Tenis  

Hasil Tenis Australia Open – Jessica Pegula Hentikan Langkah Madison Keys Pertahankan Gelar AO, Duel Sahabat Berakhir di Melbourne

Hasil Tenis Australia Open - Jessica Pegula Hentikan Langkah Madison Keys Pertahankan Gelar AO, Duel Sahabat Berakhir di Melbourne
Jessica Pegula tampil lebih stabil dan efisien untuk menyingkirkan sang juara bertahan, Madison Keys, dengan skor 6-3, 6-4, Senin (26/01/2026) pagi WIB. - Dokumentasi : (c) WTA

Impian Madison Keys untuk mempertahankan gelar Australian Open harus terhenti di hadapan sahabatnya sendiri. Dalam duel sesama petenis Amerika Serikat di babak keempat, Jessica Pegula tampil lebih stabil dan efisien untuk menyingkirkan sang juara bertahan dengan skor 6-3, 6-4, Senin (26/01/2026) pagi WIB.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket perempat final. Ini adalah pertemuan sarat emosi antara dua rekan setim Billie Jean King Cup, dua sahabat dekat, dan dua rival yang saling mengenal luar dalam. Namun di Rod Laver Arena, hanya satu yang boleh melangkah lebih jauh, dan kali ini, Jessica Pegula hentikan langkah Madison Keys pertahankan gelar AO dengan permainan nyaris tanpa cela.

Duel Sesama Amerika yang Sarat Cerita

Laga ini mencatat sejarah kecil tersendiri. Ini adalah pertemuan sesama petenis Amerika di babak keempat Australian Open untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir. Taruhannya besar, bukan hanya tiket delapan besar, tetapi juga nasib gelar juara.

Madison Keys datang sebagai juara bertahan. Gelar Grand Slam pertamanya di Melbourne tahun lalu membuatnya tiba dengan status unggulan dan tekanan besar.

Musim ini, ia kembali tampil meyakinkan dengan tiga kemenangan beruntun dan rekor 10 kemenangan berturut-turut di Australian Open.

BACA JUGA: Jadwal Tenis Australia Open Hari Ke-9: Swiatek Tampil, Duel Pegula vs Keys Terpanas

Di sisi lain, Pegula juga membawa catatan solid. Ia belum pernah kalah di babak 16 besar di Melbourne, mencatat rekor 3-0 sebelum laga ini. Rekor pertemuan mereka sebelumnya imbang, dan ini menjadi pertemuan keempat sepanjang karier.

“Sesuatunya memang harus berubah,” begitu kesan yang terasa sebelum bola pertama dipukul. Dan perubahan itu akhirnya datang di raket Pegula.

Start Cepat Pegula, Keys Mulai Tertekan

Sejak awal laga, Pegula langsung menunjukkan niatnya. Ia bermain agresif di return, menekan servis Keys, dan memaksa sang juara bertahan memukul dalam posisi tidak nyaman.

Strateginya sederhana namun efektif: kembalikan sebanyak mungkin bola, tarik Keys ke reli panjang, lalu manfaatkan kesalahan sendiri lawan.

Dalam set pertama, Pegula berhasil mematahkan servis Keys dua kali. Servis keras yang biasanya menjadi senjata utama Keys tak lagi dominan.

Lebih dari 70 persen servis Keys berhasil dikembalikan Pegula, sebuah angka yang menjadi kunci kemenangan.

Sementara Pegula tampil rapi, Keys justru mulai kehilangan ritme. Kesalahan demi kesalahan muncul, terutama dari sisi forehand yang biasanya menjadi andalan. Set pertama pun diamankan Pegula dengan skor 6-3.

Set Kedua: Pegula Menjauh, Keys Gagal Bangkit

Memasuki set kedua, Pegula tak mengendurkan tekanan. Ia langsung memimpin cepat hingga unggul 4-1. Dalam fase ini, perbedaan kualitas kontrol permainan terlihat jelas.

Pegula tampil tenang, memvariasikan kecepatan bola, mengubah sudut pukulan, dan membuat Keys terus bergerak. Sebaliknya, Keys semakin frustrasi. Total 28 unforced error ia buat sepanjang laga, angka yang terlalu tinggi untuk laga hidup-mati.

Keys sempat memperkecil jarak setelah mematahkan servis Pegula di kedudukan 4-1. Namun momen itu tak cukup untuk membalikkan keadaan. Pegula kembali fokus, menjaga servisnya, dan menutup pertandingan dengan skor 6-4.

