Jessica Pegula kembali menunjukkan kelasnya di ajang Dubai Duty Free Tennis Championships 2026.
Unggulan asal Amerika Serikat itu sukses menaklukkan kompatriot mudanya, Iva Jovic, dengan skor 6-4, 6-2 pada babak ketiga, Rabu (18/2/2026).
Kemenangan tersebut memastikan langkahnya ke perempat final, di mana ia akan menghadapi petenis Denmark, Clara Tauson.
Sebelum laga berlangsung, Pegula sempat menyebut Jovic sebagai “mini-me” karena gaya bermain mereka yang dinilai mirip.
Pernyataan itu terbukti menarik, mengingat duel keduanya menjadi pertemuan perdana di level tur WTA.
Jessica Pegula Tunjukkan Pengalaman di Dubai Duty Free Tennis Championships 2026
Dalam wawancara sebelumnya, Jessica Pegula mengakui bahwa Jovic memiliki karakter permainan yang serupa dengannya.
Menurutnya, Jovic gemar mengambil bola lebih awal, mengembalikan servis dengan keras, serta piawai mengubah arah pukulan, khususnya dari sisi backhand.
Menariknya, Jovic pernah menyebut Pegula sebagai salah satu pemain yang paling banyak ia pelajari saat berkembang sebagai junior.
Bahkan, keduanya sempat berbincang dalam sebuah episode podcast sebelum turnamen Dubai digelar.
Namun di lapangan, pengalaman berbicara lebih lantang.
Dominasi Servis Jadi Kunci Kemenangan
Pegula tampil sangat solid, terutama dalam servis. Ia mencatatkan 98 persen keberhasilan servis pertama masuk dan mengemas lima ace sepanjang pertandingan. Lebih impresif lagi, ia tidak sekali pun kehilangan servisnya.
Break krusial terjadi pada set pertama saat skor 4-3. Pegula memukul winner tipis di garis samping yang membuat Jovic hanya bisa terpaku melihat tayangan ulang sistem hawk-eye memastikan bola masuk.
Momen tersebut menjadi titik balik yang mengantarkan Pegula mengamankan set pertama dalam 45 menit.
Memasuki set kedua, Jovic sempat membuka dengan gim servis yang baik. Namun setelah itu, Pegula melesat dengan merebut lima gim beruntun.
Ketika tertinggal 3-1 dan menghadapi tiga break point, Jovic sempat memaksakan deuce. Tetapi pukulan backhand winner Pegula kembali memastikan dominasi.
Secara statistik, Pegula unggul jauh dalam poin pengembalian. Ia memenangi 41 persen poin saat menerima servis, dibandingkan hanya 23 persen milik Jovic.
BACA JUGA: Sensasi Denmark di Dubai 2026, Clara Tauson Melaju Ke Perempat Final Usai Tundukkan Magda Linette
Jessica Pegula Akui Perkembangan Jovic
Meski menang meyakinkan, Jessica Pegula tetap memberikan pujian kepada lawannya. Ia menilai servis Jovic berkembang pesat dibanding tahun sebelumnya.
Pegula juga menyebut Jovic memiliki intensitas dan fokus tinggi dalam setiap pertandingan.
Menurutnya, kemiripan gaya bermain mereka terlihat dari kecenderungan mengambil bola lebih awal dan mengubah arah serangan dengan cepat.
Namun, perbedaan utama terletak pada konsistensi dan pengalaman dalam momen krusial.
Pegula mampu memaksimalkan peluang break, sementara Jovic belum cukup tajam dalam fase-fase penting.
Tantangan Berikutnya: Clara Tauson
Di babak perempat final, Pegula akan menghadapi Clara Tauson yang sebelumnya menyingkirkan Magda Linette dengan skor identik 6-4, 6-2.
Duel ini juga akan menjadi pertemuan pertama mereka di nomor tunggal WTA. Pegula mengaku belum terlalu familiar dengan pola permainan Tauson, meski ia tahu petenis Denmark tersebut memiliki servis kuat dan pukulan bertenaga.
“Tauson pemain tinggi dengan power besar. Ia bermain sangat baik di sini,” ujar Pegula dalam konferensi pers.
Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat. Tauson tengah berada dalam performa impresif, sementara Pegula menunjukkan kestabilan permainan dari baseline dan servis yang sangat efektif.
Konsistensi Pegula di Turnamen Besar
Kemenangan atas Jovic mempertegas reputasi Pegula sebagai salah satu pemain paling konsisten di tur WTA dalam beberapa musim terakhir.
Ia dikenal dengan gaya bermain agresif namun terkontrol, serta kemampuan membaca permainan lawan dengan baik.
BACA JUGA: Diserang Netizen Usai Mundur, Paula Badosa Komentari Kritik Pedas, Meski Cedera Tak Akan Menyerah
Di turnamen sekelas Dubai yang memiliki level kompetisi tinggi, konsistensi menjadi faktor pembeda.
Pegula membuktikan bahwa pengalaman dan ketenangan menjadi senjata utamanya dalam menghadapi tekanan.
Kini, fokusnya tertuju pada laga perempat final yang akan menentukan langkahnya menuju semifinal.
Jika mampu menjaga kualitas servis dan efektivitas return seperti saat melawan Jovic, peluangnya untuk melangkah lebih jauh sangat terbuka.






