Barcelona Benamkan Oviedo di Camp Nou, Tiga Gol Indah Antar Blaugrana Kembali ke Puncak LaLiga

Barcelona Benamkan Oviedo di Camp Nou, Tiga Gol Indah Antar Blaugrana Kembali ke Puncak LaLiga
Lamine Yamal - Dokumentasi : (c) FC Barcelona

Camp Nou kembali menjadi panggung keperkasaan Barcelona. Dalam laga lanjutan LaLiga musim 2025/26, tim asuhan Hansi Flick sukses menundukkan Real Oviedo dengan skor meyakinkan 3-0. Hasil ini bukan hanya memperpanjang dominasi kandang Blaugrana, tetapi juga memastikan mereka kembali memimpin klasemen sementara.

Namun, kemenangan ini tidak datang dengan cara yang instan. Selama hampir satu jam, Barcelona justru harus berjuang keras menghadapi tim juru kunci yang tampil tanpa beban.

Baru setelah babak kedua berjalan, kualitas individu dan pengalaman berbicara, menghadirkan tiga gol yang mengakhiri perlawanan Oviedo.

Kemenangan ini menegaskan satu pesan penting bahwa Barcelona benamkan Oviedo di Camp Nou bukan sekadar judul, melainkan bukti bahwa konsistensi kandang masih menjadi senjata utama Blaugrana dalam perburuan gelar.

BACA JUGA: Persaingan Terbuka Lebar! Mikel Arteta Tantang Arsenal Fokus Berburu Gelar Usai Kekalahan Menyakitkan di Emirates

Awal Laga: Oviedo Berani Menggigit, Barcelona Tersendat

Bertanding di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri, Barcelona justru membuka laga dengan ritme yang kurang meyakinkan. Real Oviedo, yang datang sebagai penghuni dasar klasemen, tampil tanpa rasa takut.

Dalam 15 menit pertama, justru tim tamu yang lebih sering menguasai bola dan menciptakan peluang. Beberapa kali lini belakang Barcelona harus bekerja ekstra keras, terutama lewat intervensi Eric García yang menjadi benteng terakhir dalam situasi berbahaya.

Lini depan Barcelona, yang diisi Raphinha, Robert Lewandowski, dan Lamine Yamal, tampak kelelahan. Pergerakan mereka kurang tajam, kombinasi kerap terputus, dan pressing tidak seagresif biasanya.

Situasi ini membuat suasana Camp Nou mulai dipenuhi siulan ketidakpuasan.

Hingga menit ke-30, peta permainan belum berubah. Oviedo justru lebih sigap menyambut bola-bola liar. Duet Ilyas Chaira dan David Costas tampil disiplin, memenangi banyak duel, dan membuat Barcelona kesulitan mengembangkan permainan dari tengah.

Menit-Menit Tegang Sebelum Turun Minum

Meski mendominasi penguasaan bola, Barcelona kesulitan menciptakan peluang bersih. Lewandowski jarang mendapat suplai matang, sementara Raphinha lebih sering terjebak dalam duel satu lawan satu yang buntu.

Peluang terbaik Barcelona di babak pertama datang di masa injury time. Raphinha menyambut bola dengan tendangan voli keras, namun kiper Oviedo, Aaron Escandell, tampil gemilang dengan penyelamatan refleks yang menggagalkan gol pembuka.

Babak pertama pun berakhir tanpa gol. Untuk pertama kalinya dalam beberapa laga kandang terakhir, Barcelona terlihat frustrasi menghadapi tim yang secara kualitas berada jauh di bawah mereka.

BACA JUGA: Manchester United Bungkam Arsenal di Emirates Stadium, Gol Cunha Hancurkan Rekor Tak Terkalahkan The Gunners

Babak Kedua: Perubahan Mental dan Ledakan Gol

Memasuki babak kedua, wajah Barcelona berubah drastis. Tempo meningkat, pressing lebih agresif, dan aliran bola jauh lebih cepat. Perbedaan sikap inilah yang akhirnya mengubah jalannya pertandingan.

Gol pembuka datang pada menit ke-52. Dani Olmo, yang sepanjang laga rajin mencari ruang, melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti.

Bola meluncur rendah ke sudut jauh gawang, tak terjangkau Escandell. Camp Nou pun meledak.

