktor penting yang membuat Langkah Toprak Razgatlioglu ke MotoGP 2026 terasa semakin ideal adalah perubahan regulasi besar yang akan datang.

MotoGP dijadwalkan beralih ke ban Pirelli pada 2027, merek yang sangat akrab dengan Toprak selama bertahun-tahun di World Superbike.

Pengalaman panjang dengan Pirelli memberi Toprak keuntungan adaptasi yang tidak dimiliki banyak pembalap lain. Ditambah lagi, Yamaha sedang menyiapkan perubahan besar pada proyek teknis mereka, termasuk transisi ke mesin V4 dan penyesuaian menyeluruh untuk regulasi baru 2027.

Bagi Paolo Pavesio, semua ini bukan kebetulan.

“Datang ke MotoGP di usia dan kematangan seperti sekarang akan membantunya menghadapi tekanan,” ujar Pavesio kepada media Italia GPOne.

Menurutnya, tiga gelar dunia World Superbike yang diraih Toprak datang dari tantangan-tantangan berat, bukan dari jalan yang mudah.

BACA JUGA: Replika Motor Yamaha Toprak Razgatlioglu Muncul Lagi! Motor Juara Dunia Dijual Nyaris Rp1,2 Miliar dan Jadi Buruan Kolektor

Keyakinan Pavesio: Ini Bukan Pertaruhan, Ini Investasi

Sebagai pemimpin baru Yamaha, Pavesio sadar betul bahwa perekrutan Toprak bukan tanpa risiko. MotoGP adalah arena dengan kepadatan talenta tertinggi di dunia. Namun, ia yakin Toprak berada di level yang pantas bersaing di sana.

Pavesio menegaskan bahwa sang pembalap memahami kompleksitas tantangan yang menantinya. Target 2026 bukan langsung mengejar gelar, melainkan membangun fondasi kuat menuju musim 2027, ketika regulasi baru mulai berlaku penuh.

Lebih dari itu, Pavesio memandang langkah ini sebagai sesuatu yang memang seharusnya terjadi sejak lama.

“Menurut saya, ini memang harus terjadi. Saya merasa ada satu lingkaran yang perlu ditutup,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa baik Toprak maupun manajernya, Kenan Sofuoglu, memiliki perasaan yang sama soal arti penting kepindahan ini.

Era Baru Yamaha Setelah Kepergian Lin Jarvis

Langkah Toprak Razgatlioglu ke MotoGP 2026 juga tak bisa dilepaskan dari perubahan besar di tubuh Yamaha.

Paolo Pavesio kini menempati kursi yang dulu diisi Lin Jarvis, sosok legendaris yang memimpin era keemasan Yamaha bersama Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, hingga Fabio Quartararo.

Warisan Jarvis begitu besar, namun periode akhir kepemimpinannya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Upaya mempertahankan Quartararo dan mencari mitra satelit baru menjadi tugas berat di tengah performa M1 yang belum kembali kompetitif.

Harapan untuk membawa Quartararo kembali bersaing memperebutkan gelar dunia kedua belum terwujud. Bahkan, kehilangan Quartararo pada 2027 kini menjadi ancaman nyata yang akan selalu membayangi manajemen Yamaha saat ini.

Dalam konteks itulah, perekrutan Toprak menjadi langkah strategis yang bisa mengubah narasi.

Hubungan Lama yang Membuka Jalan Baru

Salah satu kunci sukses transfer ini adalah hubungan lama antara Pavesio dan Toprak. Keduanya pernah bekerja sama erat di World Superbike, termasuk saat meraih gelar dunia pada 2021.

Kedekatan itu mempermudah proses negosiasi, sekaligus memberi Yamaha keyakinan bahwa mereka tidak sekadar merekrut juara, tetapi juga sosok yang memahami filosofi pabrikan.

Dengan kombinasi pengalaman ban Pirelli, perubahan mesin V4, serta regulasi 2027, Yamaha berharap Toprak bisa menjadi pusat proyek jangka panjang mereka di MotoGP.

BACA JUGA: Bos Pramac MotoGP Buka Suara: Pengkhianatan Ducati, Drama Marquez, dan Nasib Jorge Martin yang Berubah Total

Taruhan Besar yang Bisa Mengukir Warisan Baru

Bagi Yamaha, menjadi pabrikan yang akhirnya membawa Toprak Razgatlioglu ke MotoGP sudah merupakan pencapaian tersendiri. Namun, ambisi mereka jelas lebih besar dari sekadar simbol.

Jika proyek ini berhasil, jika Toprak benar-benar mampu bersaing memperebutkan kemenangan dan gelar, maka nama Paolo Pavesio akan langsung terukir sebagai sosok yang berani mengambil keputusan besar di masa transisi.

Langkah Toprak Razgatlioglu ke MotoGP 2026 bukan hanya tentang naik kelas. Ini adalah cerita tentang kesempatan kedua, tentang waktu yang akhirnya berpihak, dan tentang upaya Yamaha menutup satu lingkaran sejarah sambil membuka bab baru yang penuh harapan di kelas tertinggi balap motor dunia.