Seluruh laga selesai hanya dalam 1 jam 18 menit, durasi yang mencerminkan betapa efisiennya permainan Pegula.

BACA JUGA: Hasil AO 2026 – Main Lebih Tenang, Elina Svitolina Melaju ke Perempat Final Australia Open Usai Taklukkan Mirra Andreeva

Statistik Bicara: Efisiensi Menjadi Kunci

Kemenangan ini bukan sekadar soal skor, tetapi soal kontrol.

Pegula mematahkan servis Keys sebanyak empat kali, sebuah pencapaian penting menghadapi petenis dengan servis keras. Ia hanya membuat 13 unforced error, berbanding terbalik dengan 28 kesalahan milik Keys.

Dengan 14 winner dan return solid, Pegula memaksa Keys bermain di luar zona nyamannya. Keunggulan ini membuat Pegula unggul jauh sejak set pertama dan nyaris tak pernah berada dalam posisi tertekan.

Kemenangan ini juga memperbaiki rekor Pegula di babak keempat Grand Slam menjadi 8 kemenangan dari 10 kesempatan, sebuah statistik yang menunjukkan konsistensi di level elite.

Rekor Mengesankan Lawan Sesama Amerika

Kemenangan atas Keys memperpanjang dominasi Pegula atas kompatriotnya sendiri. Sejak kalah dari Keys di US Open 2023, Pegula mencatat rekor luar biasa: 28 kemenangan dan hanya 3 kekalahan saat menghadapi sesama petenis Amerika.

Dalam 52 pekan terakhir saja, catatan itu bahkan lebih mencolok: 13 menang dan hanya sekali kalah.

Dominasi ini memperlihatkan bahwa Pegula bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga unggul dalam membaca pola permainan para rival senegaranya.

Mental Juara: Kunci di Balik Kemenangan

Usai laga, Pegula mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya adalah tetap setia pada rencana permainan sejak awal.

Ia sadar betul kebiasaan Keys: servis keras, pukulan datar, dan agresivitas sejak bola pertama. Karena itu, Pegula memilih bertahan disiplin, mengubah tempo, dan memancing Keys melakukan kesalahan.

Ia juga mengakui bahwa kondisi matahari di set kedua sempat menyulitkan visibilitas. Namun alih-alih panik, ia memilih tetap fokus pada pola permainan.

Pendekatan mental inilah yang membuat Pegula mampu menjaga keunggulan, bahkan ketika sempat kehilangan satu break.

Jalan Terbuka Menuju Semifinal

Dengan kemenangan ini, Pegula melaju ke perempat final Australian Open 2026. Di babak delapan besar, ia berpeluang menghadapi unggulan keempat, Amanda Anisimova, jika petenis itu mampu menyingkirkan Wang Xinyu.

Jika pertemuan itu terjadi, Pegula akan kembali menghadapi lawan berat dari Amerika. Namun dengan performa saat ini, kepercayaan diri Pegula sedang berada di puncaknya.

Ia kini menjadi salah satu kandidat kuat menuju semifinal, bahkan berpeluang lebih jauh.

Keys: Juara Bertahan yang Harus Belajar Melepas

Bagi Madison Keys, kekalahan ini terasa pahit. Ia datang dengan status juara bertahan, membawa harapan besar, dan performa yang sebenarnya cukup solid hingga babak keempat.

Namun di laga ini, tekanan mempertahankan gelar tampak memengaruhi permainannya. Kesalahan sendiri terlalu banyak, dan ia gagal menemukan solusi atas tekanan Pegula.

Meski begitu, pencapaiannya hingga babak 16 besar tetap menunjukkan bahwa Keys masih menjadi kekuatan besar di tenis putri.

BACA JUGA: Hasil Tenis Australia Open – Learner Tien Kalahkan Medvedev 3-1, Cetak Sejarah di Australian Open 2026

Duel Sahabat, Pemenang yang Lebih Siap

Pertandingan ini menjadi contoh bagaimana persahabatan harus disisihkan demi profesionalisme. Dua sahabat, dua petenis top, bertarung habis-habisan demi satu tiket.

Dan di malam itu, yang lebih siap secara mental dan taktis adalah Jessica Pegula.

Dengan permainan rapi, return tajam, dan kontrol emosi yang luar biasa, ia menyingkirkan sang juara bertahan dan membuka lembaran baru di Australian Open 2026.

Jessica Pegula hentikan langkah Madison Keys pertahankan gelar AO, bukan dengan sensasi, tetapi dengan kelas seorang petenis yang matang dan siap mengejar mimpi terbesar di Melbourne.