Gol itu menjadi pemantik. Lima menit berselang, kesalahan fatal datang dari David Costas. Back pass yang terlalu lemah dimanfaatkan Raphinha dengan cerdik. Dari tepi kotak penalti, winger Brasil itu mengangkat bola melewati kiper dan mengubah skor menjadi 2-0.

Oviedo yang sejak awal tampil berani, mulai kehilangan kepercayaan diri. Garis pertahanan mereka semakin turun, dan tekanan Barcelona semakin masif.

Gol Akrobatik Lamine Yamal Menutup Pertandingan

Puncak keindahan laga hadir pada menit ke-75. Dani Olmo kembali menjadi kreator dengan mengirimkan umpan silang akurat.

Lamine Yamal, yang berdiri di posisi ideal, menyambut bola dengan tendangan gunting spektakuler.

Gol itu tidak hanya mematikan perlawanan Oviedo, tetapi juga membuat seluruh stadion berdiri memberikan tepuk tangan. Skor 3-0 memastikan pertandingan praktis berakhir dengan 15 menit tersisa.

Sejak gol ketiga itu, Barcelona bermain lebih santai. Xavi melakukan rotasi, mengistirahatkan beberapa pemain inti, sementara Oviedo tampak sudah menerima nasib.

Statistik dan Dominasi Kandang Barcelona

Kemenangan ini mencatatkan sejumlah angka penting. Ini menjadi laga kandang kedelapan Barcelona musim ini yang mereka menangi dengan selisih dua gol atau lebih. Catatan tersebut menegaskan betapa kuatnya Camp Nou sebagai benteng Blaugrana.

Bagi Oviedo, kekalahan ini memperpanjang rekor buruk mereka. Tanpa kemenangan dalam 14 pertandingan terakhir (7 imbang, 7 kalah), mereka kini tertinggal delapan poin dari zona aman dan semakin terbenam di dasar klasemen.

Dalam rekor pertemuan di Camp Nou, Oviedo juga kembali menambah daftar kekalahan. Dari 10 lawatan terakhir, mereka delapan kali kalah, sekali imbang, dan hanya sekali menang.

Dampak Klasemen: Barcelona Kembali ke Puncak

Tambahan tiga poin ini membawa Barcelona kembali ke puncak klasemen LaLiga. Dalam persaingan ketat musim ini, setiap kemenangan kandang menjadi sangat berharga.

Lebih dari sekadar posisi klasemen, laga ini juga menunjukkan kematangan mental tim. Meski tampil buruk di babak pertama, Barcelona mampu bangkit dan menyelesaikan pertandingan dengan cara yang meyakinkan.

Xavi menyebut perubahan mental di ruang ganti sebagai kunci. Ia menuntut para pemain bermain lebih agresif, lebih cepat, dan lebih berani mengambil risiko.

BACA JUGA: Persebaya Menang Telak atas PSIM Yogyakarta, Bajul Ijo Lanjutkan Tren Tak Terkalahkan

Oviedo: Berani di Awal, Habis oleh Kualitas

Meski kalah telak, Oviedo patut diapresiasi atas keberanian mereka di babak pertama. Mereka tidak datang untuk bertahan total, melainkan mencoba menguasai bola dan menekan.

Namun, seperti banyak tim kecil lainnya, konsistensi menjadi masalah utama. Kesalahan individu, terutama dari David Costas, menjadi titik balik yang menghancurkan peluang mereka.

Kini, Oviedo harus segera menemukan solusi jika ingin keluar dari krisis. Tanpa perbaikan drastis, ancaman degradasi semakin nyata.

Penutup: Tanda Kematangan Calon Juara

Laga ini menjadi potret perjalanan Barcelona musim ini. Tidak selalu mulus, tidak selalu dominan sejak menit awal, tetapi selalu mampu menemukan cara untuk menang.

Dengan tiga gol di babak kedua, Barcelona menunjukkan bahwa kualitas individu, pengalaman, dan mental juara masih menjadi senjata utama mereka.

Dan malam itu di Camp Nou, satu pesan kembali ditegaskan kepada para pesaing bahwa Barcelona benamkan Oviedo di Camp Nou, dan mereka belum selesai dalam perburuan gelar LaLiga musim ini.