Massimo Rivola menyoroti regulasi MotoGP terkait red flag setelah insiden besar yang melibatkan Pedro Acosta dan Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026. CEO Aprilia Racing itu menilai aturan saat ini memiliki celah karena pembalap yang memicu penghentian balapan masih boleh mengikuti restart.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 memang berlangsung penuh drama dengan dua kali red flag akibat kecelakaan serius. Insiden pertama terjadi ketika Pedro Acosta mengalami masalah teknis pada motor KTM miliknya saat memimpin balapan utama di Barcelona.
BACA JUGA: Juara Dunia MotoGP 2024 Jorge Martin Kembali Crash di Tes Catalunya 2026
Motor KTM RC16 milik Acosta tiba-tiba kehilangan tenaga di lintasan lurus. Dan sebelum akhirnya Alex Marquez menabrak bagian belakang motor tersebut dengan keras. Kecelakaan hebat itu membuat balapan langsung dihentikan.
Meski menjadi bagian utama dari insiden penyebab red flag, Acosta tetap boleh kembali ke pit lane dan mengikuti restart balapan.
Massimo Rivola Kritik Regulasi MotoGP
Massimo Rivola menilai aturan tersebut perlu dievaluasi ulang oleh MotoGP dan Race Direction demi menghindari kontroversi serupa di masa depan.
“Saya tidak mengkritik Race Direction karena memang seperti ini pendekatan yang selama ini digunakan. Tetapi kita semua harus mulai memikirkan ulang aturan tersebut,” ujar Rivola.
Bos Aprilia itu menjelaskan bahwa pembalap yang menyebabkan red flag, meskipun bukan karena kesalahan pribadi, seharusnya tidak bisa kembali mengikuti balapan restart.
“Saya pikir pembalap yang karena alasan tertentu menyebabkan red flag seharusnya tidak boleh ikut restart. Saya tidak punya masalah dengan Pedro, tetapi menurut saya ada beberapa hal yang perlu ditinjau kembali,” lanjutnya.
Menurut Rivola, jika insiden Acosta terjadi satu lap lebih lambat dan motor KTM tidak sempat kembali ke pit lane, maka Acosta otomatis tidak bisa restart berdasarkan regulasi saat ini.
BACA JUGA: Klasemen MotoGP Usai GP Catalunya 2026: Fabio Di Giannantonio Naik ke Posisi Tiga
Pedro Acosta Jelaskan Penyebab Insiden
Sementara itu, Pedro Acosta mengungkapkan bahwa masalah elektronik menjadi penyebab utama motornya kehilangan tenaga secara tiba-tiba.
“Sepertinya kami mengalami masalah kelistrikan di tengah balapan pertama. Saya sedang berkendara normal dan tiba-tiba tidak ada throttle,” kata Acosta.
Pembalap KTM tersebut juga mengaku lebih memikirkan kondisi Alex Marquez dan Johann Zarco yang mengalami kecelakaan cukup serius sepanjang akhir pekan MotoGP Catalunya.
“Saya hanya ingin memberikan dukungan penuh untuk Alex dan Johann karena mereka yang mengalami bagian terburuk dari semua kejadian hari ini,” tambahnya.
MotoGP Catalunya 2026 Berlangsung Penuh Drama
Setelah red flag pertama akibat kecelakaan Acosta dan Alex Marquez, balapan kembali berhenti karena insiden lain di tikungan pertama yang melibatkan Johann Zarco, Pecco Bagnaia, dan Luca Marini.
BACA JUGA: Fabio Di Giannantonio Juara MotoGP Catalunya 2026 Usai Balapan Penuh Drama
MotoGP akhirnya menggelar restart ketiga dengan format balapan 12 lap. Fabio Di Giannantonio keluar sebagai pemenang setelah berhasil mengalahkan Joan Mir dan Fermin Aldeguer.
Pedro Acosta sendiri sempat kembali memimpin sembilan lap dalam restart terakhir sebelum akhirnya terjatuh di tikungan terakhir usai bersenggolan dengan Ai Ogura.
Komentar Massimo Rivola kini membuka perdebatan baru soal regulasi restart MotoGP. Khususnya terkait pembalap yang terlibat langsung dalam penyebab red flag.






