Akhir Musim Ini menjadi momen yang bisa mengubah sejarah Manchester City. Pelatih legendaris Pep Guardiola dikabarkan akan meninggalkan kursi manajer The Citizens setelah kompetisi 2025/2026 berakhir, mengakhiri satu dekade penuh kesuksesan yang membawa klub meraih dominasi di sepak bola Inggris dan Eropa.
Laporan dari sejumlah media besar menyebutkan bahwa laga melawan Aston Villa akhir pekan nanti berpotensi menjadi pertandingan terakhir Guardiola sebagai pelatih Manchester City. Kabar tersebut muncul meski kontrak pelatih asal Spanyol itu sebenarnya masih tersisa satu musim lagi.
Kepergian Guardiola sepertinya bakal menutup era paling sukses dalam sejarah Manchester City. Selama 10 tahun menangani klub, ia mempersembahkan berbagai gelar domestik hingga trofi Liga Champions dan membentuk identitas permainan khas yang sulit tertandingi.
Pep Guardiola Disebut Tinggalkan Manchester City di Akhir Musim Ini
Spekulasi mengenai masa depan Guardiola sebenarnya sudah berlangsung sepanjang musim. Namun kini, sejumlah laporan mengindikasikan staf dan pemain Manchester City telah memahami bahwa sang pelatih akan hengkang.
Jika keputusan itu benar terjadi, Guardiola meninggalkan warisan luar biasa di Etihad Stadium. Dalam satu dekade terakhir, Manchester City berkembang menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris.
Nama pelatih asal Italia, Enzo Maresca, kabarnya menjadi kandidat terdepan pengganti Guardiola. Maresca pernah menjadi asisten Guardiola sebelum sukses menangani beberapa klub lain.
Manchester City Masih Berburu Gelar Liga Inggris
Meski isu masa depan pelatih mencuat, fokus Guardiola saat ini tetap tertuju pada perebutan gelar Premier League. Manchester City baru saja meraih trofi FA Cup usai mengalahkan Chelsea dan kini masih menjaga peluang juara liga.
The Citizens tertinggal dua poin dari Arsenal dengan dua pertandingan tersisa. Karena itu, laga tandang melawan Bournemouth menjadi duel hidup mati bagi City.
Guardiola mengakui timnya wajib mengakhiri rekor tak terkalahkan Bournemouth jika ingin menjaga asa juara.
“Satu-satunya peluang kami adalah memenangkan pertandingan. Jika tidak, semuanya selesai,” ujar Guardiola.
Ia juga mengingatkan bahwa Bournemouth tampil luar biasa musim ini meski kehilangan beberapa pemain penting di lini belakang.
Bournemouth Jadi Rintangan Berat Manchester City
Bournemouth memasuki pertandingan dengan modal 16 laga liga tanpa kekalahan. Selain itu, mereka memiliki waktu istirahat lebih panjang dan masih berjuang merebut tiket kompetisi Eropa.
Situasi tersebut membuat Guardiola sadar timnya menghadapi tantangan besar.
“Kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tidak rumit, kami hanya harus menang dan menjaga harapan hingga laga terakhir melawan Aston Villa,” kata Guardiola.
Kemenangan Arsenal 1-0 atas Burnley semakin meningkatkan tekanan bagi Manchester City. Kini, kesalahan sekecil apa pun dapat mengakhiri mimpi mempertahankan gelar.
Era Guardiola Bisa Ditutup dengan Treble Domestik
Menariknya, Guardiola berpotensi menutup kiprahnya di Manchester City dengan pencapaian luar biasa. Setelah menjuarai EFL Cup dan FA Cup, The Citizens masih memiliki peluang mengamankan trofi Premier League.
Jika berhasil, Guardiola akan mengakhiri perjalanan bersama City dengan treble domestik sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu pelatih tersukses sepanjang sejarah sepak bola modern.
Keputusan resmi terkait masa depan Guardiola diperkirakan akan diumumkan setelah musim berakhir. Namun satu hal yang pasti, jika benar pergi di akhir musim ini, maka Manchester City akan memasuki babak baru tanpa sosok yang mengubah wajah klub selama satu dekade terakhir.






