Tenis  

Duel 3 Jam yang Gila, Svitolina Hentikan Gauff dan Kembali ke Final Dubai

Duel 3 Jam yang Gila, Svitolina Hentikan Gauff dan Kembali ke Final Dubai
Elina Svitolina - Dokumentasi: (c) WTA

Performa luar biasa tersaji ketika Elina Svitolina menumbangkan Gauff lewat pertarungan sengit pada semifinal Dubai Duty Free Tennis Championships, Jumat (20/2/2026) malam WIB.

Dalam duel marathon yang menguras tenaga, Elina Svitolina akhirnya menyingkirkan Coco Gauff dengan skor 6-4, 6-7(13), 6-4 selama 3 jam 3 menit.

Kemenangan dramatis ini membawa Svitolina kembali ke final Dubai untuk pertama kalinya sejak 2018 sekaligus menjadi final ketiganya di turnamen bergengsi tersebut.

Svitolina menumbangkan Gauff lewat pertarungan sengit

Laga semifinal ini langsung diprediksi ketat, dan kenyataannya bahkan melampaui ekspektasi.

Svitolina harus melewati lebih dari tiga jam permainan, menyelamatkan enam match point, dan mengerahkan seluruh kekuatan fisik serta mentalnya.

“Speechless after that fight,” ujar Svitolina usai pertandingan. Ia mengaku bermain habis-habisan seolah tidak ada hari esok.

BACA JUGA: Tertinggal Jauh dan Bangkit, Jessica Pegula Mengalahkan Amanda Anisimova dan Melaju ke Final Dubai 2026

Dengan kemenangan ini, Svitolina kini unggul 3-2 dalam head-to-head melawan Gauff di level tur WTA.

Ia juga menjaga peluang sempurna untuk meraih gelar ketiga di Dubai saat menghadapi Jessica Pegula di final.

Duel Ketat Sejak Set Pertama

Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi sejak awal. Gauff sempat unggul lebih dulu dengan break untuk memimpin 3-1 di set pembuka.

Namun Svitolina segera merespons dengan break balik menjadi 3-2.

Pola saling kejar skor terus terjadi, menunjukkan betapa tipisnya margin di antara kedua pemain.

Momentum penting hadir saat kedudukan 4-4. Setelah bertahan dari tekanan, Svitolina memanfaatkan kesalahan forehand Gauff untuk mendapatkan peluang menutup set.

Kesalahan forehand kembali menghantui Gauff dan membuat Svitolina mengamankan set pertama 6-4.

Tiebreak Terpanjang Musim 2026

Set kedua berubah menjadi drama sesungguhnya. Kedua pemain saling bertukar break sebelum akhirnya laga harus ditentukan lewat tiebreak yang luar biasa panjang.

Tiebreak tersebut menjadi yang terpanjang di WTA musim 2026 dengan: 28 poin dimainkan, 7 kali pergantian keunggulan, 7 set point untuk Gauff, dan 4 match point untuk Svitolina.

Kali ini Gauff menunjukkan ketenangan luar biasa di depan net. Ia akhirnya menutup tiebreak 15-13 untuk memaksakan set penentuan.

Set Penentuan yang Menegangkan

Set ketiga kembali menghadirkan pola yang mirip dengan set pertama. Gauff sempat break lebih dulu untuk unggul 1-0, tetapi Svitolina langsung membalas.

Momen krusial terjadi saat skor 4-4 dalam game tujuh deuce yang sangat melelahkan.

Gauff sebenarnya memiliki dua break point emas untuk memimpin 5-4, namun Svitolina bertahan dengan gigih.

BACA JUGA: Jannik Sinner Terhenti di Doha: Statistik Ungkap Konsistensi Luar Biasa Sang Petenis Italia

Akhirnya kesalahan forehand Gauff memberi Svitolina keunggulan 5-4. Petenis Ukraina itu tidak menyia-nyiakan momentum dan menutup pertandingan setelah forehand terakhir Gauff menyangkut di net.

Svitolina pun menjatuhkan raketnya, larut dalam emosi kemenangan.

Rekor dan Statistik Mentereng

Keberhasilan ini memiliki arti besar bagi Svitolina:Final Dubai pertama sejak 2018, Final WTA 1000 pertama sejak 2018, dan Jeda final WTA 1000 terpanjang sejak format 2009 (7 tahun 277 hari)

Pencapaian ini menegaskan bahwa Svitolina kembali menjadi ancaman serius di level elite.

Tantangan Berat di Final

Di partai puncak, Svitolina akan menghadapi Jessica Pegula. Rekor pertemuan keduanya saat ini 3-5 untuk keunggulan Pegula.

Dengan waktu pemulihan yang sangat singkat setelah laga marathon, kondisi fisik Svitolina akan menjadi faktor kunci.

“Kami akan melakukan segala cara untuk pemulihan,” kata Svitolina. Ia menegaskan akan memberikan segalanya di final.

BACA JUGA: Carlos Alcaraz Bangkit dan Mengalahkan Karen Khachanov di Doha, Sempurna 10-0 Musim 2026

Evaluasi untuk Coco Gauff

Meski kalah, Gauff tetap menunjukkan performa impresif. Ia mencatat: 48 winner,
32 winner dari forehand, dan permainan net yang sangat solid.

Namun 46 unforced error dari forehand menjadi faktor yang merugikan di momen krusial.

Gauff tetap mengambil sisi positif dari turnamen ini dan optimistis menatap turnamen berikutnya di Indian Wells dan Miami.